Puji Kekompakan Warga Kuansing, Walikota Tanjung Pinang Apresiasi Kepedulian Bupati Dr.H.Suhardiman Amby, MM

Tanjungpinang – Ketua Ikatan Warga Kuantan Singingi (IWAKUSI) Tanjungpinang–Bintan, Drs. HZ Dadang, AG, MSi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, ke Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Dalam kegiatan silaturahmi warga Kuansing yang digelar di kawasan Kampung Bugis, Tanjungpinang, Dadang menyebutkan bahwa kehadiran Bupati Suhardiman merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat Kuansing di perantauan.

“Pak Bupati selama ini dikenal intens menjalin komunikasi dengan warga Kuansing di luar daerah.

Tidak hanya di Tanjungpinang, tetapi juga di Pekanbaru, Dumai, Siak, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, bahkan hingga Jakarta,” ujar Dadang, Rabu (8/4/2026).
Ia menambahkan, jumlah warga Kuansing yang merantau cukup besar, termasuk di wilayah Tanjungpinang dan Bintan. Banyak di antaranya telah berkeluarga dan menetap lama di perantauan.

“Sebagian bahkan sudah bertahun-tahun tidak pulang kampung karena kondisi ekonomi. Maka, kehadiran pemimpin daerah di tengah-tengah mereka menjadi obat rindu yang sangat berarti,” tambahnya.

Menurut Dadang, kegiatan IWAKUSI tahun ini sengaja dilaksanakan secara sederhana dan lebih dekat dengan masyarakat, yakni di kawasan Kampung Bugis yang menjadi salah satu pusat permukiman warga Kuansing di Tanjungpinang.

Hal tersebut juga sebagai bentuk empati terhadap kondisi ekonomi masyarakat, sekaligus menindaklanjuti saran dari Bupati Kuansing.

“Pak Bupati menyampaikan kesediaannya hadir asalkan kegiatan dilaksanakan di rumah warga atau di lingkungan masyarakat Kuansing. Karena itu, kami memilih Kampung Bugis, yang memang dihuni ratusan kepala keluarga asal Kuansing,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, didampingi Sekda Zulkarnaen, ST, MSi, mengapresiasi kekompakan dan rasa kekeluargaan warga Kuansing di Tanjungpinang.

“Bukan hanya ramainya acara ini, bahkan sejak di pelabuhan tadi, ratusan warga sudah menyambut kedatangan kami dengan penuh antusias,” ujarnya.

Bupati yang bergelar Datuk Panglimo Dalam itu juga menilai, warga Kuansing di perantauan memiliki peran penting dalam memberikan kontribusi pemikiran bagi pembangunan daerah.

“Saya meyakini, warga Kuansing di perantauan, dengan berbagai latar belakang ilmu dan pengalaman, turut memberikan masukan positif bagi pembangunan Kuansing,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memuji kekompakan warga Kuansing di Tanjungpinang.
“Kekompakan seperti ini menjadi kekuatan sosial yang luar biasa.

Saya melihat warga Kuansing di Tanjungpinang mampu menjaga solidaritas dan kebersamaan dengan sangat baik,” ujarnya.
Lis juga mengapresiasi kepedulian Bupati Kuansing terhadap warganya di perantauan.

“Kehadiran Bupati Kuansing di tengah masyarakat perantauan adalah bentuk perhatian dan kepemimpinan yang patut dicontoh. Ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak melupakan warganya, di mana pun mereka berada,” tutupnya.***




Polsek Benai Dukung Ketahanan Pangan, Panen Raya Jagung Pipil BUMDes Talontam Sukses Digelar

KUANTANSINGINGI,– Upaya mendukung program swasembada pangan terus digalakkan di Kabupaten Kuantan Singingi. Salah satunya melalui kegiatan panen raya jagung pipil yang dilaksanakan oleh BUMDes Sinar Talontam di Desa Talontam, Kecamatan Benai, Rabu (8/4/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.15 WIB ini berlangsung dengan lancar dan penuh kebersamaan, melibatkan unsur pemerintah kecamatan, aparat desa, serta jajaran TNI-Polri dan masyarakat setempat.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Benai yang diwakili Sekcam Rasali, S.H., Kapolsek Benai yang diwakili Ps. Kanit Binmas Aipda Juli Kurniawan, Kepala Desa Talontam R. Elpi Alfonso, Direktur BUMDes Sinar Talontam Fitriyanto, Babinsa Kopda Yudi Handrika, serta Bhabinkamtibmas Bripka Fauzi Gunawan.

