KOPERASI MERAH PUTIH DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI RESMI BEROPERASI

TELUK KUANTAN — Koperasi Merah Putih (KMP) di 229 Desa/Kelurahan yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi resmi beroperasi setelah dilaunching secara serentak oleh Presiden RI, H Prabowo Subianto, Senin (21/7/2025).

Usai dilaunching Bupati Kuantan Singingi Dr. H. Suhardiman Amby yang hadir secara langsung berharap keberadaan Koperasi Merah Putih ini bisa memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Desa/Kelurahan.
“Harapannya bisa segera bekerja untuk merumuskan langkah kedepannya, yang penting bagaimana koperasi merah putih ini bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Launching yang dipusatkan di gedung Abdoer Rauf Teluk Kuantan ini juga dihadiri oleh seluruh ketua KMP, Kepala Desa serta BPD se Kabupaten Kuantan Singingi.

Ditempat yang sama Kadis Kopdagrin Delis Martoni melalui Kabid Perkoperasian mengatakan “Alhamdulillah, 229 desa/kelurahan di Kuansing sudah tuntas membentuk Koperasi Merah Putih, dan baru saja ikut launching serentak oleh Presiden RI,” pungkasnya.
“Dengan dilaunching secara serentak ini, maka Pengurus KMP sudah bisa menjalankan program dan kegiatan koperasi yang disusun lewat unit kegiatan”.
“Unit kegiatan ini disusun berdasarkan hasil musyawarah pengurus KPM. “Teknis sama dengan koperasi pada umumnya, dan Dinas Kopdagrin Kabupaten hanya melakukan pembinaan dan pengawasan praktek dilapangan” tutup Endripon Kabid Perkoperasian.




BUKA SOSIALISASI PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN, Drs. Rustam : “Literasi Sampai Mati”

Teluk Kuantan – Dalam rangka peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, Pemkab Kuansing terus mendorong kemajuan literasi melalui penguatan peran perpustakaan ditingkat Kelurahan/Desa.

Hal ini tercermin dalam kegiatan Sosialisasi Pengembangan Perpustakaan yang dibuka oleh Bupati Kuantan Singingi diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Drs. Rustam pada hari Rabu (16/07/2025) di Lantai Dasar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kuansing.

Drs. Rustam mengatakan pentingnya peran perpustakaan Kel/Desa sebagai pusat informasi dan ruang pembelajaran masyarakat. Ia menyebut perpustakaan bukan hanya tempat buku disimpan, tetapi simbol kehadiran negara di tengah masyarakat.

“Di perpustakaanlah anak-anak mengenal dunia, remaja menumbuhkan mimpi, dan orang tua memperoleh informasi yang bermanfaat. Perpustakaan bisa menjadi ruang pemersatu dan penggerak komunitas, terutama jika dikelola secara inklusif dan partisipatif,” ujarnya.

Drs. Rustam menekankan agar Kepala Desa dan Lurah dapat menjadikan perpustakaan sebagai bagian strategis dari pembangunan, bukan sekadar pelengkap.

“Jika kita ingin melakukan perubahan besar, maka kita harus memulainya dari yang paling mendasar, yakni membangun kesadaran dan kemampuan membaca serta berpikir kritis di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Perpustakaan Daerah Kuansing, Shanti Evi Dimeti, S.H, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan sosialisasi ini menjadi langkah penting untuk menyikapi berbagai tantangan dalam pengembangan perpustakaan di desa.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga membangun komitmen bersama dalam mewujudkan perpustakaan sebagai ruang sosial yang aman, menarik, dan relevan.
“Ini adalah langkah konkret untuk mendukung visi Perpustakaan Nasional RI, yaitu mewujudkan bangsa bermartabat melalui literasi,” tutup Shanti.

Acara Sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau, Wildan Hadi Putra, S.STP, M.Si, yang memberikan pemaparan teknis dan strategis mengenai pengembangan perpustakaan desa berbasis inklusi sosial.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Staf Ahli Bupati, Kepala Bappedalitbang, Kadis Sosial PMD, Kadis Dikpora, Kadis Kominfoss, Bunda Literasi Kabupaten Kuansing.




