Apresiasi Kiprah Dr. Karmila Sari dan Kinerja Pemerintah Daerah, Adek Nofrianto: Ajak Pemuda Milenial dan Gen Z tidak Terprovokasi 

Bagansiapiapi – Di tengah masa transisi, Sekretaris Karang Taruna Kecamatan Bangko Adek Nofrianto yang biasa disapa Jong Adek mengimbau masyarakat, khususnya generasi milenial dan gen Z, untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ia menekankan pentingnya sikap kritis namun tetap konstruktif dalam menyikapi dinamika sosial-politik yang berkembang saat ini.

Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya menjaga kondusivitas daerah demi mendukung kelancaran proses pembangunan yang saat ini sedang berjalan.

“Transisi adalah proses yang wajar dalam pemerintahan. Yang perlu kita lakukan adalah memastikan stabilitas sosial tetap terjaga. Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kondusivitas daerah dan mendorong arah pembangunan yang positif,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Sambung Jong Adek, pemuda harus menjadi agen perubahan, bukan korban provokasi. Mari kita ciptakan ruang yang sehat untuk berdiskusi dan berpartisipasi dalam pembangunan daerah.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran Dr. Hj. Karmila Sari, Anggota DPR RI yang menurutnya merupakan aset berharga bagi Rokan Hilir, figur sentral dalam menjembatani kepentingan daerah dengan pemerintah pusat.
Kontribusi nyata Dr. Karmila terlihat melalui berbagai program yang telah dijalankan, terutama dalam bidang pendidikan, beasiswa, penguatan lembaga pendidikan, hingga pemberdayaan generasi muda melalui kegiatan olahraga, budaya serta ekonomi kreative.

“Dr. Karmila adalah perpanjangan tangan masyarakat Rohil di DPR RI. Beliau telah membawa banyak program yang sangat membantu masyarakat. Kehadiran beliau seharusnya dipandang sebagai peluang besar bagi Rokan Hilir untuk terus berkembang. Dukungan dari pusat sangat penting, dan beliau telah membuktikan komitmennya terhadap kemajuan daerah,” tambahnya.

Seiring dengan itu, Jong Adek juga mengajak masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada kepemimpinan baru di Rokan Hilir. Diketahui, Bupati H. Bistamam dan Wakil Bupati Jhony Charles yang baru menjabat lebih kurang tiga bulan, saat ini sedang fokus pada penanganan banjir, perbaikan infrastruktur, dan sektor pelayanan publik lainnya yang membutuhkan perhatian serius.

“Perubahan tidak bisa instan. Kita harus memberi ruang bagi pemerintah untuk bekerja. Saat ini mereka menunjukkan komitmen serius terutama dalam menangani persoalan banjir dan memperbaiki sarana publik. Ini patut kita dukung bersama,” tegasnya.

Ia menutup dengan ajakan kepada seluruh elemen pemuda agar lebih aktif dalam kegiatan sosial dan pembangunan, serta terus men




Kolaborasi Warga, Polisi dan Pemerintah Atasi Kebakaran di Kecamatan Singingi

KUANTANSINGINGI – Kebakaran hebat terjadi di RW 10, Kelurahan Muara Lembu, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, Jumat sore (16/5/2025) sekitar pukul 16.30 WIB. Sebuah rumah gudang yang digunakan untuk menyimpan barang-barang rongsokan hangus terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp. 100 juta.

Gudang milik berinisial A (38), tersebut terbuat dari papan dan digunakan untuk menyimpan barang-barang seperti besi bekas, kardus, botol kaca, plastik, hingga tabung gas.

Api pertama kali diketahui oleh seorang anak berinisial A (8) yang melihat kobaran api dari kamar pekerja di bagian depan bangunan. Ia segera memberi tahu ibunya E (40), yang kemudian keluar rumah meminta bantuan warga sekitar.

Kondisi gudang yang dipenuhi material mudah terbakar menyebabkan api cepat menyebar. Warga berupaya memadamkan api secara manual sembari menunggu bantuan. Sekitar pukul 17.00 WIB, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Kuantan Singingi tiba di lokasi bersama satu unit mesin robin untuk mempercepat proses pemadaman.

Kapolres Kuantan Singingi, AKBP Angga F. Herlambang, S.I.K., S.H., melalui Kapolsek Singingi AKP Linter Sihaloho, S.H., M.H., Memberikan pernyataan terkait insiden ini. “Kami mengapresiasi respon cepat masyarakat dan petugas di lapangan dalam menangani kejadian ini. Personel dari Polsek Singingi langsung bergerak cepat untuk mengamankan lokasi dan membantu pemadaman. Saat ini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” ujar AKP Linter.