Turut hadir pula Koordinator BPP Indra Winora, A.Md, BPP Kecamatan Benai Eni Wilta, ST beserta tim, PPL Desa Talontam Andri Kusnedi, S.Pt bersama tim, pendamping kecamatan Arqian, Ketua BPD Dion Siska, Sekdes Dino, personel Polsek Benai, serta tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama Desa Talontam.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, sambutan Kepala Desa Talontam dan Sekcam Benai, dilanjutkan dengan panen jagung secara simbolis, serta diakhiri dengan sesi foto bersama.

Panen raya ini dilakukan di lahan seluas 1,3 hektare dengan jenis tanaman jagung pipil yang dikelola melalui dana BUMDes Talontam Tahun Anggaran 2025.

Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Benai IPDA Muhammad Ali Sodiq, S.Psi menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan.

“Polri, khususnya Polsek Benai, siap mendukung penuh setiap program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk di sektor pertanian. Panen raya ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan stakeholder terkait dalam mendukung swasembada pangan,” ujar Kapolsek.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Dengan terlaksananya panen raya ini, diharapkan Desa Talontam dapat terus menjadi salah satu contoh desa yang aktif dalam mendukung program ketahanan pangan serta mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.***




Lima Hari Pencarian Intensif, Bocah 4 Tahun Yang Hilang di Cerenti Ditemukan Meninggal Dunia

CERENTI – Setelah lima hari pencarian intensif, bocah berusia 4 tahun yang sebelumnya dilaporkan hilang di wilayah Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Camat Cerenti, Erialis, S.Sos, Rabu 8/4/26 menyampaikan bahwa jenazah korban ditemukan di wilayah Desa Teluk Pauh Cerenti, sekitar pukul 11.10.wib pagi ini.

“Assalamualaikum, izin melaporkan kepada Bapak Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda. Alhamdulillah jenazah telah ditemukan di wilayah Desa Teluk Pauh,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses pencarian.

Menurutnya, pencarian ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, BPBD, Damkar, Satpol PP, pihak kepolisian, TNI, tenaga kesehatan, hingga masyarakat setempat.

“Pemerintah kecamatan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh tim yang telah bekerja keras dalam pencarian korban,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kuantan Singingi, Marel, yang berada di lokasi saat penemuan, membenarkan bahwa korban telah ditemukan oleh tim gabungan. Proses pencarian dilakukan secara menyeluruh sejak korban dilaporkan hilang, dengan menyisir aliran sungai serta area sekitar lokasi kejadian.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di sekitar wilayah perairan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.***




DPRD Apresiasi Kinerja RSUD Teluk Kuantan, Pelayanan Tetap Jadi Sorotan

Teluk Kuantan – Ketua Komisi III DPRD Kuantan Singingi, Maulana Imam Saleh, mengapresiasi peningkatan kinerja dan pelayanan RSUD Teluk Kuantan.

Hal itu disampaikannya saat hearing bersama direktur dan jajaran RSUD Teluk Kuantan, Senin (6/6/2026).

Meski demikian, anggota Komisi III lainnya, Berta Uli Sinurat dan Nurjamil, tetap memberikan sejumlah catatan terkait pelayanan rumah sakit tersebut.
Berta Uli Sinurat mengakui adanya perbaikan dibandingkan sebelumnya, namun meminta manajemen RSUD terus melakukan rotasi internal guna meningkatkan kualitas layanan.

“Sudah membaik dibandingkan sebelumnya, tapi kami minta manajemen RSUD senantiasa melakukan rotasi internal agar pelayanan lebih baik. Kami masih menerima keluhan masyarakat terkait pelayanan yang lamban dan kurang ramah,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Nurjamil. Ia menilai fasilitas RSUD mulai mengalami peningkatan, namun beberapa aspek pelayanan masih perlu terus dibenahi.

Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD Teluk Kuantan, Benny Antoni, menyampaikan terima kasih atas apresiasi serta masukan dari pimpinan dan anggota DPRD.

Menurutnya, pihak RSUD telah mengambil langkah tegas dengan merumahkan sedikitnya 12 tenaga kesehatan pada tahun 2025 lalu akibat masalah disiplin dan keluhan pelayanan.
“Ini bentuk komitmen kami agar pelayanan RSUD semakin baik,” ujar Benny.
Ia menambahkan, pembinaan terhadap tenaga kesehatan akan terus dilakukan secara berkelanjutan sesuai saran DPRD.

Untuk mendukung peningkatan layanan, RSUD Teluk Kuantan juga telah menyiapkan 180 tempat tidur pasien, dengan 70 unit di antaranya merupakan tambahan baru. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibanding sebelumnya yang hanya sekitar 90 tempat tidur.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan serta menekan angka rujukan pasien yang setiap tahunnya mencapai lebih dari seribu orang.