RAIH PERINGKAT KE 4, PEMKAB KUANSING BERIKAN APRESIASI DAN BONUS KEPADA KAFILAH KUANSING

Teluk Kuantan — Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi memberikan apresiasi dan bonus kepada Kafilah MTQ Kuansing yang telah berhasil mengharumkan nama daerah pada helat Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-43 tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Bengkalis, beberapa waktu lalu.

Acara silaturahmi dan pemberian bonus tersebut berlangsung di Ruang Multimedia Kantor Bupati Kuantan Singingi, Senin (14/07/2025), dan dihadiri oleh Bupati Kuansing Dr.H. Suhardiman Amby, MM yang diwakili oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) dr. H. Fahdiansyah, Sp.OG.

Pj. Sekda dalam arahannya menyampaikan rasa terima kasih atas capaian yang diraih oleh para peserta, pelatih, official, dan seluruh tim pendukung. “Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Terima kasih telah mengharumkan nama Kuansing di tingkat provinsi,” ujar Fahdiansyah.

“Tahun 2026 kita dipercaya sebagai tuan rumah. Oleh sebab itu mulai dari sekarang kita persiapakan walaupun waktunya masih panjang, dan kita tidak hanya ingin sukses sebagai tuan rumah, tapi juga menargetkan juara umum,” tegasnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kuantan Singingi, H. Suhelmon, MA, C.Qem, dalam penyampaiannya menyebutkan bahwa dari 10 cabang yang dilombakan, hanya satu cabang yang belum berhasil meraih juara. Ia juga mencatat bahwa meskipun peringkat tahun ini sama dengan tahun lalu, secara kualitas terjadi peningkatan. “Jumlah nilai dan jumlah peserta yang meraih juara mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya,” jelas Suhelmon.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli, Asisten Administrasi Umum Setda Kuansing, Kabag Kesra, jajaran Kemenag, pengurus LPTQ, serta seluruh peserta kafilah yang telah mengukir prestasi pada MTQ Provinsi.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemkab Kuansing menyerahkan bonus secara simbolis kepada para peserta yang meraih juara. Kegiatan ditutup dengan makan bersama dan ramah tamah, menciptakan suasana penuh keakraban dan kebanggaan atas pencapaian yang telah diraih.




Berkomitmen Perjuangkan Pacu Jalur Sebagai WBTb Dunia, Bupati Kuansing Apresiasi Kementerian Kebudayaan

Jakarta – Budaya Pacu Jalur Kuantan Singingi, saat ini sudah memasuki usia 120 tahun sejak pertama kali dilombakan mulai pada tahun 1905. Seiring perjalanannya budaya kebanggaan masyarakat Kuansing kini telah menarik perhatian dunia.

Perhatian ini tak terlepas dari peran serta para konten kreator yang menyajikan tangkapan video saat perlombaan belangsung, hingga aksi “Togak Luan” Dikha (penari haluan) menarik perhatian dunia di berbagai belahan benua baik Amerikan maupun Eropa.

Viralnya aksi Togak Luan, juga sampai ke telinga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Fadli Zon, ia pun mengundang Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, dalam taklimat media bertajuk Temu Media Tradisi Pacu Jalur, dalam rangka memperkuat pemahaman publik terhadap promosi kekayaan budaya nasional, Rabu (09/07/2025) di Jakarta.

Dalam giat taklimat media yang digelar di Gedung A lantai 2, Kementerian Kebudayaan ini, hadir langsung Bupati Kuansing, Dr. H. Suhardiman Amby, MM Kadis Pariwisata Azhar Ali, serta Dikha, togak luan Pacu Jalur yang viral lewat medsos tiktok dan instagram.

Fadli Zon, mengapresiasi apa yang telah dilaksanakan pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, berupa Pacu Jalur yang telah menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Indonesia sejak tahun 2015.