Beliau juga menghimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan atau usaha yang menyimpan bahan-bahan mudah terbakar. “Kami minta masyarakat memperhatikan instalasi listrik dan tidak menempatkan bahan berbahaya sembarangan, demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Dalam peristiwa ini, dua unit mobil Suzuki Carry pick-up yang terparkir di halaman gudang turut terbakar. Beberapa tabung oksigen dan LPG 3 kg, serta seluruh isi gudang berupa rongsokan, ludes dilalap api. Pemadaman selesai sekitar pukul 19.00 WIB.

“Polsek Singingi bersama Damkar Kabupaten Kuantan Singingi dan masyarakat Kelurahan Muara Lembu turut berperan aktif dalam penanganan insiden ini. Hingga kini, pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran,” pungkas Kapolsek.

Sumber: Humas Polres Kuantan Singingi




Atas kekisruhan yg terjadi di Rokan Hilir, Ulama angkat bicara, Khalifah Usman : apa yang di sampaikan oleh oknum tertentu pada saat aksi unjuk rasa adalah tidak benar dan fitnah belaka

ROKAN HILIR- Seorang tokoh agama Rokan Hilir, Kalifah Usman mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menilai negatif terhadap pemimpin dan wakil rakyat. Hendaknya selalu menjaga keharmonisan antar umat agar Rokan Hilir selalu dalam keadaan aman dan kondusif.

Demikian diharapkan tokoh agama, Kalifah Usman saat dimintai tanggapannya pasca aksi unjuk rasa yang dilaksanakan oleh sekelompok masyarakat.

” Saya mengajak seluruh masyarakat Rohil untuk lebih mengetahui mengenai tentang ibuk Karmila Sari. Ibuk Karmila Sari ini adalah seorang Anggota DPR RI Dapilnya Riau I termasuk kabupaten Rokan Hilir, ” ajak Kalifah Usman, Jum’at (15/05/2025).

Ia menilai apapun yang dibuat anggota DPR RI, Karmila Sari tidak sesuai dengan apa yang diisukan.

“Ini setahu kami masyarakat dan tokoh agama tidak lah benar apa yang disampaikan oleh oknum-oknum tersebut, itu hanya fitnah belaka, dan kami tidak menganggap ibuk Karmila Sari ikut campur masalah kabupaten Rokan Hilir hanya segelintir oknum-oknum tertentu saja mungkin ada keinginan hatinya belum tertunai maka menjadi ada rasa sakit hati dan dendam, itulah setahu kami, ” Sebutnya.

“Sekali lagi saya atas nama Kalifah Usman mengajak seluruh tokoh agama para Kalifah, para kiai serta seluruh tokoh masyarakat Rokan Hilir mari kita bersama-sama berdoa dan berpikir bagaimana membangun rokan Hilir supaya lebih maju dan bermarwah sesuai yang kita inginkan bersama, ” harap Kalifah Usman.

Selanjutnya, Kalifah Usman berpendapat untuk membangun daerah itu tidak lah bisa dilaksanakan dalam waktu yang singkat tentu secara bertahap.

“Baru dilantik beberapa hari kita sudah minta yang bukan-bukan, seharusnya kita biarkan pak bupati dan wakil bupati kita berkerja dulu sesuai arahan bapak Presiden, kita sebagai masyarakat hanya memantau tak usah kita terlalu mencampuri urusan pemerintah, kita melihat saja apa yang mereka buat karena banyak pihak yang memantaunya. Jangan karena kita sakit hati lalu kita buat isu-isu yang tidak-tidak terhadap pemimpin kita bupati Rokan Hilir, ” Ujarnya.

Kalifah Usman juga menilai peran Karmila Sari sebagai anggota DPR RI begitu sangat penting dalam rangka memajukan pembangunan di daerah.

” Program yang diupayakan ibuk Karmila Sari sangat membantu masyarakat seperti program Siswa gratis, ada program bantuan rumah layak huni yang jumlahnya lebih kurang 5000 unit untuk masyarakat Rokan Hilir, Nah itu kita harus bersyukur ada program pusat itu masuk ke daerah kita , hal itu tidak terlepas dari peran kepala daerah dan ibuk Karmila Sari membambawa program-program pembangunan dari pusat sana, kita syukuri itu sebagai masyarakat dan kita harus bangga Ibuk Karmila Sari salah satu putri terbaik yang berasal dari Rokan Hilir , ” pungkasnya.




Ketum PMRI Jakarta Prihatin Demo di Rohil, Ingatkan Pentingnya Dukungan untuk Pemerintah dan Anggota DPR RI

Jakarta – Ketua Umum Persatuan Masyarakat Riau Indonesia (PMRI) Jakarta, H Rusli Effendi, menyampaikan kecaman keras terhadap aksi demonstrasi yang dilakukan oleh sekelompok oknum yang dinilai berupaya mengganggu stabilitas dan mengadu domba masyarakat dengan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) saat ini.

