Polsek Benai Gagalkan Peredaran 18,4 Kg Ganja, Dua Kurir Diamankan di Jalur Lintas Kuansing–Inhu

KUANTANSINGINGI,– Jajaran Polsek Benai, Polres Kuantan Singingi (Kuansing), berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis daun ganja kering dalam jumlah besar. Sebanyak 18 bungkus besar dengan berat kotor 18,4 kilogram diamankan bersama dua orang tersangka yang berperan sebagai kurir, Rabu (8/4/2026).

Pengungkapan kasus tersebut terjadi sekira pukul 02.30 WIB di Jalan Lintas Kuantan Singingi–Indragiri Hulu, tepatnya di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Pasar Benai, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi.

Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Benai IPDA Muhammad Ali Sodiq, S.Psi menyampaikan bahwa pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat terkait adanya pengiriman narkotika jenis ganja dari Pekanbaru menuju wilayah Kuansing.

“Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Polsek Benai melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi kendaraan yang digunakan pelaku, yakni mobil Avanza warna hitam,” ujar IPDA Ali Sodiq.

Setelah dilakukan pemantauan dan pembuntutan, petugas kemudian melakukan pengejaran dan berhasil menghentikan kendaraan tersebut di depan salah satu minimarket di wilayah Benai. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan satu karung berisi 18 paket besar yang dibungkus lakban warna coklat yang diduga berisi daun ganja kering.

Dua tersangka yang diamankan masing-masing berinisial N.A.Y (23), warga Minas, dan M.R.P (25), warga Pekanbaru. Keduanya diketahui berperan sebagai kurir dalam jaringan peredaran narkotika tersebut. Hasil tes urine menunjukkan kedua tersangka positif mengandung THC.

Selain barang bukti narkotika, petugas juga mengamankan dua unit handphone serta satu unit mobil Avanza warna hitam dengan nomor polisi BM 13XX CZ yang digunakan untuk mengangkut barang tersebut.

Kapolsek Benai menambahkan bahwa setelah penangkapan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polres Kuansing untuk proses penyidikan lebih lanjut. Tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polres Kuansing.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 111 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta Pasal 610 ayat (2) huruf a Jo Pasal 612 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana telah diubah dalam UU RI Nomor 1 Tahun 2026.

“Para tersangka terancam hukuman pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, bahkan dapat dijatuhi pidana seumur hidup atau hukuman mati, serta denda maksimal hingga Rp10 miliar,” tegas IPDA Muhammad Ali Sodiq.

Polres Kuansing menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya serta mengajak masyarakat untuk aktif memberikan informasi guna menciptakan lingkungan yang aman dan bersih dari narkoba.***

Sumber : Humas Polres Kuansing




Sekolah Rakyat Kuansing Ditargetkan Rampung Agustus 2026, Wabup Tekankan Kualitas dan Ketepatan Waktu

Teluk Kuantan – Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terus menunjukkan progres positif.

Proyek yang menjadi salah satu upaya peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat ini ditargetkan rampung pada Agustus 2026 mendatang.

Pengawas konstruksi, Ayub, menjelaskan bahwa hingga saat ini pekerjaan berjalan sesuai tahapan yang direncanakan. Ia optimistis seluruh proses pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu.

“Perkiraan Agustus 2026 pekerjaan sudah rampung dan bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kuansing, H. Muklisin, yang turun langsung meninjau lokasi pembangunan pada Jumat (10/4/2026), menegaskan agar pengerjaan tidak hanya mengejar target waktu, tetapi juga harus memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan

Ia menekankan bahwa Sekolah Rakyat ini memiliki peran penting sebagai sarana pendidikan alternatif bagi masyarakat, sehingga mutu bangunan harus benar-benar diperhatikan.

“Pengerjaan harus tepat waktu, namun tetap mengacu pada standar yang ada. Kualitas jangan sampai diabaikan,” tegas Muklisin.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup juga menyampaikan , di tunjuk nya Kuansing sebagai salah satu daerah yang mendapatkan bangunan Sekolah Rakyat, berkat arahan Pak Bupati, H Suhardiman Amby serta dukungan stakholder yang ada, ujarnya.