Pacu Jalur tercatat sebagai WBTb Indonesia berdasarkan SK Penetapan nomor 186/M/2015 berasal dari Provinsi Riau. Penetapan ini bertujuan untuk memberikan perlindungan hukum dan pengakuan nasional terhadap budaya lokal.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menegaskan Pacu Jalur sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia yang harus dipromosikan ke dunia. Saat ini menurutnya sudah menarik perharian publik baik nasional maupun internasional.

Fadli Zon, berkomitmen Kementerian Kebudayaan akan berupaya untuk memperjuangkan Pacu Jalur sebagai WBTb dunia.

“Meskipun antrian cukup banyak, namun akan kita perjuangkan dan kita buatkan kajian, naskah akademik, serta dossier. Dengan informasi yang ada akan lebih mudah untuk kita daftarkan,” katanya optimis.

Bupati Kuansing, kesempatan ini menyampaikan terimakasihnya kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon, yang telah memberi ruang untuk menyampaikan secara langsung budaya Riau, milik Kuansing, yang telah berusia ratusan tahun.

Perjalanan Pacu Jalur kata Bupati dari masa ke masa, telah berlangsung ratusan tahun, saat ini telah mencapai usia 120 tahun dan pertama kali diperkenalkan pada masa penjajahan Belanda tahun 1905.

Bupati menyebutkan, awalnya jalur digunakan untuk mengangkut hasil bumi kebutuhan sehari-hari, kemudian tradisi ini berkembang menjadi perlombaan perahu yang dipersembahkan untuk Ratu Wilhelmina setiap tahunnya pada 31 Agustus.

Setelah Indonesia merdeka, Pacu Jalur berubah fungsi menjadi ajang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang rutin diselenggarakan setiap bulan Agustus dan kini menjadi agenda pemerintah daerah.***




Kunjungan Langsung ke RSUD Teluk Kuantan, Bupati Kuansing Pastikan Pelayanan Maksimal dan Prima Untuk Masyarakat

KUANSING – Bupati Kuantan Singingi, Dr.H.Suhardiman Amby, MM melakukan kunjungan langsung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teluk Kuantan guna memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan baik dan maksimal, Selasa (08/07/2025).

Setibanya Bupati Kuansing Suhardiman Amby disambut oleh Direktur RSUD dr. Benni Antomy, M. Ked (an)., Sp., An, lalu berkeliling melihat pelayanan dan bercengkrama dengan sejumlah pasien di ruangan.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Suhardiman Amby berdialog langsung dengan beberapa pasien dan keluarga pasien. Ia ingin mendengar langsung keluh resah pendapat masyarakat mengenai pelayanan RSUD. Hasilnya, sebagian besar pasien menyatakan bahwa pelayanan di RSUD Teluk Kuantan sudah sangat baik dan bagus.

“Hari ini kami berkunjung ke RSUD Teluk Kuantan guna memastikan pelayanan berjalan dengan baik dan maksimal. Saat menemui beberapa pasien dan bertanya langsung, mereka mengatakan bahwa pelayanan di RSUD sudah sangat baik,” ujar Bupati.

Bupati juga mengapresiasi kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Teluk Kuantan. Ia menegaskan bahwa Pemkab Kuansing terus berkomitmen untuk melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit daerah ini.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat Kuantan Singingi yang sudah mempercayai RSUD Teluk Kuantan. Dengan ini kami menghimbau dan menginformasikan kepada masyarakat Kuantan Singingi bahwa pelayanan di RSUD akan terus ditingkatkan dan akan terus berbenah,” ucapnya.

Dikesempatan itu, ia juga berpesan kepada seluruh tenaga medis di RSUD Teluk Kuantan untuk terus maju dalam memberikan pelayanan maksimal dan prima kepada masyarakat Kuansing.
“Teruslah memberikan yang terbaik, agar seluruh pasien merasa nyaman saat berobat dan menjalani perawatan,” pungkasnya.

Turut mendampingi Bupati dalam kunjungan tersebut sejumlah pejabat daerah, Direktur dan tenaga medis RSUD. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya monitoring langsung guna mendorong peningkatan mutu layanan kesehatan di daerah.***




Ungkap Kasus Pencurian dengan Pemberatan, Dua Pelaku diamankan Polsek Benai

KUANSING – Jajaran Kepolisian Sektor Benai di bawah naungan Polres Kuantan Singingi berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di wilayah Kelurahan Benai, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi, Selasa (08/07/2025).