Pernyataan ini disampaikan melalui siaran pers pada Jumat (16/05/2025), menyusul adanya aksi demonstrasi yang membawa-bawa nama anggota Komisi X DPR RI, Dr Karmila Sari, SKom, MM. Rusli Effendi, yang lahir dan besar di Pasir Limau Kapas, Rohil, turut keprihatinannya atas aksi tersebut, terutama karena melibatkan massa yang diduga tidak memahami substansi permasalahan dan regulasi yang berlaku.

“Saya sangat prihatin mendengar adanya oknum-oknum yang berdemo dan menyeret nama Ibu Karmila Sari. Sebagai putra daerah, kita seharusnya mendukung pemerintah daerah yang baru dilantik dalam menjalankan amanahnya,” ujar H Rusli Effendi, yang juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI) Jakarta.

Rusli mengingatkan bahwa Bupati H Bistamam dan Wakil Bupati Jhony Charles baru memimpin Rohil sekitar tiga bulan sejak pelantikan mereka pada 20 Februari lalu. Dalam periode awal ini, pemerintah daerah tentu menghadapi berbagai pekerjaan rumah (PR) dan tantangan, terutama terkait efisiensi anggaran.

Oleh karena itu, Rusli Effendi mengajak seluruh masyarakat Rohil untuk mendukung sinergi positif antara Pemerintah Kabupaten Rohil dan anggota DPR RI. Kolaborasi ini diyakini akan mempermudah akses daerah terhadap anggaran pusat yang sangat dibutuhkan untuk pembangunan Rohil.

“Jangan sampai ada kepentingan pribadi atau kelompok tertentu yang ingin merusak jalannya pemerintahan Bupati H Bistamam. Jangan biarkan segelintir oknum menghancurkan harapan lebih dari 670 ribu jiwa penduduk Rohil. Di tengah keterbatasan anggaran saat ini, persatuan dan kekompakan masyarakat adalah kunci utama pembangunan, bukan malah dipecah belah oleh kepentingan sesaat,” tegasnya.

Secara khusus, H Rusli Effendi memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Dr Karmila Sari sebagai wakil masyarakat Riau di tingkat pusat, terutama dalam memperjuangkan kepentingan Rokan Hilir. Beliau menilai kehadiran Karmila Sari di Komisi X DPR RI merupakan sebuah “tuah” atau keberuntungan bagi Rohil.

“Ibu Karmila Sari telah banyak memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Rohil, mulai dari beasiswa pendidikan, bantuan infrastruktur, hingga perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Sebagai satu-satunya perwakilan Riau di Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi, pariwisata, ekonomi kreatif, pemuda, olahraga, dan perpustakaan, serta memiliki posisi strategis untuk membawa perubahan positif bagi daerah kita,” jelas H. Rusli Effendi, yang juga memiliki pengalaman panjang sebagai anggota DPRD Rohil dan Provinsi Riau.

Rusli Effendi menyoroti rekam jejak Dr Karmila Sari yang gemilang sebelum menjadi anggota DPR RI, termasuk pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Rohil satu periode dan anggota DPRD Provinsi Riau dua periode. Dengan latar belakang pendidikan S3 dan dedikasi yang tinggi, dan berhasil meraih kepercayaan masyarakat secara berkesinambungan.

“Lebih dari 64 ribu suara yang dia peroleh di Rokan Hilir adalah amanah besar yang menjadi prioritas utama untuk dibalas dengan kerja nyata. Seharusnya, keberadaan Karmila mempermudah akses informasi dan urusan Rokan Hilir di tingkat pusat. Sebagai putri daerah yang berpengalaman di pemerintahan dan politik, sudah selayaknya memberikan saran dan masukan kepada kepala daerah,” imbuhnya.

H Rusli Effendi juga menanggapi berbagai isu fitnah yang dialamatkan kepada Dr Karmila Sari. Rusli justru melihatnya sebagai pemicu semangat bagi seorang anak daerah untuk terus berbakti kepada orang tua (Bupati Rohil H Bistamam), dan kampung halamannya. Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Rohil dan DPR RI telah membuahkan hasil yang signifikan, seperti penanggulangan banjir, perbaikan jalan, penyaluran puluhan ribu beasiswa, perbaikan sekolah, dan perjuangan relokasi guru. Menurutnya, pencapaian ini merupakan sejarah luar biasa karena Riau memiliki perwakilan di Komisi X DPR RI.

“Jangan sampai masyarakat Rokan Hilir menyia-nyiakan kesempatan emas memiliki perwakilan di DPR RI seperti Ibu Karmila Sari. Mari kita bersatu mendukung pemerintah daerah dan memanfaatkan potensi yang ada untuk membangun Rokan Hilir yang lebih baik,” pungkas H Rusli Effendi, menyerukan persatuan dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.




