Plt. Bupati Kuansing Resmi Buka Festival Pacu Jalur Event Kebudayaan Kabupaten Kuantan Singingi

Baserah – Pelaksana Tugas (PLT) Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) H. Muklisin menegaskan bahwa semangat pacu jalur yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Rantau Kuantan harus menjadi inspirasi dalam membangun Kabupaten Kuantan Singingi.

Hal itu disampaikan H. Muklisin saat membuka secara resmi Festival Pacu Jalur Kebudayaan Kabupaten Kuantan Singingi di Kecamatan Kuantan Hilir, Kamis (12/8/2026), di halaman Kantor Camat Kuantan Hilir.

“Semangat pacu jalur di Rantau Kuantan ini harus menjadi inspirasi bagi kita dalam membangun Kabupaten Kuantan Singingi. Kita harus saling bahu-membahu dan memberikan kontribusi dalam membangun kabupaten ini secara bersama-sama,” ujar H. Muklisin.

Menurutnya, tradisi pacu jalur tidak hanya merupakan warisan budaya, tetapi juga mengandung nilai-nilai kebersamaan, kekompakan, gotong royong dan semangat untuk mencapai tujuan secara bersama-sama. Nilai tersebut dinilai relevan untuk diterapkan dalam pelaksanaan pembangunan daerah.

Kepada seluruh atlet dan peserta pacu jalur, PLT Bupati juga berpesan agar menjunjung tinggi semangat kekeluargaan, persatuan dan sportivitas selama perlombaan berlangsung. Ia meminta peserta dapat menerima hasil pertandingan dengan lapang dada, baik ketika meraih kemenangan maupun mengalami kekalahan.

“Yang menang jangan jumawa, dan yang kalah jangan patah semangat. Tetap kedepankan semangat kekeluargaan dan persatuan,” pesannya.

Pembukaan festival diawali dengan pawai kebudayaan yang diikuti 14 desa dan dua kelurahan se-Kecamatan Kuantan Hilir. Masing-masing desa dan kelurahan menampilkan beragam kebudayaan khas daerah yang semakin menyemarakkan kegiatan sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya masyarakat setempat.

Ketua Panitia Pelaksana, Titus Arianto, S.Pd., menyampaikan bahwa Festival Pacu Jalur Kebudayaan Kecamatan Kuantan Hilir tahun ini diikuti 106 jalur yang berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi dan Kabupaten Indragiri Hulu.

Sementara itu, Camat Kuantan Hilir Rahman Candra, S.E., mengatakan Kuantan Hilir merupakan salah satu wilayah yang memiliki sejarah panjang dalam penyelenggaraan tradisi pacu jalur.

Sebagai salah satu kecamatan tertua yang menggelar pacu jalur, kata Rahman, pelaksanaan event di Kuantan Hilir secara khusus dikemas dalam bentuk festival kebudayaan dan tidak bergabung dengan rayon kecamatan lainnya.

“Atas nama Pemerintah Kecamatan Kuantan Hilir, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung terselenggaranya Festival Pacu Jalur Kebudayaan ini,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, PLT Bupati H. Muklisin didampingi Anggota DPRD Provinsi Riau H. Zulhendri, S.P.W.K., M.Si., Dody Irawan, S.H.I., Ketua IKKS Pekanbaru asal Kuantan Hilir Endrianto Ustha, S.P., M.M., Asisten II Setda Kuansing Drs. Napisman, para staf ahli bupati, kepala OPD, para camat, Anggota DPRD Kuansing Riko Nanda, Hardiamon dan Yusliadi, serta tokoh masyarakat Kuantan Hilir Abu Bakar Sidik.

Usai rangkaian sambutan, pembukaan festival ditandai dengan pemukulan gong oleh PLT Bupati Kuansing H. Muklisin.