Kasus ini mencuat setelah adanya laporan dari seorang warga bernama Ibahati, pensiunan asal Pekanbaru, yang mengalami kehilangan berbagai barang berharga dari rumah miliknya.

Kapolres Kuantan Singingi, AKBP Angga F. Herlambang, S.I.K., S.H., melalui Kapolsek Benai IPDA Hainur Rasid, S.H., menyampaikan bahwa kejadian tersebut pertama kali diketahui pada Kamis, 3 Juli 2025. Korban mendapat informasi dari saksi bernama EF, yang mengabarkan bahwa rumah milik Ibahati yang berada di Dusun Tiga RT 007 RW 008 Kelurahan Benai telah dibobol oleh pelaku pencurian.

Menindaklanjuti informasi tersebut, korban segera menghubungi keluarganya yang tinggal di Benai untuk memeriksa kondisi rumah. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui bahwa sejumlah besar barang telah hilang, termasuk satu unit AC, televisi, kulkas, mesin cuci, kompor gas, lemari plastik, kursi panjang, kipas angin, mesin air, alat-alat pecah belah, serta tikar rotan. Total kerugian ditaksir mencapai lebih dari empat belas juta rupiah.

Korban kemudian segera kembali ke Benai dari Pekanbaru dan melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Benai pada Jumat, 4 Juli 2025. Menyikapi laporan tersebut, jajaran Polsek Benai langsung melakukan penyelidikan dan pendalaman kasus.

Dari hasil penyelidikan intensif, diketahui bahwa pencurian dilakukan oleh tiga orang pelaku yang masing-masing dikenal dengan nama inisial (D), R(27), dan P(22). Pada Senin, 7 Juli 2025, tim berhasil mengamankan tersangka R(27) di rumahnya yang berlokasi di Desa Benai Kecil. Dalam pemeriksaan, R(27) mengakui keterlibatannya dalam pencurian tersebut dan menyebut dua rekannya.

Selanjutnya, tim melanjutkan penangkapan terhadap P(22) yang juga berhasil diamankan di hari yang sama. P(22) mengakui bahwa dirinya bersama R(27) dan (D) telah melakukan pencurian di rumah milik Ibahati pada malam hari tanggal 24 Juni 2025. Sementara itu, tersangka (D) tidak berada di rumah saat hendak diamankan dan kini berstatus sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang). Kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap yang bersangkutan.

Beberapa barang bukti berhasil ditemukan dan diamankan, antara lain satu unit televisi, satu unit kulkas, satu unit mesin cuci, dan satu unit mesin air. Sejumlah barang lainnya masih dalam proses pencarian dan pelacakan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Kapolres Kuantan Singingi, AKBP Angga F. Herlambang, S.I.K., S.H., menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan komitmen jajaran Polres dalam menjaga keamanan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. Ia juga mengapresiasi langkah cepat dan kerja keras anggota Polsek Benai yang berhasil mengungkap kasus dalam waktu singkat.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan di wilayah hukum kami. Polres Kuansing akan terus berupaya maksimal memberikan pelayanan terbaik dan penegakan hukum yang tegas. Kepada masyarakat, kami mengimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan, menjaga lingkungan, serta segera melaporkan jika mengetahui adanya tindak kriminal,” tegas AKBP Angga dalam pernyataannya melalui Kapolsek Benai.

Saat ini kedua tersangka tengah menjalani proses penyidikan lebih lanjut di Polsek Benai. Mereka dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke-3e, 4e, 5e juncto pasal 480 ke-1e Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman pidana penjara maksimal tujuh tahun.

Polres Kuantan Singingi melalui Polsek Benai memastikan bahwa proses hukum terhadap para pelaku akan dilakukan sesuai prosedur dan tetap mengedepankan prinsip keadilan. Pengembangan kasus juga terus dilakukan guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku lainnya serta upaya untuk mengembalikan sisa barang milik korban.” Pungkas Kapolsek.