Masyarakat Rohil Prihatin dengan adanya Aksi Demo di Awal Pemerintahan Kabupaten Rohil yang baru seumur jagung

ROKAN HILIR – Sejak 20 Februari dilantik maka hampir 3 bulan umur Kepemimpinan Kepala Daerah di Rokan Hilir. Banyak PR dan tantangan efisiensi yang dihadapi. Tapi dengan sinergi, banyak kemudahan bertahap dan terurai masalah dengan baik. Seperti: mengurangi banjir, perbaikan jalan secara fungsional, persiapan pembangunan Perguruan Tinggi, perbaikan BUMD untuk menciptakan tenaga kerja, proses perbaikan manajemen birokrasi dengan orang yg kompeten, dll.

Rokan Hilir memiliki penduduk lebih dari 670 ribu penduduk. Butuh masyarakat yang kompak dan bukan segelintir oknum yang dibayar untuk kepentingan pribadi.

Keberadaan Karmila merupakan tuah bagi Rokan Hilir karena aspirasinya banyak memberikan bantuan beasiswa, infrastruktur pendidikan berbagai kemampuannya dalam memperjuangkan nasib guru. Sebelum terpilih menjadi Anggota DPR RI, Karmila sempat menjadi Anggota DPRD Kabupaten Rokan Hilir 1 Periode dan Anggota Provinsi Riau 2 Periode. Bahkan dengan pendidikan S3 dan dedikasi kerjanya, banyak menampuk jabatan bergengsi. Tak mudah mendapatkan amanah berlanjut seperti itu tanpa dukungan keluarga, masyarakat dan prestasinya selama ini.

Banyak kemudahan dalam mendapatkan akses informasi dan kemudahan berurusan ke pusat bagi Rokan Hilir.

Banyaknya isu fitnah tidak membuat Karmila patah semangat. 64 ribu lebih suara yg dia dapat di Rokan Hilir menjadi prioritas utamanya dalam membalas jasa2 baik masyarakat Rokan Hilir.

Termasuk isu yang menudingnya telah ikut campur dalam urusan pemerintah daerah Kabupaten Rokan Hilir. Serta Perayaan Ulang tahunnya di mess Pemda beberapa waktu lalu banyak menuai kritikan tajam dari berbagai kalangan

Wajar banyak simpati dari berbagai kalangan dalam merayakan ulang tahunnya termasuk menteri pendidikan dasar menengah dan teman2 Anggota PR RI Komisi X dan kalangan pejabat serta masyarakat lainnya.

Selanjutnya tudingan campur tangan dalm pemerintahan kabupaten rokan hilir , salah seorang tokoh masyarakat juga mantan Anggota DPRD Rokan hilir  M. Fadlan mengatakan Sudah selayaknya sebagai anak yang memiliki pengalaman di dunia pemerintahan dan politik bahkan dipemerintahan pusat memberi saran dan masukan sesuai permintaan seorang ayah yang diamanahkan sebagai kepala daerah yang mana H. Bistamam merupakan ayah kandung nya sendiri, hal itu wajar wajar saja selagi masih dalam koridor dan batasan batasan yang ada

Saya secara pribadi sebagai masyarakat Rokan Hilir merasa prihatin terhadap bebarapa isyu yang berkembang sekelompok masyarakat yang sedikit berbau tidak puas terhadap apa yang dilakukan olah Ibuk Karmila Sari Anggota DPR RI yg kebetulan beliau adalah anak dari H Bistamam bupati Rokan Hilir saat ini

Terutama yang di sampaikan oleh saudara saya Abdurrab dalam sebuah aksi pada taggal 15 Mai 2025 yang lalu yang merasa keberatan atas sikap Ibuk Karmila Sari Anggota DPR RI

yang mana saudara saya Abdurrab menganggap terlalu maju mencampuri tugas Bupati Rokan Hilir, saya rasa seorang yang sudah cukup berpengalaman seperti Ibuk Karmila Sari dalam menghadapi persoalan terutama yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat banyak

Beliau tidak mungkin bersikap yang akan merugikan pemerintah Rokan Hilir untuk saat ini mau pun kedepan kalau pun Karmila Sari ada tampil mewakili Bupati Rokan Hilir itu tidak terlepas dari rasa tanggung jawab beliau untuk membantu Bupati Rokan Hilir yang kebetulan juga Ayah dari Karmila Sari sendiri

hal itu dilakukan tentu sudah mendapat persetujuan dari pak H Bistamam sebagai Bupati Rokan Hilir selagi dalam batas yang wajar seharusnya kita dukung bukan menghujatnya. Kata M.Fadlan

Lanjutnya lagi Kita melihat Banyak percepatan sudah dilakukan sinergi Pemkab Rohil dan DPR RI seperti: mengurangi kebanjiran, perbaikan jalan, puluhan ribu beasiswa, perbaikan sekolah-sekolah, keberhasilan perjuangan relokasi guru dan banyak hal bermanfaat lainnya yang sulit dilakukan oleh orang awam. Dan ini adalah sejarah luar biasa, pertama kalinya orang Riau diberi kesempatan di komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pemuda dan olah raga, riset dan inovasi, BPS dan perpustakaan. Bodoh rasanya apabila Rohil menyia-nyiakan keberadaan Karmila.ungkap H.M Fadlan..red*