Selanjutnya, H. Muklisin menuju Tepian Lobuok Sobae, Baserah, untuk melepas hilir pertama pacu jalur. Pelepasan tersebut sekaligus menjadi momentum dimulainya secara resmi rangkaian perlombaan Festival Pacu Jalur Kebudayaan Kecamatan Kuantan Hilir.***




Pemkab Kuansing Bersama Panitia Pacu Jalur Kharisma Event Nusantara 2026 Matangkan Berbagai Persiapan Secara Masif

TELUK KUANTAN — Gemuruh sorak penonton dan dentuman dayung di permukaan Sungai Kuantan tak lama lagi akan kembali bergema. Suasana magis pesta budaya kebanggaan masyarakat Riau, Festival Pacu Jalur Nasional (FPJN) 2026, kian dekat. Arena legendaris Tepian Narosa di Teluk Kuantan kini bersiap menjadi saksi bisu pertarungan sengit puluhan helai jalur demi merebut gelar jawara paling bergengsi tahun ini.

Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) bersama panitia pelaksana terus mematangkan berbagai persiapan secara masif. Langkah ini dilakukan guna memastikan ajang budaya berskala nasional tersebut tak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga menghadirkan pengalaman tak terlupakan bagi puluhan ribu wisatawan domestik maupun mancanegara yang diprediksi memadati lokasi.

Hingga saat ini, tensi persaingan mulai terasa seiring masuknya pendaftaran puluhan tim. Sekretariat Panitia FPJN 2026 mencatat sebanyak 77 jalur telah resmi terdaftar dan siap membelah riak Sungai Kuantan.

Ketua Umum Festival Pacu Jalur Nasional 2026, Andi Cahyadi, melalui perwakilan bagian kesekretariatan, Eradotus, menegaskan bahwa angka tersebut masih merupakan rekapitulasi awal.

“Hingga saat ini sudah ada 77 jalur yang terdaftar mengikuti Festival Pacu Jalur Nasional 2026. Jumlah tersebut masih bersifat sementara dan diperkirakan akan terus melonjak tajam mendekati hari-H pelaksanaan,” ungkap Eradotus.

Dominasi kontingen tuan rumah Kuansing terlihat makin ketat, terutama dari Kecamatan Kuantan Tengah yang mengutus armada terbanyak sejauh ini. Sementara itu, persaingan kian membara dengan hadirnya 11 jalur tangguh dari kabupaten tetangga, Indragiri Hulu (Inhu), yang siap mencuri gelar dari tuan rumah.

Berikut adalah rincian sementara rekapitulasi peserta FPJN 2026:

Wilayah / Kecamatan
Jumlah Jalur Terdaftar

Kuantan Tengah
15 Jalur

Kuantan Mudik
11 Jalur

Indragiri Hulu (Inhu)
11 Jalur

Inuman
7 Jalur

Kuantan Hilir Seberang
6 Jalur

Benai
6 Jalur

Pangean
5 Jalur

Gunung Toar
5 Jalur

Sentajo Raya
4 Jalur

Cerenti
3 Jalur

Hulu Kuantan
2 Jalur

Kuantan Hilir
1 Jalur

Logas Tanah Darat
1 Jalur

Pucuk Rantau & Sumbar
Dalam konfirmasi

TOTAL SEMENTARA
77 Jalur
Dengan pendaftaran yang masih terus dibuka, peta kekuatan diprediksi akan terus berubah. Masyarakat kini menanti penuh antusias hari pembukaan resmi, saat ratusan anak pacu menyatukan irama dayung demi mengharumkan nama desa dan daerah mereka di kancah nasional.***




Sambut Pacu Jalur Kharisma Event Nusantara 2026, Camat Eka Putra S.Sos., M.Si., Mengajak Masyarakat Mengibarkan Bendera Merah Putih Dan Memasang Atribut Kemerdekaan

KUANTAN SINGINGI – Semangat menyambut Bulan Kemerdekaan mulai menggema di Kabupaten Kuantan Singingi. Menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, HUT ke-69 Provinsi Riau, sekaligus Festival Pacu Jalur 2026, masyarakat diajak untuk bersama-sama menciptakan suasana yang meriah dengan mengibarkan Bendera Merah Putih dan memasang berbagai atribut kemerdekaan.