Wabup berharap, agar fasilitas pendidikan ini segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Giat hari ini kita meninjau perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat. Insyaallah Agustus sudah bisa dipakai,” ujarnya.

Keberadaan Sekolah Rakyat di Kuansing diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan yang lebih merata, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut, dan ini sesuai visi misi Kuansing, tukasnya.

Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk memastikan pembangunan berjalan optimal demi kepentingan masyarakat luas., tutupnya.***




Pengurus IKKS Pekanbaru, Arman Lingga Wisnu Apresiasi Kesederhanaan Kegiatan IWAKUSI Tanjung Pinang

Tanjungpinang – Kesederhanaan dalam pelaksanaan kegiatan Ikatan Warga Kuantan Singingi (IWAKUSI) Tanjungpinang mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Arman Lingga Wisnu, pengurus IKKS Pekanbaru, Kamis (9/4/2026).

Menurut Arman, pola kegiatan yang ditunjukkan IWAKUSI Tanjungpinang layak menjadi contoh bagi organisasi serupa di daerah lain, khususnya di Provinsi Riau. Ia menilai, meskipun acara digelar secara sederhana di mushalla atau surau, namun suasana kekeluargaan justru terasa lebih kuat dan hangat.

“Pengurus IKKS di Riau dan di daerah lain tampaknya perlu belajar dari IWAKUSI Tanjungpinang. Kesederhanaan tidak mengurangi makna, justru mempererat kebersamaan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, dua pimpinan daerah, yakni Wali Kota Tanjungpinang, Lisdarmansyah, dan Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, tampak berbaur langsung dengan masyarakat Kampung Taluk di Tanjungpinang.

Tidak terlihat sekat maupun protokoler yang kaku sebagaimana lazimnya acara resmi di hotel. Seluruh peserta duduk bersila, bercengkerama akrab, dan berdialog langsung tanpa pembatas.

Masyarakat terlihat antusias memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan aspirasi dan curahan hati secara langsung kepada para pemimpin daerah. Di sisi lain, kedua kepala daerah juga tampak responsif dan menikmati suasana kebersamaan tersebut.

Bahkan, jejjalan kue ala. Kampung halaman, mulai puluik kucuang, lopek, dan sejenisnya, terhidang cukup banyak dan sisiapkan secara gotong royong oleh mondek mondek Kuansing di perantauan.

Arman menilai, keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari peran Ketua Umum IWAKUSI, H. Huzaifah Dadang, bersama Maswito yang dikenal dengan nama pena Sahabat Jang Itam, serta seluruh pengurus yang mampu mengelola organisasi dengan baik.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada panitia dan tokoh-tokoh IWAKUSI lainnya, di antaranya Idrus Jas, Arifin, Syafrisalisman Suhendri, Zulkhairi, M. Yatim, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan acara tersebut.

Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada Arnida Warnis bersama Mondek-mondek IWAKUSI yang telah mengalungkan Batik Mustika Basrah—batik khas Kuantan Singingi—kepada Bupati, Sekda, dan Wali Kota Tanjungpinang.

Menariknya, Batik Mustika Basrah yang menjadi oleh-oleh khas Kuansing tersebut justru diproduksi di Tanjungpinang. Batik ini sebelumnya juga telah diberikan kepada Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat di Kuantan Singingi.

Kesederhanaan yang ditampilkan IWAKUSI Tanjungpinang membuktikan bahwa esensi kebersamaan dan kedekatan dengan masyarakat tidak selalu harus dibangun melalui acara mewah, melainkan dapat terwujud melalui suasana yang hangat, terbuka, dan penuh kekeluargaan.***




Sijago Merah Mengamuk di Pangean, Bupati Dr.H.Suhardiman Amby, MM, Instruksikan Bantuan Segera Disalurkan

PANGEAN – Kebakaran rumah warga terjadi di Desa Sako, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi, Rabu (9/4/2026) dini hari.

Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP dan Damkar Kuansing berhasil menjinakkan api setelah menerima laporan dari masyarakat.

Plt Kasat Pol PP dan Damkar Kuansing, Rio Kasyter Wandra, menyampaikan bahwa laporan kebakaran masuk ke Mako Damkar sekitar pukul 02.56 WIB. Petugas langsung bergerak cepat ke lokasi dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran.