Sumber: Humas Polres Kuatan Singingi




DPD Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kuansing Peringati Tahun Baru 1447 Hijriyah

KUANSING – Teluk Kuantan DPD IKM (Ikatan Keluarga Minang) Kuantan Singingi mengadakan acara menyambut Tahun baru Islam 1 Muharam 1447 H di Sekretariat IKM di Simpang Tiga, Teluk Kuantan, pada hari Jum’at 27 Juni 2025. Acara tersebut berisikan tema ” Semangat Baru Untuk Memperbaiki Diri Dan Meningkatkan Silaturrahmi di antara Kita (Dek Basamo Mangko Manjadi)”.

IKM merupakan wadah silaturahmi warga Kuantan Singingi yang berasal dari Minangkabau. Berdiri pada Oktober 2024, organisasi kemasyarakatan ini diketuai oleh Yanuardi, S.H.,M.H, Subhan Shabri, S.Pd., M.Pd sebagai sekretaris dan Karnedi, S.H sebagai bendahara beserta segenap tokoh-tokoh Kuansing asal Minang.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah masyarakat perantau Minang yang tinggal di Kuansing.

Ketua IKM Kuansing Yanuardi, yang merupakan purnawirawan polisi ini, berharap acara ini dapat mempererat ukhuwah Islamiyah dan tali persaudaraan di antara perantau Minang yang ada di Kuansing.

“Mari kita jadikan momentum 1 Muharam Tahun Baru Islam ini untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. InsyaAllah, Allah memberikan berkah-Nya kepada kita semua. Semoga kita semua mendapat syafaat dari Rasulullah SAW,” ujarnya.

Yanuardi mengingatkan bahwa peringatan 1 Muharam Tahun Baru Islam bukanlah hanya sebuah seremonial belaka, tetapi juga merupakan kesempatan untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW.

“Melalui peringatan ini, mari kita refleksikan dan amalkan ajaran-ajaran Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, agar kita menjadi umat yang lebih baik,” ujarnya.

Acara tersebut diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya ceramah agama Oleh Ustad Sakirin Jakfar yang mengangkat tema tentang hikmah dan makna dari 1 Muharam Tahun Baru Islam, yang diharapkan dapat memberikan wawasan dan kekuatan spiritual bagi seluruh umat Islam yang hadir Di sekretariat IKM Kuansing

Kegiatan ditutup dengan do’a dan foto bersama pengurus dan masyarakat IKM Kuansing.***




Polsek Benai Gelar Sosialisasi Cegah Tindakan Kriminal dan Bullying di Pondok Pesantren Syafa’aturrasul 2 Putra

KUANSING — Dalam rangka menumbuhkan kesadaran hukum serta membangun karakter pelajar yang berakhlak dan bermoral tinggi, Polsek Benai melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Bahaya Tindakan Kriminal dan Pencegahan Bullying” di Pondok Pesantren Syafa’aturrasul 2 Putra yang terletak di Desa Jalur Patah, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi, Senin (9/6/2025).

Kegiatan yang berlangsung pada Senin pagi ini dimulai pukul 09.45 WIB dan dipimpin langsung oleh Kapolsek Benai, IPDA Hainur Rasyid, SH. Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan pimpinan pondok pesantren, yakni Ustad Septian Kusuma Wijaya, beserta para guru dan staf pengajar. Sekitar 150 orang santri tampak antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung penuh kekeluargaan dan edukatif ini.

Acara dibuka dengan pembacaan doa, kemudian dilanjutkan sambutan dari pihak pondok pesantren yang disampaikan oleh Ustad Septian Kusuma Wijaya. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kehadiran pihak kepolisian yang telah bersedia hadir dan memberikan penyuluhan penting kepada para santri. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih luas kepada santri mengenai pentingnya etika dan hukum dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pesantren maupun di masyarakat.