Ajakan tersebut disampaikan Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, S.Sos., M.Si., usai mengikuti rapat koordinasi yang dipimpin Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Kuantan Singingi, Drs. Muradi, M.Si., mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuansing, H. Muklisin, di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Rabu (5/8/2026).

Rapat koordinasi tersebut membahas kesiapan seluruh perangkat daerah dalam menyukseskan tiga agenda besar yang akan menjadi pusat perhatian masyarakat, yakni peringatan Hari Kemerdekaan RI, Hari Jadi Provinsi Riau, dan Festival Pacu Jalur yang merupakan warisan budaya kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi.

Eka Putra menegaskan bahwa Kecamatan Kuantan Tengah siap mendukung penuh seluruh rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan pemerintah daerah.

“Tadi Pak Pj Sekda telah memberikan arahan kepada kami. Dalam rangka menyukseskan dan menyemarakkan HUT RI, HUT Provinsi Riau, serta Festival Pacu Jalur, Kecamatan Kuantan Tengah siap mendukung dan menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan tersebut,” ujar Eka Putra.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Kecamatan Kuantan Tengah dan masyarakat Kuantan Singingi pada umumnya, untuk memasang Bendera Merah Putih, umbul-umbul, serta berbagai ornamen kemerdekaan di rumah, tempat usaha, maupun lingkungan masing-masing.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya di Kecamatan Kuantan Tengah dan umumnya di Kabupaten Kuantan Singingi, untuk memasang Bendera Merah Putih dan umbul-umbul. Mari bersama-sama kita sukseskan Barolek Godang masyarakat Kuantan Singingi ini,” tambahnya.

Menurut Eka Putra, semaraknya Bulan Kemerdekaan bukan hanya menjadi bentuk penghormatan kepada para pahlawan bangsa, tetapi juga menjadi simbol persatuan masyarakat dalam mendukung Festival Pacu Jalur sebagai agenda budaya terbesar di Riau yang setiap tahunnya menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah.

Pemerintah berharap keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat dapat menciptakan suasana yang meriah, aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan, sehingga peringatan HUT RI, HUT Provinsi Riau, serta Festival Pacu Jalur 2026 menjadi momentum untuk memperkuat rasa cinta tanah air sekaligus melestarikan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Saluak Basapiah, Jalur Dikayuah! Mari semarakkan Bulan Kemerdekaan dan sukseskan Festival Pacu Jalur 2026, kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi.***




Jelang HUT RIAU, HUT RI, dan Pacu Jalur, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Koordinasi Camat se-Kabupaten

Hadapi HUT Riau, HUT RI, dan Pacu Jalur, Pj Sekda Kuansing Kumpulkan Camat Se-Kabupaten
KUANSING – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuantan Singingi (Kuansing) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Camat Se-Kabupaten Kuansing di Ruang Rapat Plt Bupati, Rabu 5 Agustus 2026.

​Rakor tersebut ini dipimpin oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Drs. Muradi, M.Si., mewakili Plt Bupati Kuansing. Fokus utama pertemuan ini adalah memperkuat sinergi antar perangkat daerah menjelang rangkaian agenda besar, meliputi Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau, HUT ke-81 RI, serta Event Nasional Pacu Jalur 2026.

Dalam arahannya, Pj Sekda Muradi menegaskan bahwa kesamaan langkah antar instansi menjadi kunci sukses penyelenggaraan seluruh agenda daerah tersebut.

​”Kita tidak boleh lagi bekerja sendiri-sendiri tanpa arah yang jelas. Seluruh perangkat daerah harus memiliki kesamaan langkah dan semangat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas Muradi.

​Menyikapi keterbatasan anggaran dan tantangan ekonomi saat ini, Muradi juga menginstruksikan para camat dan jajaran OPD untuk mengedepankan efisiensi serta inovasi tanpa mengurangi kemeriahan acara.

​”Di tengah situasi efisiensi sekarang, kemas kegiatan-kegiatan tersebut secara sederhana namun tetap sarat makna dan meriah,” lanjutnya.