“Damkar berhasil menjinakkan si jago merah, sehingga api tidak meluas ke bangunan lainnya,” ujarnya.
Kebakaran tersebut diduga disebabkan oleh korsleting listrik.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp.70 juta.
Adapun rumah yang terbakar diketahui milik Isal (53), warga Desa Sako.

Proses pemadaman juga turut dibantu oleh masyarakat setempat. Setelah berjibaku selama beberapa jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan situasi, dan seluruh tim kembali ke Mako sekitar pukul 05.35 WIB.

Sementara itu, Bupati Kuantan Singingi, H. Suhardiman Amby, yang menerima laporan kejadian tersebut langsung menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera memberikan bantuan kepada korban.

“Saya minta Dinas Sosial dan BPBD , serta Baznas segera menyalurkan bantuan untuk semua korban bencana di Kuansing,” tegasnya saat dihubungi terpisah.

Saat ini, kondisi di lokasi kejadian dilaporkan aman, tertib, dan terkendali. Pemerintah daerah diharapkan segera menindaklanjuti bantuan guna meringankan beban korban.***




Puji Kekompakan Warga Kuansing, Walikota Tanjung Pinang Apresiasi Kepedulian Bupati Dr.H.Suhardiman Amby, MM

Tanjungpinang – Ketua Ikatan Warga Kuantan Singingi (IWAKUSI) Tanjungpinang–Bintan, Drs. HZ Dadang, AG, MSi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, ke Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Dalam kegiatan silaturahmi warga Kuansing yang digelar di kawasan Kampung Bugis, Tanjungpinang, Dadang menyebutkan bahwa kehadiran Bupati Suhardiman merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat Kuansing di perantauan.

“Pak Bupati selama ini dikenal intens menjalin komunikasi dengan warga Kuansing di luar daerah.

Tidak hanya di Tanjungpinang, tetapi juga di Pekanbaru, Dumai, Siak, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, bahkan hingga Jakarta,” ujar Dadang, Rabu (8/4/2026).
Ia menambahkan, jumlah warga Kuansing yang merantau cukup besar, termasuk di wilayah Tanjungpinang dan Bintan. Banyak di antaranya telah berkeluarga dan menetap lama di perantauan.

“Sebagian bahkan sudah bertahun-tahun tidak pulang kampung karena kondisi ekonomi. Maka, kehadiran pemimpin daerah di tengah-tengah mereka menjadi obat rindu yang sangat berarti,” tambahnya.

Menurut Dadang, kegiatan IWAKUSI tahun ini sengaja dilaksanakan secara sederhana dan lebih dekat dengan masyarakat, yakni di kawasan Kampung Bugis yang menjadi salah satu pusat permukiman warga Kuansing di Tanjungpinang.

Hal tersebut juga sebagai bentuk empati terhadap kondisi ekonomi masyarakat, sekaligus menindaklanjuti saran dari Bupati Kuansing.

“Pak Bupati menyampaikan kesediaannya hadir asalkan kegiatan dilaksanakan di rumah warga atau di lingkungan masyarakat Kuansing. Karena itu, kami memilih Kampung Bugis, yang memang dihuni ratusan kepala keluarga asal Kuansing,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, didampingi Sekda Zulkarnaen, ST, MSi, mengapresiasi kekompakan dan rasa kekeluargaan warga Kuansing di Tanjungpinang.

“Bukan hanya ramainya acara ini, bahkan sejak di pelabuhan tadi, ratusan warga sudah menyambut kedatangan kami dengan penuh antusias,” ujarnya.

Bupati yang bergelar Datuk Panglimo Dalam itu juga menilai, warga Kuansing di perantauan memiliki peran penting dalam memberikan kontribusi pemikiran bagi pembangunan daerah.

“Saya meyakini, warga Kuansing di perantauan, dengan berbagai latar belakang ilmu dan pengalaman, turut memberikan masukan positif bagi pembangunan Kuansing,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memuji kekompakan warga Kuansing di Tanjungpinang.
“Kekompakan seperti ini menjadi kekuatan sosial yang luar biasa.

Saya melihat warga Kuansing di Tanjungpinang mampu menjaga solidaritas dan kebersamaan dengan sangat baik,” ujarnya.
Lis juga mengapresiasi kepedulian Bupati Kuansing terhadap warganya di perantauan.