Polsek Pangean Hadiri Rapat Kedua Pembentukan Panitia Pacu Jalur Tradisional di Tepian Rajo Kecamatan Pangean

Berandariaunews.com, KUANTANSINGINGI,– Polsek Pangean Hadiri Rapat kedua pembentukan panitia Pacu Jalur Tradisional Rayon Pangean resmi digelar di Aula Kantor Camat Pangean pada Jumat pagi, 16 Mei 2025. Dipimpin langsung oleh Camat Pangean Aswandi, S.Pd., M.M., seluruh unsur Forkopimcam dan tokoh masyarakat berkumpul untuk mematangkan persiapan gelaran budaya tahunan yang akan berlangsung pada 4–6 Juli mendatang.

Camat Aswandi membuka rapat dengan menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia atas dedikasi mereka. Ia menegaskan bahwa meski upacara pembukaan simbolis hanya akan terjadi satu kali di kecamatan lain, esensi kegiatan di Tepian Rajo Desa Pauh Angit harus tetap hidup dan meriah, sebagaimana kesuksesan pada tahun sebelumnya. Untuk itu, Camat meminta setiap seksi panitia memilih sumber daya manusia yang kompeten agar setiap tugas berjalan lancar.

Kapolres Kuantan Singingi AKBP Angga F. Herlambang, S.I.K., S.H., melalui Kapolsek Pangean, IPTU Aman Sembiring, S.H., menyampaikan dukungan penuh Polsek Pangean, termasuk menjamin pengamanan (PAM) selama acara dan mengimbau panitia segera melengkapi administrasi, terutama surat izin keramaian ke Polres Kuansing, sebagai dasar penetapan jumlah personel pengamanan yang akan diterjunkan.

Sebagai Ketua Panitia, Serka Syakarni menekankan pentingnya perancangan matang mulai dari logistik hingga jalur balap. “Kita harus antisipasi titik kritis seperti pangkalan start dan kemacetan di jembatan usai lomba,” ujarnya. Koordinasi antar seksi mutlak untuk mencegah miskomunikasi dan memastikan kelancaran tiap rangkaian acara.

Susunan panitia “Pangean Barolek” yang disahkan dalam rapat ini mencakup lima belas seksi, mulai dari Sekretariat yang dipimpin Nurdiana, S.Sos., hingga Seksi Kebersihan di bawah koordinasi Denis. Tokoh penting sebagai penasehat adalah Camat Pangean beserta unsur Danramil, Kapolsek, Kepala UPTD, anggota DPRD, dan Datuk Penghulu Nen Berompek. Sementara lini operasional dijalankan oleh Ketua Serka Syakarni, Sekretaris Jhon Irawan, dan Bendahara Abdul Ricek.

Panitia juga menetapkan besaran hadiah bagi sepuluh juara, dengan Juara I memperoleh hadiah utama berupa piala tetap, tonggol juara, dan uang tunai Rp 17 juta. Untuk juara VI hingga X, penetapan pemenang dilakukan melalui undian tanpa jalur lomba sehingga semangat partisipasi tetap merata.

“Rapat yang berlangsung hingga pukul 11.30 WIB tersebut ditutup dengan keyakinan semua pihak bahwa Pacu Jalur Tradisional “Pangean Barolek” akan menjadi ajang yang memupuk kebanggaan budaya dan mempererat tali persaudaraan masyarakat Kecamatan Pangean,” pungkas Kapolsek.

Sumber: Humas Polres Kuansing




Penanaman Bibit Pohon Bersama WWF di Hutan Suaka Margasatwa Rimbang Baling

KUANTANSINGINGI,– Dalam rangka mendukung gerakan pelestarian lingkungan, telah dilaksanakan kegiatan pemberian dan penanaman bibit pohon di kawasan Hutan Suaka Margasatwa Rimbang Baling, Desa Petai, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, pada Minggu pagi, (11/05/2025), mulai pukul 08.00 WIB.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye “Gerakan Menanam” yang bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan. Bibit pohon yang ditanam antara lain petai, rambutan, sirsak, dan matoa. Lokasi kegiatan dipusatkan di Camp Tiger Protection Unit (TPU) WWF yang berada dalam kawasan hutan suaka margasatwa.

Penanaman pohon melibatkan unsur Polsek Singingi Hilir, perwakilan organisasi konservasi lingkungan WWF, BKSDA Resort Bukit Rimbang Baling, pemerintah desa setempat, serta masyarakat Desa Petai. Kegiatan ini berlangsung secara gotong-royong dan penuh semangat kebersamaan dalam menjaga kelestarian alam.