Selain persiapan agenda besar daerah, Rakor ini juga menyoroti persoalan kepemimpinan di tingkat desa. Muradi meminta para camat bersikap responsif terhadap Kepala Desa (Kades) yang masa jabatannya telah berakhir.

​”Silahkan data desa mana saja yang jabatan kadesnya sudah berakhir. Segera koordinasikan agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan sehingga roda pemerintahan serta kegiatan di desa tetap berjalan lancar”, pungkasnya.***




Masuk Dalam Kalender Kharisma Event Nusantara 2026, Plt. Bupati Kuansing Ajak Seluruh Masyarakat Indonesia Sukseskan Pacu Jalur

KUANSING – Helat Festival Pacu Jalur Event Nasional 2026, pesta budaya terbesar dan paling bergengsi di Provinsi Riau, dipastikan kembali digelar pada 19–23 Agustus 2026 di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi.

Masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026, festival ini diproyeksikan menjadi magnet wisata budaya yang menarik puluhan hingga ratusan ribu pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

Plt. Bupati Kuantan Singingi, H. Mukhlisin, mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menyukseskan Festival Pacu Jalur 2026 sekaligus menjaga marwah budaya Melayu yang telah diwariskan secara turun-temurun selama lebih dari satu abad.

Dalam imbauannya, H. Mukhlisin menegaskan bahwa Pacu Jalur bukan hanya perlombaan mendayung, tetapi juga simbol persatuan, kebersamaan, dan identitas masyarakat Kuantan Singingi.

“Mari sukseskan Pacu Jalur sebagai kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi. Kedepankan sportivitas, keamanan, dan kenyamanan masyarakat,” ujar H. Mukhlisin.

Mengakhiri ajakannya, Plt. Bupati membakar semangat masyarakat dengan salam khas yang selalu menggema di arena pacuan.

“Salam Kayuuah… Kayuuah… Kayuuah… Kayuaah!”

Pacu Jalur merupakan tradisi kebanggaan masyarakat Riau yang dikenal dengan perlombaan perahu panjang berbahan kayu utuh yang dihiasi ukiran artistik khas Melayu.

Keunikan tradisi ini tidak hanya terletak pada kekompakan puluhan pendayung, tetapi juga aksi lincah anak pacu yang menari di ujung jalur sebagai penyemangat tim.

Setiap tahunnya, ribuan penonton memadati Tepian Narosa untuk menyaksikan persaingan puluhan jalur terbaik dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi.

Gemuruh sorak penonton berpadu dengan dentuman gendang dan semangat para pendayung menciptakan suasana yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Selain menjadi agenda budaya terbesar di Riau, Festival Pacu Jalur juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

Tingginya jumlah pengunjung diperkirakan akan meningkatkan omzet pelaku UMKM, pedagang kuliner, perhotelan, transportasi, hingga sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Kuantan Singingi.

Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi pun terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan, kebersihan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada setiap tamu yang datang agar Festival Pacu Jalur 2026 berlangsung sukses dan berkesan.

Bagi masyarakat yang tengah merencanakan liburan pada bulan Agustus, Festival Pacu Jalur Tradisional 2026 menjadi destinasi wisata budaya yang wajib dikunjungi.

Keindahan tradisi, semangat persaudaraan, dan pesona Sungai Kuantan akan menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan.

Salam Kayuuah! Mari ramaikan Festival Pacu Jalur Tradisional 2026, 19–23 Agustus 2026 di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi.***




Air Sungai Kuantan Tak Kunjung Jernih Sebelum Pacu Jalur Kharisma Event Nusantara 2026, Plt. Bupati Kuansing Surati Pemerintah Dan Kepolisian Kabupaten Sijunjung Dan Dharmasraya Terkait Maraknya PETI

KUANSING – Plt. Bupati Kuantan Singingi H. Muklisin secara resmi bersurat ke pemerintah dan kepolisian di Kabupaten Sijunjung dan Dharmasraya terkait maraknya Pertambangan Tanpa Izin – PETI.