“Kehadiran Bupati Kuansing di tengah masyarakat perantauan adalah bentuk perhatian dan kepemimpinan yang patut dicontoh. Ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak melupakan warganya, di mana pun mereka berada,” tutupnya.***




Polsek Benai Dukung Ketahanan Pangan, Panen Raya Jagung Pipil BUMDes Talontam Sukses Digelar

KUANTANSINGINGI,– Upaya mendukung program swasembada pangan terus digalakkan di Kabupaten Kuantan Singingi. Salah satunya melalui kegiatan panen raya jagung pipil yang dilaksanakan oleh BUMDes Sinar Talontam di Desa Talontam, Kecamatan Benai, Rabu (8/4/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.15 WIB ini berlangsung dengan lancar dan penuh kebersamaan, melibatkan unsur pemerintah kecamatan, aparat desa, serta jajaran TNI-Polri dan masyarakat setempat.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Benai yang diwakili Sekcam Rasali, S.H., Kapolsek Benai yang diwakili Ps. Kanit Binmas Aipda Juli Kurniawan, Kepala Desa Talontam R. Elpi Alfonso, Direktur BUMDes Sinar Talontam Fitriyanto, Babinsa Kopda Yudi Handrika, serta Bhabinkamtibmas Bripka Fauzi Gunawan.

Turut hadir pula Koordinator BPP Indra Winora, A.Md, BPP Kecamatan Benai Eni Wilta, ST beserta tim, PPL Desa Talontam Andri Kusnedi, S.Pt bersama tim, pendamping kecamatan Arqian, Ketua BPD Dion Siska, Sekdes Dino, personel Polsek Benai, serta tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama Desa Talontam.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, sambutan Kepala Desa Talontam dan Sekcam Benai, dilanjutkan dengan panen jagung secara simbolis, serta diakhiri dengan sesi foto bersama.

Panen raya ini dilakukan di lahan seluas 1,3 hektare dengan jenis tanaman jagung pipil yang dikelola melalui dana BUMDes Talontam Tahun Anggaran 2025.

Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Benai IPDA Muhammad Ali Sodiq, S.Psi menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan.

“Polri, khususnya Polsek Benai, siap mendukung penuh setiap program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk di sektor pertanian. Panen raya ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan stakeholder terkait dalam mendukung swasembada pangan,” ujar Kapolsek.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Dengan terlaksananya panen raya ini, diharapkan Desa Talontam dapat terus menjadi salah satu contoh desa yang aktif dalam mendukung program ketahanan pangan serta mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.***




Lima Hari Pencarian Intensif, Bocah 4 Tahun Yang Hilang di Cerenti Ditemukan Meninggal Dunia

CERENTI – Setelah lima hari pencarian intensif, bocah berusia 4 tahun yang sebelumnya dilaporkan hilang di wilayah Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Camat Cerenti, Erialis, S.Sos, Rabu 8/4/26 menyampaikan bahwa jenazah korban ditemukan di wilayah Desa Teluk Pauh Cerenti, sekitar pukul 11.10.wib pagi ini.

“Assalamualaikum, izin melaporkan kepada Bapak Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda. Alhamdulillah jenazah telah ditemukan di wilayah Desa Teluk Pauh,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses pencarian.

Menurutnya, pencarian ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, BPBD, Damkar, Satpol PP, pihak kepolisian, TNI, tenaga kesehatan, hingga masyarakat setempat.

“Pemerintah kecamatan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh tim yang telah bekerja keras dalam pencarian korban,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kuantan Singingi, Marel, yang berada di lokasi saat penemuan, membenarkan bahwa korban telah ditemukan oleh tim gabungan. Proses pencarian dilakukan secara menyeluruh sejak korban dilaporkan hilang, dengan menyisir aliran sungai serta area sekitar lokasi kejadian.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di sekitar wilayah perairan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.***




DPRD Apresiasi Kinerja RSUD Teluk Kuantan, Pelayanan Tetap Jadi Sorotan

Teluk Kuantan – Ketua Komisi III DPRD Kuantan Singingi, Maulana Imam Saleh, mengapresiasi peningkatan kinerja dan pelayanan RSUD Teluk Kuantan.