Kapolres Kuantan Singingi AKBP Angga F. Herlambang, S.I.K., S.H., Melalui Kapolsek Singingi Hilir IPTU Alferdo Krisnata Kaban, S.H., Penanaman ini menjadi momentum penting dalam upaya menjaga keseimbangan ekosistem, mengurangi dampak perubahan iklim, serta mendukung keberlangsungan kehidupan flora dan fauna yang ada di kawasan tersebut. Selain itu, kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen bersama dalam menghapus stigma negatif terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Singingi Hilir.

Dengan adanya sinergi antara kepolisian, organisasi lingkungan, pemerintah desa, dan masyarakat, penanaman bibit ini juga mendukung program Kapolda Riau dalam menciptakan lingkungan yang lestari dan bebas dari kerusakan hutan.

Kegiatan berakhir pada pukul 10.00 WIB dalam situasi yang aman, tertib, dan lancar. Diharapkan kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi contoh nyata dalam gerakan pelestarian alam di wilayah lainnya.” Pungkas Kapolsek.

Sumber: Humas Polres Kuantan Singingi




Bupati Rohil Lantik Penjabat Penghulu Se-Rokan Hilir

Diskominfotiks Rohil — Bupati Kabupaten Rokan Hilir secara resmi melantik 116 Penjabat Penghulu dan Mengukuhkan 37 Penghulu defenitif serta 159 Badan Permusyawaratan Kepenghuluan (BPKep) Se-Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Kamis (8/5/2025) di GOR Perguruan Methodist Bagansiapiapi Rohil, Provinsi, Riau.

Dari 159 Kepenghuluan yang ada di Kabupaten Rokan Hilir, sebanyak 116 Penjabat Penghulu yang dilantik oleh Bupati Rokan Hilir H. Bistamam dan dari 116 Pj. Penghulu tersebut ada 4 orang merupakan dari Kepenghuluan persiapan. Sementara ada 9 Penghulu lagi yang masih tetap menjabat sebagai Penjabat yang jabatannya masih tetap dan tidak berganti.

Prosesi pelantikan dan pengukuhan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Himne dan Mars Rokan Hilir serta tari persembahan. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Naskah Pelantikan, sumpah jabatan dan penandatanganan SK secara simbolis serta penyematan tanda pangkat dan menyerahkan plakat oleh Bupati Rohil H Bistamam kepada Penjabat Penghulu yang dilantik .

” Alhamdulillah hari ini telah kita saksikan bersama pelantikan Penjabat Kepenghuluan sebanyak 116 orang dan pengukuhan 37 orang Pejabat Penghulu defenitif serta 159 Orang BPKep. Untuk Pejabat Penghulu yang baru di kukuhkan mengkin akan menjalankan tugas sekitar 1 tahun lagi begitu juga dengan BPKep. Hal itu sesuai dengan amanat UU Nomor 3 Tahun 2024 dimana jabatan Penghulu yang sebelumnya 6 tahun menjadi 8 tahun,” kata H. Bistamam.

Lanjutnya, “kepada Penjabat yang baru di lantik dan Pejabat Penghulu serta BPK yang baru di kukuhkan saya ucapkan selamat dan tahniah semoga dapat mengemban amanah yang diberikan. Semoga jabatan yang saudara terima ini dapat membawa perubahan nyata, kemajuan dan dapat mensejahterakan masyarakat di tempat tugas saudara. Kami yakin yang baru dilantik dapat bekerja dengan baik dan konsisten demi kepentingan masyarakat,” pesan Bupati.   Selain itu Bupati juga mengucapkan terimakasih atas jasa dan pengabdian penghulu yang sebelumnya semoga menjadi contoh yang baik bagi penghulu yang akan datang dan menjadi amal ibadah atas tugas yang telah dilaksanakannya.

Saya juga mengharapkan BPKep harus bisa bekerja sama, jaga kekompakan serta dapat melaksanakan tugas sesuai dengan Undang-undang yang berlaku demi tercapainya kemajuan Rokan Hilir yang lebih baik kedepannya,” ungkapnya.

Diperkirakan pada Oktober 2025, terang Bupati, Pemkab Rohil akan menyelenggarakan pemilihan penghulu (Pilpeng ) serentak. Untuk itu bagi penjabat dan pejabat penghulu serta BPKep dapat melayani masyarakat dengan baik, ciptakan lingkungan yang kondusif serta hindari kegiatan yang sifatnya eforia.

Sementara itu, Kajari Rohil Andi Andikawira Putra juga berkesempatan untuk memberikan ucapan selamat kepada para Penghulu dan BPKep yang hadir serta nasihat positif agar para Datuk Penghulu untuk berhati-hati dalam menyusun administrasi penggunaan dana DD dan ADD karena Penjabat Penghulu yang. dilantik masih baru dan belum berpengalaman. Dibutuhkan bimbingan dan pelatihan agar dapat memahami dalam membuat dan menyusun administrasi penggunaan anggaran.