Surat bernomor 100.2.1/TPK/1254 tertanggal 7 Agustus 2026 itu ditujukan kepada Bupati Sijunjung, Bupati Dharmasraya, Kapolres Sijunjung, dan Kapolres Dharmasraya.

Pertama, menjaga kelestarian lingkungan hidup dan mencegah kerusakan ekosistem sungai serta lahan di wilayah Kuansing akibat aktivitas tambang ilegal.

Kedua, menegakkan peraturan perundang-undangan dan menyukseskan Event Nasional Festival Pacu Jalur Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau Tahun 2026 yang akan digelar 19 – 23 Agustus 2026.

2 Poin Permintaan Tegas Plt Bupati

Dalam surat itu Muklisin meminta 2 hal:

1. Dukungan penuh terhadap penegakan hukum dan penghentian aktivitas tambang ilegal yang dapat merusak lingkungan dan menimbulkan konflik sosial.

2. Penertiban secara tegas kepada masyarakat yang melakukan PETI di wilayah Sijunjung dan Dharmasraya.

“Demikian disampaikan atas Kerjasama Saudara kami ucapkan terimakasih,” tulis Muklisin di akhir surat.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk keseriusan Pemkab Kuansing menjaga nama baik daerah saat menjadi tuan rumah event berskala nasional. Sungai Kuantan sebagai arena Pacu Jalur tidak boleh tercemar oleh limbah PETI.***




Kaji Rencana Pembuatan Jalan Tol Untuk Percepatan Ekonomi, Mentri PU RI Kunjungi Kabupaten Kuantan Singingi

Teluk Kuantan – Kabar menggembirakan datang bagi masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyatakan akan mengkaji rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Pekanbaru dengan Kuansing sebagai upaya mendukung kelancaran akses menuju event budaya nasional Pacu Jalur, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan Menteri PU saat meresmikan irigasi persawahan di Desa Pulau Komang, Kecamatan Sentajo Raya, Selasa (4/8/2026) siang.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Menteri PU didampingi Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU Mayjen TNI (Purn) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, Plt Bupati Kuansing H. Muklisin, Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, SH, SIK, MH, Pj Sekda Drs. Muradi, M.Si, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Deflides Gusni, Plt Kepala Dinas Kominfoss Kuansing Hevi H Antoni, M. Si, Kabag Umum Deswan Antoni, Kabag Protokol Zainal Abidin, S.STP., M.Si

Di hadapan masyarakat dan tamu undangan, Menteri PU menegaskan bahwa pemerintah pusat melihat potensi besar Kabupaten Kuantan Singingi, baik dari sektor pertanian maupun pariwisata budaya yang setiap tahun menjadi magnet wisatawan melalui event Pacu Jalur.

“Kami akan mengkaji pembangunan jalan tol Pekanbaru–Kuantan Singingi. Akses yang lebih baik akan mempercepat mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta mendukung Pacu Jalur sebagai agenda budaya nasional yang memiliki daya tarik luar biasa,” ujar Menteri PU Dody Hanggodo.

Menurutnya, peningkatan konektivitas merupakan salah satu kunci percepatan pembangunan daerah. Infrastruktur jalan yang memadai akan membuka peluang investasi baru, meningkatkan arus wisatawan, serta memperkuat daya saing ekonomi masyarakat Kuansing.

Sementara itu, Plt Bupati Kuansing, H. Muklisin, menyambut baik komitmen Menteri PU tersebut. Ia menilai rencana kajian pembangunan jalan tol menjadi harapan besar bagi masyarakat Kuansing yang selama ini menginginkan akses transportasi lebih cepat dan efisien menuju ibu kota Provinsi Riau.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian Bapak Menteri PU. Jika rencana ini dapat terwujud, tentu akan menjadi lompatan besar bagi pembangunan Kuantan Singingi. Selain mendukung Pacu Jalur, jalan tol ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi, investasi, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar H. Muklisin.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi siap mendukung setiap tahapan kajian yang dilakukan pemerintah pusat agar rencana tersebut dapat direalisasikan sesuai kebutuhan dan prioritas pembangunan nasional.***




Jalin Sinergi Taktis Informasi dan Keamanan, Diskominfoss Kuansing Resmi Gandeng Polres Kuansing

KUANSING – Menjelang helat akbar Festival Pacu Jalur 2026 pada 19–23 Agustus mendatang, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) mengambil langkah cepat. Guna mengantisipasi lonjakan ratusan ribu pengunjung dan wisatawan, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfoss) Kuansing resmi menggandeng Polres Kuansing dalam sinergi taktis informasi dan keamanan.