Hal itu disampaikannya saat hearing bersama direktur dan jajaran RSUD Teluk Kuantan, Senin (6/6/2026).

Meski demikian, anggota Komisi III lainnya, Berta Uli Sinurat dan Nurjamil, tetap memberikan sejumlah catatan terkait pelayanan rumah sakit tersebut.
Berta Uli Sinurat mengakui adanya perbaikan dibandingkan sebelumnya, namun meminta manajemen RSUD terus melakukan rotasi internal guna meningkatkan kualitas layanan.

“Sudah membaik dibandingkan sebelumnya, tapi kami minta manajemen RSUD senantiasa melakukan rotasi internal agar pelayanan lebih baik. Kami masih menerima keluhan masyarakat terkait pelayanan yang lamban dan kurang ramah,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Nurjamil. Ia menilai fasilitas RSUD mulai mengalami peningkatan, namun beberapa aspek pelayanan masih perlu terus dibenahi.

Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD Teluk Kuantan, Benny Antoni, menyampaikan terima kasih atas apresiasi serta masukan dari pimpinan dan anggota DPRD.

Menurutnya, pihak RSUD telah mengambil langkah tegas dengan merumahkan sedikitnya 12 tenaga kesehatan pada tahun 2025 lalu akibat masalah disiplin dan keluhan pelayanan.
“Ini bentuk komitmen kami agar pelayanan RSUD semakin baik,” ujar Benny.
Ia menambahkan, pembinaan terhadap tenaga kesehatan akan terus dilakukan secara berkelanjutan sesuai saran DPRD.

Untuk mendukung peningkatan layanan, RSUD Teluk Kuantan juga telah menyiapkan 180 tempat tidur pasien, dengan 70 unit di antaranya merupakan tambahan baru. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibanding sebelumnya yang hanya sekitar 90 tempat tidur.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan serta menekan angka rujukan pasien yang setiap tahunnya mencapai lebih dari seribu orang.

Selain itu, sejumlah fasilitas dan peralatan medis juga terus ditingkatkan, sejalan dengan arahan Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, bersama wakil bupati dan sekretaris daerah.***




Rumah Makan Liza Ocu di Singingi Hilir Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta

Teluk Kuantan – Sebuah rumah makan milik warga di Desa Tanjung Pauh, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi dilalap si jago merah pada Selasa (7/4/2026) dini hari.

Peristiwa kebakaran tersebut pertama kali dilaporkan masyarakat sekitar pada pukul 03.10 WIB. Mendapat laporan tersebut, tim pemadam kebakaran langsung bergerak menuju lokasi kejadian dengan menempuh jarak sekitar 85 kilometer.

Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 04.50 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman. Dalam operasi tersebut, satu unit mobil pemadam kebakaran (MPK 06) diterjunkan dengan kekuatan lima personel.
Objek yang terbakar diketahui merupakan Rumah Makan Liza Ocu milik Lisdawati (55), warga setempat. Akibat kejadian ini, kerugian materi ditaksir mencapai kurang lebih Rp300 juta.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.

Proses pemadaman akhirnya berhasil diselesaikan pada pukul 06.10 WIB. Selain petugas damkar, upaya pemadaman juga dibantu oleh unsur TNI dan masyarakat Desa Tanjung Pauh.

Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Kuantan Singingi, Rio Kasyter Wandra, menyampaikan bahwa situasi di lokasi kejadian saat ini dalam kondisi aman, tertib, dan terkendali.***




Konflik Lahan Kembali Memanas, PT. CRS : Silahkan Buktikan Melalui Jalur Hukum !

KUANTAN SINGINGI – Mediasi di Polres Kuantan Singingi Deadlock, Konflik lahan antara PT Citra Riau Sarana (CRS) dengan PT Wanasari Nusantara kembali memanas. Alih-alih menempuh jalur hukum perdata sebagaimana disarankan dalam berbagai upaya mediasi, PT Wanasari Nusantara diduga terus menggunakan cara-cara represif, mulai dari pengerahan massa hingga penggunaan alat berat untuk menguasai lahan secara paksa.