Selain itu, sejumlah fasilitas dan peralatan medis juga terus ditingkatkan, sejalan dengan arahan Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, bersama wakil bupati dan sekretaris daerah.***




Rumah Makan Liza Ocu di Singingi Hilir Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta

Teluk Kuantan – Sebuah rumah makan milik warga di Desa Tanjung Pauh, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi dilalap si jago merah pada Selasa (7/4/2026) dini hari.

Peristiwa kebakaran tersebut pertama kali dilaporkan masyarakat sekitar pada pukul 03.10 WIB. Mendapat laporan tersebut, tim pemadam kebakaran langsung bergerak menuju lokasi kejadian dengan menempuh jarak sekitar 85 kilometer.

Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 04.50 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman. Dalam operasi tersebut, satu unit mobil pemadam kebakaran (MPK 06) diterjunkan dengan kekuatan lima personel.
Objek yang terbakar diketahui merupakan Rumah Makan Liza Ocu milik Lisdawati (55), warga setempat. Akibat kejadian ini, kerugian materi ditaksir mencapai kurang lebih Rp300 juta.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.

Proses pemadaman akhirnya berhasil diselesaikan pada pukul 06.10 WIB. Selain petugas damkar, upaya pemadaman juga dibantu oleh unsur TNI dan masyarakat Desa Tanjung Pauh.

Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Kuantan Singingi, Rio Kasyter Wandra, menyampaikan bahwa situasi di lokasi kejadian saat ini dalam kondisi aman, tertib, dan terkendali.***




Konflik Lahan Kembali Memanas, PT. CRS : Silahkan Buktikan Melalui Jalur Hukum !

KUANTAN SINGINGI – Mediasi di Polres Kuantan Singingi Deadlock, Konflik lahan antara PT Citra Riau Sarana (CRS) dengan PT Wanasari Nusantara kembali memanas. Alih-alih menempuh jalur hukum perdata sebagaimana disarankan dalam berbagai upaya mediasi, PT Wanasari Nusantara diduga terus menggunakan cara-cara represif, mulai dari pengerahan massa hingga penggunaan alat berat untuk menguasai lahan secara paksa.

Dalam mediasi yang difasilitasi oleh Polres Kuansing senin 6 April 2026 antara PT.CRS dengan PT. Wanasari Nusantara terkait adanya tumpang tindih perizinan Kembali Deadlock, sehingga Polres Kuansing melalui Bapak Wakapolres menawarkan untuk dilakukan kembali mediasi dalam waktu 3 -4 hari kedepan yang melibatkan Forkopimda Kabupaten Kuantan Singingi dan menghimbau agar PT.Wanasari Nusantara menahan diri untuk menggunakan cara-cara represif, mulai dari pengerahan massa hingga penggunaan alat berat untuk menguasai secara paksa lahan PT. Citra Riau sarana yang sudah dikuasai selama 24 tahun tidak di indahkan.

Sementara itu PT. Citra Riau Sarana menyampaikan akan tetap melakukan kegiatan operasional areal tersebut karena tanaman kelapa sawit adalan milik PT.CRS yang ditanam dan dikuasai selama 24 tahun dan sudah mendapatkan dokumen perizinan dari Pemerintah yang berwenang.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, sengketa ini telah berlangsung sejak 2024 dan diwarnai sejumlah insiden serius, bahkan menimbulkan korban jiwa.

Mei 2024: Awal Aksi Pengrusakan

Aksi sepihak pertama terjadi pada Kamis, 16 Mei 2024. Sekelompok orang yang diduga preman, di bawah instruksi pimpinan PT Wanasari Nusantara, melakukan pengrusakan terhadap tanaman kelapa sawit produktif milik PT CRS.

Kelompok tersebut dipimpin oleh dua orang berinisial PU dan RS yang mengaku bertindak atas perintah direksi perusahaan yang berdomisili di Malaysia. Dalam aksi tersebut, sebanyak enam unit ekskavator dikerahkan untuk merusak lahan seluas kurang lebih 56 hektare.

Sehari berselang, pada 17 Mei 2024, upaya serupa kembali dilakukan. Namun, pihak keamanan PT CRS berhasil menggagalkan aksi tersebut dan mengamankan satu unit ekskavator jenis Hitachi PC 200 yang kemudian diserahkan kepada penyidik Sat Reskrim Polres Kuansing sebagai barang bukti.