Kesepakatan dan penguatan kolaborasi ini dimatangkan dalam agenda silaturahmi serta sharing information di Mapolres Kuansing pada Rabu (29/07/2026) petang.

Plt Kepala Diskominfoss Kuansing, Hevi Heri Antoni, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa Pacu Jalur bukan sekadar event tahunan, melainkan marwah dan wajah Kabupaten Kuantan Singingi di mata dunia. Oleh karena itu, penyebaran informasi yang akurat serta kondusivitas wilayah menjadi kunci utama kesuksesan event tersebut.

”Kebanggaan kita bersama, Lewat kolaborasi erat dengan Polres Kuansing, kami ingin memastikan publik mendapatkan akses informasi yang valid, transparan, sekaligus teredukasi mengenai pentingnya menjaga ketertiban bersama”, ujar Hevi.

Hevi menambahkan, seluruh kanal komunikasi resmi milik Pemkab—mulai dari portal berita, media sosial, hingga jejaring kemitraan pers—siap dikerahkan penuh untuk meamplifikasi imbauan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

Menyambut hangat kedatangan jajaran Diskominfoss, Kapolres Kuansing, AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., menekankan bahwa tolak ukur kemeriahan Pacu Jalur harus sejalan dengan rasa aman yang dirasakan oleh warga maupun pengunjung.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi tuan rumah yang ramah dan bijak. Patuhi aturan lalu lintas, amankan barang bawaan, dan saring setiap informasi agar terhindar dari isu bohong (hoaks). Sinergi bersama Diskominfoss ini akan membuat pesan-pesan keamanan sampai secara cepat dan presisi ke tengah masyarakat”, tegasnya.

Pertemuan ini menjadi fondasi penting dalam memetakan potensi kemacetan, penumpukan massa, hingga potensi gangguan keamanan selama kurun waktu lima hari gelaran tradisi kebanggaan Riau tersebut.

Dengan koordinasi yang makin solid antara pemegang otoritas informasi dan penegak hukum, Pemkab Kuansing optimistis Festival Pacu Jalur 2026 tak hanya berlangsung meriah dan spektakuler, tetapi juga menjadi percontohan event budaya yang aman, tertib, dan berkesan bagi wisatawan.***




Pimpin Apel Gelar PAM Pacu Jalur 2026, PJ Sekda Kuansing : Seluruh Personil Wajib Menjalankan Tugas Dengan Penuh Tanggung Jawab

Teluk Kuantan – PLT Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) H. Muklisin yang diwakili Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Drs. Muradi, M.Si memimpin apel gelar pasukan persiapan pengamanan Pacu Jalur 2026 sekaligus pengukuhan tim kerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kuantan Singingi di halaman Kantor Satpol PP, Selasa (04/08/2026) pagi.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pengukuhan Petugas Tindak Internal, Tim Intelijen, dan Intelkam Satpol PP sebagai bagian dari penguatan organisasi dalam menghadapi berbagai agenda strategis daerah, khususnya Event Nasional Pacu Jalur 2026 yang akan digelar pada 19–23 Agustus mendatang.

Turut mendampingi Pj Sekda Kuansing, Kasat Pol PP Rio Kasiter, M.Si, Kalaksa BPBD Yulizar, Kepala Badan Kesbangpol Muhjelan Arwan, MH, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ir. Emerson.

Dalam amanatnya, Pj Sekda Muradi menegaskan bahwa apel gelar pasukan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk kesiapan seluruh personel dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan selama pelaksanaan Pacu Jalur yang menjadi kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi.