Kapolres kuantan Singingi AKBP Angga F. Herlambang, S.I.K., S.H., melalui Kapolsek Benai IPDA Hainur Rasyid, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mencegah munculnya tindak kriminal di kalangan remaja serta menekan angka bullying di lingkungan pendidikan, khususnya di pondok pesantren. Ia menyampaikan bahwa saat ini masih sering ditemukan tindakan-tindakan yang tergolong sebagai bullying, seperti mempermalukan teman yang melakukan kesalahan, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Hal ini sangat merugikan dan berpotensi menimbulkan dampak psikologis yang serius terhadap korban.

Kapolsek juga mengajak para santri untuk senantiasa menjaga sikap, bertutur kata baik, dan tidak terpengaruh oleh ajakan negatif dari lingkungan sekitar. Ia menegaskan bahwa tindakan kriminal seperti pencurian, kekerasan, penyalahgunaan narkoba, hingga perundungan tidak hanya merusak masa depan pelakunya, tetapi juga mencoreng nama baik keluarga dan lembaga pendidikan tempat mereka menuntut ilmu.

“Melalui penyuluhan ini, kami ingin membekali para santri dengan pemahaman hukum dan moralitas yang kuat agar mereka bisa menjadi generasi penerus yang bukan hanya cerdas secara intelektual dan religius, tetapi juga sadar hukum dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” ujar IPDA Hainur Rasyid.

Sebagai bentuk dukungan moral dan spiritual, Kapolsek Benai menyerahkan lima buah Al-Qur’an kepada pihak Pondok Pesantren Syafa’aturrasul 2 Putra. Penyerahan ini dilakukan secara simbolis kepada Ustad Septian Kusuma Wijaya dan disambut hangat oleh para peserta kegiatan.

Kegiatan sosialisasi ini berakhir sekitar pukul 11.00 WIB dalam suasana tertib dan aman. Baik pihak pondok pesantren maupun para santri menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkala, guna membina karakter pelajar yang lebih disiplin, toleran, dan beradab.” Pungkas Kapolsek.

Sumber: Humas Polres Kuatan Singingi




Untuk Mengokohkan Marwah Adat dan Kearifan Lokal, Pengurus LAN dan LAMR KUANSING Resmi dikukuhkan.

KUANSING – Dalam suasana khidmat dan penuh nilai budaya, telah dilaksanakan Pengukuhan Pengurus Limbago Adat Nagori (LAN) Kabupaten Kuantan Singingi serta Pengukuhan Pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kuantan Singingi pada hari Minggu 08/06/2025, bertempat di Balai Datuk Panglimo Dalam Desa Pulau Panjang Hulu, Kecamatan Inuman.

Acara Pengukuhan yang di lakukan serentak ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kelembagaan adat di Kabupaten Kuantan Singingi, sebagai bagian dari pelestarian nilai-nilai luhur dan identitas budaya Melayu di Riau. Pengukuhan Limbago Adat Nagori ( LAN ) dilakukan langsung oleh Bupati Kuantan Singingi yang juga merupakan ketua Umum, sementara Lembaga Adat Melayu Riau ( LAMR ) Kabupaten Kuantan Singingi di lakukan oleh ketua DPH LAMR Provinsi Riau Datuk Seri Taufik Ikram Jamil.

Hadir dalam kesempatan ini sejumlah tokoh penting daerah dan nasional, antara lain Anggota DPR RI Dr. Syahrul Aidi Ma’azad, Lc., MA, Anggota DPRD Provinsi Riau H. Zul Hendri, S.E., Bupati Kuantan Singingi Dr. H. Suhardiman Amby, Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi Juprizal, SE beserta anggota, serta beberapa perwakilan Pengurus Harian (DPH) LAMR Provinsi Riau dan Pemangku adat, ninik mamak, alim ulama, cerdik pandai, serta tokoh masyarakat lainnya.

Saat di wawancarai usai acara, Ketua DPH LAMR Kabupaten Kuantan Singingi Datuk Seri Drs. Masnur Judin, MM yang baru dikukuhkan menyatakan komitmennya menjadikan LAMR sebagai lembaga adat yang aktif menjaga, mengayomi, dan memperkuat peran adat dalam kehidupan sosial masyarakat. Ia menegaskan bahwa adat adalah tiang kokoh dalam membangun karakter dan peradaban Melayu yang tangguh.