” Saya ucapkan selamat kepada bapak ibu PJ yang barusan dilantik sekaligus Badan Permusyawaratan Kepenghuluan serta selamat juga atas pengukuhan Pejabat Penghulu perpanjangan jabatan 8 tahun,” kata Andi.

Jabatan terang Andi Andikawira Putra merupakan amanah yang di emban untuk menjalankan pemerintahan di Kepenghuluan sesuai dengan SK yang sudah ditandatangani oleh pejabat berwenang artinya masa jabatan yang di emban hanya 5 bulan sampai nanti di bulan 10 akan kita gelar perhelatan pemilihan penghulu yang definitif. Sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Rokan Hilir ia menyarankan, agar Penghulu tidak menjadikan Kejaksaan sesuatu lembaga yang ditakuti tapi Kejaksaan dan Dinas PMK Rohil akan berkolaborasi bersama-sama membimbing penghulu dan perangkatnya serta memberikan saran dalam penggunaan dana desa itu tepat sasaran. Dan jangan sampai dengan 5 bulan masa jabatan mendapat sesuatu yang tidak baik atau tersandung Maslah hukum terkait penggunaan DD dan ADD.

” Mungkin Bapak/Ibu Pj. Penghulu ada dari akademisi, ada dari guru, ada dari perawat, yang mungkin tidak tahu bagaimana melakukan atau menggunakan dana DD dan ADD tapi nanti kita bersama-sama dengan inspektorat untuk memberikan pembekalan. Tentunya hal ini bertujuan agar semua kegiatan transparan karena semua mata memandang kinerja bapak dan ibu semua termasuk kami. Sehingga nanti ketika sudah tidak menjabat ada legacy, untuk itu mari kenali hukum dan jauhi hukuman,” pesan Kajari.

Acara pelantikan dan pengukuhan Penghulu tersebut juga di hadiri, Kajari Rohil, Andi Andikawira Putra, Sekda Fauzi Efrizal, Sekwan Sarman Syahroni, Para Asisten, Kepala Dinas PMK Yandra, Anggota DPRD Rohil, Ketua KPU Eka Murlan, Ketua Bawaslu Zubaidah, Kepala OPD lainnya, Camat serta Datuk dan Datin Penghulu serta BPKep Se-Rokan Rokan Hilir.

SUMBER: mediacenter.rohilkab.go.id




Upayakan Terhubung, Gubernur Abdul Wahid Tinjau Jalan Lintas Sinaboi

ROHIL – Gubernur Riau, Abdul Wahid, melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir, Jumat (9/5/2025). Dalam agenda tersebut, Gubri didampingi Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, Danlanal Dumai, Kolonel Laut (P) Abdul Haris, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, termasuk mantan Gubernur Riau, HM Rusli Zainal.

Kehadiran rombongan disambut meriah oleh Bupati Rohil, Bistamam, Wakil Bupati Jhony Charles, Kajari Rohil Andi Adikawira Putra, Kapolres Rohil AKBP Isa Iman Syahroni, Dandim 0321/Rohil Letkol (Kav) Nugraha Yudha Prawiranegara, serta Sekda Rohil Fauzi Efrizal. Upika Kecamatan Sinaboi dan masyarakat, termasuk pelajar serta para tokoh lokal, juga turut menyambut kedatangan di Sungai Bakau, lokasi pelaksanaan kegiatan.

 

Dalam sambutannya, Abdul Wahid menyampaikan komitmennya untuk merealisasikan pembangunan jalan lintas darat dari Sinaboi menuju Lubuk Gaung, Kota Dumai. Ia menegaskan bahwa hal tersebut merupakan janji kampanyenya yang kini menjadi prioritas Pemprov Riau.

“Saya dan kami Pemerintah Provinsi Riau komitmen dengan janji untuk membuka akses jalan Sinaboi ke Lubuk Gaung. Ini kami prioritaskan,” tegas Wahid di hadapan warga.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya bersama Bupati Rohil telah menemui Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup untuk membahas skema pemanfaatan areal HPH milik perusahaan di Rohil agar proyek jalan tersebut dapat segera terealisasi.

“Saya sudah bertemu Menteri KLHK untuk membahas pinjam pakai kawasan HPH demi pembangunan jalan ini. Mohon doa agar segera terealisasi,” ujarnya, disambut tepuk tangan warga.

Wahid optimis, jika akses ini terbuka, mobilitas warga akan meningkat dan perekonomian masyarakat Sinaboi yang dikenal sebagai penghasil laut, hasil kebun, dan pertanian, akan ikut terangkat.

Sementara itu, Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah II Dinas PUPRPKPP Riau, Ardi Irfandi, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan peningkatan jalan lintas Bagansiapiapi–Sinaboi sebagai bagian dari penguatan infrastruktur daerah.

“Pak Gubri menyampaikan secara langsung bahwa pembangunan jalan lintas Sinaboi–Lubuk Gaung akan terus diupayakan agar segera terwujud,” terang Ardi.