“Pacu Jalur merupakan agenda nasional yang menjadi wajah Kabupaten Kuantan Singingi. Karena itu, seluruh personel harus menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin, serta mengedepankan pendekatan yang humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Muradi.

Ia juga meminta seluruh unsur yang terlibat untuk memperkuat koordinasi lintas instansi agar pengamanan dapat berjalan optimal, sehingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan sukses.

“Keberhasilan Pacu Jalur bukan hanya tanggung jawab satu instansi, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Mari kita tunjukkan kesiapan terbaik demi menjaga nama baik Kuantan Singingi di tingkat nasional,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Pol PP Kuansing Rio Kasiter, M.Si mengatakan pengukuhan tim kerja menjadi langkah strategis dalam memperkuat kinerja Satpol PP, khususnya dalam menjalankan fungsi penegakan peraturan daerah, menjaga ketertiban umum, serta mendukung pengamanan event berskala nasional.

“Dengan terbentuknya tim tindak internal, intelijen, dan intelkam, diharapkan seluruh personel dapat bekerja lebih terarah, profesional, dan responsif terhadap setiap potensi gangguan yang dapat menghambat jalannya Pacu Jalur 2026,” tutup Rio.

Ia menambahkan, seluruh personel Satpol PP akan bersinergi dengan TNI, Polri, BPBD, dan seluruh stakeholder terkait guna menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif selama pelaksanaan Pacu Jalur.***




Tegaskan Berita Rp155 Miliar Hoaks Akibat Salah Tulis, MASRUL HAKIM: Target PAD Kuansing Rp255 Miliar

Teluk Kuantan – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Dr. H. Masrul Hakim, menegaskan bahwa informasi yang menyebut target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kuansing tahun 2026 sebesar Rp155 miliar adalah hoaks dan tidak sesuai dengan data resmi.

Menurut Masrul Hakim, target PAD Kabupaten Kuansing tahun 2026 yang benar adalah Rp255 miliar. Hingga Juli 2026, realisasi PAD telah mencapai sekitar Rp110 miliar atau 43,2 persen dari target.

“Berita yang menyebut target PAD sebesar Rp155 miliar tidak benar. Target yang sebenarnya adalah Rp255 miliar,” tegas Masrul kepada wartawan, Selasa malam.

Ia menduga kesalahan tersebut terjadi karena miskomunikasi atau kekeliruan dalam penulisan berita.

“Mungkin wartawan yang mengonfirmasi kepada saya salah mendengar atau terjadi salah penulisan. Target yang seharusnya Rp255 miliar justru tertulis Rp155 miliar, sehingga menimbulkan polemik di tengah masyarakat,” ujarnya.

Masrul berharap polemik tersebut segera diakhiri. Ia juga meminta pihak yang telah menyebarluaskan informasi yang keliru untuk segera melakukan klarifikasi kepada publik.

“Data target dan realisasi PAD sudah tertuang dalam laporan resmi Bapenda, sehingga tidak mungkin berubah di tengah jalan,” katanya.

Ia menambahkan, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuansing, H. Muklisin, juga telah menegur pihaknya terkait polemik tersebut. Karena itu, Bapenda segera meluruskan informasi bahwa target PAD Kabupaten Kuansing tahun 2026 tetap sebesar Rp255 miliar.

“Pak Plt Bupati juga sudah menegur kami terkait polemik ini. Kami tegaskan kembali bahwa target PAD Kuansing tahun 2026 adalah Rp255 miliar,” ujarnya.

Untuk mencapai target tersebut, Bapenda telah menyiapkan berbagai langkah, termasuk memperkuat personel di titik-titik sumber pendapatan serta menjalin kerja sama dengan aparat penegak hukum.

“Salah satu upaya kami agar target PAD dapat tercapai adalah meminta dukungan dari Kejaksaan dan Polres Kuansing. Selain menyiapkan personel di titik-titik sentuh PAD, kami juga melibatkan Kejaksaan dan Polres Kuansing dalam upaya optimalisasi pendapatan daerah,” tutup Masrul Hakim.***