Selain itu Datuk Seri Masnur Judin juga menegaskan pentingnya sinergi antara adat dan pemerintahan dalam membina masyarakat.

“Adat bukan sekadar warisan, tapi pedoman hidup yang membentuk jati diri kita sebagai anak negeri,” ujarnya.

Anggota DPR RI Syahrul Aidi Ma’azad dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya pengukuhan ini dan menyatakan dukungannya terhadap eksistensi lembaga adat dalam pembangunan bangsa. Ia menyampaikan bahwa adat Melayu harus menjadi benteng dalam menghadapi perubahan zaman.

” Pemerintah membangun Infrastruktur dan Pemangku adat Membangun Mental Anak Cucu Kemenakan ini akan menjadi kombinasi yang kuat”. Harap nya

Senada dengan itu, Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby Dt. Panglimo Dalam juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga adat untuk menjaga nilai-nilai luhur serta membangun masyarakat yang beradab, bermartabat, dan berbudaya.

” Kolaborasi antara Limbago Adat Nagori dan Lembaga Adat Melayu Riau ( LAMR ) Kuantan Singingi bersama Pemerintah Daerah di harapkan dapat berjalan dengan baik, Tigo Tungku sajorangan adalah simbol kolaborasi yang kuat dalam mencapai apa yang kita cita citakan bersama. Mari Bersama sama membangun Kuantan Singingi”. Pinta nya

Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah sebagai wujud silaturahmi dan kekompakan masyarakat adat Kuantan Singingi.

Pengukuhan ini menjadi momentum strategis untuk menghidupkan kembali peran adat dalam tatanan sosial kemasyarakatan, serta mempertegas identitas budaya Melayu sebagai pilar utama pembangunan yang berlandaskan kearifan lokal.***




8 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT-DD Koto Benai Tahap 2 tersalurkan, Ini Ucap Warga !

KUANSING – Pemerintah Desa Koto Benai Kecamatan Benai salurkan BLT-DD tahap 2 untuk 8 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kegiatan ini berlangsung di Kantor Desa Koto Benai pada Kamis (05/06/2025) pagi. BLT-DD bulan April-Juni Tahun 2025 telah disalurkan oleh Pemdes Koto Benai kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), secara keseluruhan masing-masing Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima Rp. 900.000,-. Acara tersebut dihadiri oleh Kasi Pemerintahan Kecamatan Benai, Kepala Desa beserta perangkat, BPD dan anggota, Babinkamtibmas Polsek Benai.

Rasdianto selaku Kepala Desa Koto Benai dalam sambutannya, memaparkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) adalah kegiatan pemberian bantuan langsung berupa dana tunai yang bersumber dari Dana Desa kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan diputuskan melalui Musyawarah Desa sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.

Beliau juga berharap kepada Warga Masyarakat penerima manfaat agar memaksimalkan penggunaan bantuan tersebut sesuai kebutuhan sehari-hari.

“Yah,, semoga dengan Melalui BLT-DD ini, dapat meringankan beban bapak/ibu semua, gunakanlah dengan semaksimal mungkin agar bermanfaat untuk keluarga”,imbuh Kades.

Dirmansyah, S.Pt selaku Kasi Pemerintahan Kecamatan Benai yang turut hadir dalam acara tersebut menambahkan, pemerintah mengalokasikan dana untuk membantu warga desa dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan penyaluran BLT-DD ini bertujuan untuk mendukung masyarakat kurang mampu secara finansial. Program ini telah menjadi salah satu langkah konkrit pemerintah dalam mengurangi dampak kemiskinan, meningkatkan ketahanan pangan dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Penyaluran BLT-DD ini berjalan tertib dan lancar hingga selesai, seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengucapkan terima kasihnya kepada Pemdes Koto Benai bentuk apresiasi dari warga terhadap pemerintah desa.

“Alhamdulillah,,, Ini sangat membantu kami,untuk itu kami ucapkan ribuan terimakasih kepada Pemerintah yang telah peduli terhadap masyarakat”,ujar Keluarga Penerima Manfaat. (GTTS)