Dukungan atas program ini juga datang dari masyarakat. Tokoh pemuda Sinaboi, Aslar Herianto, berharap proyek tersebut segera dilaksanakan.

“Alhamdulillah jalan lintas Bagansiapiapi–Sinaboi sudah meningkat. Semoga jalan darat Sinaboi–Lubuk Gaung juga segera terwujud. Ini sangat penting bagi kami masyarakat di sini,” ucapnya.

Diketahui, akses yang saat ini melintasi Kepenghuluan Darussalam sepanjang 7 kilometer. Jika jalan lintas ke Lubuk Gaung rampung, jarak dari Sinaboi ke Dumai diperkirakan hanya sekitar 60 kilometer dan dapat ditempuh dalam waktu satu jam perjalanan.




Diduga Tersambar Petir, Seorang Petani di Desa Pesikaian Cerenti Meninggal Dunia, Polsek Cerenti Evakuasi dan Sambangi Rumah Duka

KUANTANSINGINGI,- Musibah tragis menimpa seorang warga Desa Pesikaian, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi pada Kamis (8/5/2025) sore. Seorang petani bernama S (46), meninggal dunia diduga akibat tersambar petir saat berteduh di Pos 1 pintu masuk PTPN 5 Desa Pesikaian.

Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 15.15 WIB, ketika korban dalam perjalanan pulang dari kebunnya. Berdasarkan keterangan saksi, saat itu kondisi cuaca sedang hujan deras disertai petir. Korban yang hendak berteduh di Pos 1 bersama beberapa saksi lainnya, tiba-tiba tersambar petir sebelum sempat turun dari sepeda motor yang dikendarainya.

Kapolres Kuantan Singingi AKBP Angga F. Herlambang, S.I.K., S.H., melalui Kapolsek Cerenti, AKP Benny A. Siregar, S.H., M.H., membenarkan kejadian tersebut. Begitu mendapat informasi, ia bersama sejumlah anggota langsung menuju ke kediaman korban untuk menyampaikan belasungkawa kepada pihak keluarga serta memastikan proses evakuasi berjalan lancar.

Menurut keterangan dari istri korban, R, pada pagi harinya sekitar pukul 08.00 WIB, korban seperti biasa berangkat menuju kebun yang tak jauh dari areal PTPN 5 dalam kondisi sehat. Namun, sekitar pukul 16.15 WIB, R mendapat kabar dari warga bahwa suaminya mengalami musibah dan telah dilarikan ke Klinik Harapan Bunda di Desa Pesikaian. “Saya langsung menuju klinik dan mendapati suami saya sudah dinyatakan meninggal dunia oleh pihak medis,” ungkap R dalam keterangannya kepada pihak kepolisian.

Sementara itu, saksi lain, W, yang saat kejadian turut berteduh bersama korban, juga memberikan kesaksian. Ia menyatakan bahwa bersama istrinya, Y, awalnya berteduh di pos tersebut akibat hujan lebat. Sekitar 15 menit kemudian, korban datang untuk berteduh. “Belum sempat turun dari sepeda motor, saya melihat langsung korban tersambar petir. Saya dan istri juga terkena imbasnya hingga mengalami luka bakar ringan di bagian punggung,” terang W.

Seorang petani lain yang kebetulan berada di kebun tak jauh dari lokasi kejadian, P, juga memberikan kesaksiannya. Ia mengaku mendengar suara petir yang sangat keras sekitar pukul 15.15 WIB. “Saya waktu itu lagi di kebun, jaraknya sekitar 300 meter dari pos. Tiba-tiba petir menyambar, suaranya keras sekali. Tak lama saya dengar ada orang bilang ada yang kena sambaran. Kami semua takut, langsung berhenti kerja,” ujar P.

Korban kemudian segera dibantu oleh security dan warga sekitar yang kebetulan melintas dengan kendaraan roda empat. Korban langsung dibawa ke Klinik Harapan Bunda, namun nyawanya tidak tertolong.

Kapolsek Cerenti menuturkan, pihaknya telah mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa, mencatat keterangan para saksi yang berada di lokasi kejadian, serta melaporkan peristiwa ini kepada pimpinan untuk tindak lanjut.
Dari hasil keterangan saksi dan pemeriksaan medis di klinik, keluarga korban telah menyatakan menerima kepergian almarhum dengan ikhlas.

Pihak keluarga juga membuat surat pernyataan resmi yang menyatakan bahwa mereka menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah. “Keluarga korban sudah menerima musibah ini dan bersedia membuat surat pernyataan, sehingga proses selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga,” jelas Kapolsek Cerenti.

“Musibah ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya mewaspadai cuaca ekstrem, terutama saat beraktivitas di luar rumah. Polsek Cerenti juga mengimbau warga untuk menghindari berteduh di tempat terbuka atau dekat dengan benda logam saat terjadi hujan lebat disertai petir,” pungkas Kapolsek.

Sumber: Humas Polres Kuansing