September 2024: Bentrok Berdarah
Konflik memuncak pada Jumat, 6 September 2024. Pengrusakan kembali terjadi dengan pengawalan dari pihak PT Wanasari Nusantara, yang kemudian berujung pada bentrokan fisik di lokasi.
Insiden tersebut menelan korban jiwa, yakni seorang anggota keamanan PT CRS. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam proses penanganan oleh pihak berwenang di Polres Kuantan Singingi.

April 2026: Intimidasi dan Dugaan Keterlibatan Oknum
Setelah sempat mereda, ketegangan kembali meningkat pada Sabtu, 4 April 2026. PT Wanasari Nusantara diduga mengerahkan massa dalam jumlah besar, diperkirakan antara 150 hingga 200 orang.

Dalam aksi tersebut, pengrusakan lahan kembali dilakukan dengan menggunakan tiga unit ekskavator. Situasi semakin memprihatinkan karena adanya dugaan keterlibatan oknum aparat yang turut berada di lokasi.
Sekitar 10 orang yang diduga berasal dari kesatuan TNI, yakni Detasemen Rudal Dumai dan Yonif 850, disebut berada di area konflik. Kehadiran mereka, bersama massa menciptakan suasana mencekam bagi para pekerja PT.Citra Riau Sarana di lapangan.

Sikap PT Citra Riau Sarana
Menanggapi rangkaian peristiwa tersebut, pihak PT CRS menyayangkan sikap PT Wanasari Nusantara yang dinilai tidak menunjukkan itikad baik dalam menyelesaikan sengketa.
PT CRS menegaskan bahwa pihaknya telah menguasai lahan tersebut secara sah sejak tahun 2001 dan tetap terbuka untuk menyelesaikan persoalan melalui jalur hukum.

“Kami tetap pada posisi mempertahankan hak atas lahan yang kami peroleh secara sah sesuai ketentuan perundang-undangan. Jika pihak PT Wanasari Nusantara merasa memiliki hak, silakan dibuktikan melalui jalur hukum atau perdata, bukan dengan cara-cara premanisme,” tegas perwakilan PT CRS.***




Upaya Meningkatkan PAD, Bupati Dr.H.Suhardiman Amby, MM, Tegaskan Pentingnya Pemberdayaan Penyidik Pegawai Negri Sipil

Teluk Kuantan – Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, menegaskan pentingnya pemberdayaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kuansing. Hal tersebut disampaikannya dalam rapat koordinasi yang digelar secara virtual melalui Zoom, Senin (6/4/2026) pagi.

Rapat koordinasi PPNS tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati H. Muklisin dan dipimpin oleh Kasatpol PP Provinsi Riau, drg. Sri Sadono Mulyanto, M.Han. Dalam arahannya, Sri Sadono juga memberikan bimbingan teknis guna mempertajam peran dan kapasitas PPNS di Daerah.

Bupati Suhardiman Amby menekankan bahwa PPNS memiliki peran strategis dalam penegakan Peraturan Daerah (Perda) yang berdampak langsung terhadap peningkatan PAD.

“PPNS harus sering melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian dan Kejaksaan. Laksanakan fungsi penyidikan secara maksimal, fungsi koordinasi, serta fungsi lainnya sesuai kewenangan yang dimiliki,” tegas H. Suhardiman.

Ia menjelaskan, fungsi utama PPNS meliputi kegiatan penyidikan terhadap pelanggaran Perda, melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum lain seperti Polri dan Kejaksaan, serta memastikan setiap pelanggaran dapat ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Lebih lanjut, Bupati menyoroti fungsi khusus PPNS dalam menegakkan Perda di berbagai sektor, seperti penertiban lalu lintas oleh Dinas Perhubungan, pengawasan pajak dan retribusi Daerah, hingga penertiban kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) sesuai aturan yang berlaku.

“Penegakan Perda ini harus betul-betul dijalankan. Termasuk penertiban ODOL, pajak dan retribusi jalan, semua itu berkontribusi terhadap PAD Kuansing,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati H. Muklisin dalam arahannya berharap seluruh anggota PPNS dapat meningkatkan profesionalisme dan sinergi lintas sektor.

“Melalui rapat ini, kita harapkan koordinasi semakin kuat dan kinerja PPNS semakin optimal dalam mendukung penegakan aturan serta peningkatan PAD daerah,” ujar Muklisin.