Dalam mediasi yang difasilitasi oleh Polres Kuansing senin 6 April 2026 antara PT.CRS dengan PT. Wanasari Nusantara terkait adanya tumpang tindih perizinan Kembali Deadlock, sehingga Polres Kuansing melalui Bapak Wakapolres menawarkan untuk dilakukan kembali mediasi dalam waktu 3 -4 hari kedepan yang melibatkan Forkopimda Kabupaten Kuantan Singingi dan menghimbau agar PT.Wanasari Nusantara menahan diri untuk menggunakan cara-cara represif, mulai dari pengerahan massa hingga penggunaan alat berat untuk menguasai secara paksa lahan PT. Citra Riau sarana yang sudah dikuasai selama 24 tahun tidak di indahkan.

Sementara itu PT. Citra Riau Sarana menyampaikan akan tetap melakukan kegiatan operasional areal tersebut karena tanaman kelapa sawit adalan milik PT.CRS yang ditanam dan dikuasai selama 24 tahun dan sudah mendapatkan dokumen perizinan dari Pemerintah yang berwenang.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, sengketa ini telah berlangsung sejak 2024 dan diwarnai sejumlah insiden serius, bahkan menimbulkan korban jiwa.

Mei 2024: Awal Aksi Pengrusakan

Aksi sepihak pertama terjadi pada Kamis, 16 Mei 2024. Sekelompok orang yang diduga preman, di bawah instruksi pimpinan PT Wanasari Nusantara, melakukan pengrusakan terhadap tanaman kelapa sawit produktif milik PT CRS.

Kelompok tersebut dipimpin oleh dua orang berinisial PU dan RS yang mengaku bertindak atas perintah direksi perusahaan yang berdomisili di Malaysia. Dalam aksi tersebut, sebanyak enam unit ekskavator dikerahkan untuk merusak lahan seluas kurang lebih 56 hektare.

Sehari berselang, pada 17 Mei 2024, upaya serupa kembali dilakukan. Namun, pihak keamanan PT CRS berhasil menggagalkan aksi tersebut dan mengamankan satu unit ekskavator jenis Hitachi PC 200 yang kemudian diserahkan kepada penyidik Sat Reskrim Polres Kuansing sebagai barang bukti.

September 2024: Bentrok Berdarah
Konflik memuncak pada Jumat, 6 September 2024. Pengrusakan kembali terjadi dengan pengawalan dari pihak PT Wanasari Nusantara, yang kemudian berujung pada bentrokan fisik di lokasi.
Insiden tersebut menelan korban jiwa, yakni seorang anggota keamanan PT CRS. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam proses penanganan oleh pihak berwenang di Polres Kuantan Singingi.

April 2026: Intimidasi dan Dugaan Keterlibatan Oknum
Setelah sempat mereda, ketegangan kembali meningkat pada Sabtu, 4 April 2026. PT Wanasari Nusantara diduga mengerahkan massa dalam jumlah besar, diperkirakan antara 150 hingga 200 orang.

Dalam aksi tersebut, pengrusakan lahan kembali dilakukan dengan menggunakan tiga unit ekskavator. Situasi semakin memprihatinkan karena adanya dugaan keterlibatan oknum aparat yang turut berada di lokasi.
Sekitar 10 orang yang diduga berasal dari kesatuan TNI, yakni Detasemen Rudal Dumai dan Yonif 850, disebut berada di area konflik. Kehadiran mereka, bersama massa menciptakan suasana mencekam bagi para pekerja PT.Citra Riau Sarana di lapangan.

Sikap PT Citra Riau Sarana
Menanggapi rangkaian peristiwa tersebut, pihak PT CRS menyayangkan sikap PT Wanasari Nusantara yang dinilai tidak menunjukkan itikad baik dalam menyelesaikan sengketa.
PT CRS menegaskan bahwa pihaknya telah menguasai lahan tersebut secara sah sejak tahun 2001 dan tetap terbuka untuk menyelesaikan persoalan melalui jalur hukum.

“Kami tetap pada posisi mempertahankan hak atas lahan yang kami peroleh secara sah sesuai ketentuan perundang-undangan. Jika pihak PT Wanasari Nusantara merasa memiliki hak, silakan dibuktikan melalui jalur hukum atau perdata, bukan dengan cara-cara premanisme,” tegas perwakilan PT CRS.***