Rapat koordinasi ini juga dihadiri oleh Kapolres Kuansing yang diwakili KBO Reskrim IPTU Romlan, Kepala Pengadilan Negeri Teluk Kuantan, Asisten I Setda Kuansing dr. Fahdiansyah, SpOG, Kasat Pol PP Kuansing Rio Kasiter, M.M, seluruh Kepala OPD, Sekretaris Dishub Irfansyah, S.IP., M.Si, serta seluruh anggota PPNS Satpol PP Kabupaten Kuantan Singingi.***




Peduli Kemanusiaan, Wabup Kuansing Turun Langsung Bantu Pencarian Bocah Diduga Hanyut di Sungai Kuantan

CERENTI – Wakil Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), H. Muklisin, turun langsung membantu proses pencarian seorang anak yang diduga hanyut di Sungai Batang Kuantan, Desa Teluk Pauh, Kecamatan Cerenti, Sabtu (04/04/2026).

Selain ikut bergabung bersama tim SAR dan BPBD, Wabup juga menyempatkan diri mengunjungi keluarga korban untuk memberikan dukungan moril atas musibah yang terjadi.

“Selain membesuk keluarga korban, kita juga ikut bergabung dengan tim SAR melakukan pencarian anak yang diperkirakan hanyut di Sungai Kuantan,” ujar Muklisin.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup mengimbau seluruh masyarakat Kuansing, khususnya yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Kuantan, agar lebih waspada dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang kerap bermain di sungai.

Ia menegaskan, peran orang tua sangat penting dalam mencegah terjadinya musibah serupa.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu memantau anak-anak saat bermain di sungai. Orang tua wajib mengawasi dan mendampingi, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegasnya.

Muklisin juga mengingatkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, kejadian anak tenggelam di Sungai Kuantan kerap terjadi.

“Hampir setiap tahun ada kejadian anak tenggelam dalam tiga tahun terakhir. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tambahnya.

Sebelumnya, seorang anak bernama Rayen (4) dilaporkan diduga hanyut di Sungai Batang Kuantan pada Jumat (03/04/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Peristiwa itu terjadi saat korban bermain di tepi sungai bersama teman-temannya.

Berdasarkan keterangan, korban masih berada di lokasi seorang diri setelah teman-temannya pulang. Orang tua yang merasa kehilangan kemudian melakukan pencarian dan menemukan sandal serta alat bermain milik korban di tepi sungai.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Bupati Kuansing, Dr. H. Suhardiman Amby, langsung menginstruksikan Camat Cerenti, Erialis, untuk berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait guna mempercepat proses pencarian.

“Segera lakukan koordinasi dengan BPBD dan pihak terkait lainnya untuk mempercepat pencarian korban,” tegas Bupati.

Kepala Pelaksana BPBD Kuansing, H. Yulizar, menyampaikan bahwa pihaknya telah menurunkan personel ke lokasi kejadian setelah menerima laporan dari masyarakat dan pihak kecamatan.

“Personel BPBD sudah meluncur ke TKP begitu menerima laporan,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan BPBD bersama masyarakat setempat.

Pemerintah daerah juga mengajak warga untuk turut membantu pencarian serta meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas anak-anak di sekitar aliran sungai.***




Arogansi Melampaui Batas: PT. Wanasari Diduga Serobot Lahan dan Rusak Tanaman PT. Citra Riau Sarana di Bawah Kawalan Aparat

KUANTAN SINGINGI – Ketegangan di sektor agraria kembali memuncak akibat tindakan sepihak yang dilakukan oleh PT. Wanasari. Hari ini, perusahaan tersebut secara terang-terangan memasuki lahan yang di klaim berada dalam penguasaan sah PT. Citra Riau Sarana (CRS). Tidak hanya sekadar masuk, PT. Wanasari dilaporkan melakukan pengrusakan tanaman secara masif dan melakukan penggalian parit tanpa mengindahkan protes dari manajemen PT. CRS di lapangan.

​Tindakan ini dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap tertib hukum dan etika bisnis. Yang lebih memprihatinkan, aksi “penyerbuan” lahan ini dikawal ketat oleh ratusan personel dari oknum TNI dan Polri, yang memicu spekulasi liar mengenai adanya praktik “beking” terhadap perusahaan yang masa depan izinnya sedang di ujung tanduk tersebut.

​Meski dihadang oleh pihak manajemen PT. Citra Riau Sarana yang berusaha mempertahankan aset perusahaan, pihak PT. Wanasari tetap melanjutkan aktivitas ilegalnya. Alat berat jenis Exsapator dikerahkan untuk merusak tanaman produktif yang selama ini dikelola oleh PT. CRS.

​Meneger PT. Citra Riau Sarana, Afli Hendri, menyatakan keprihatinan mendalam atas tindakan arogan ini.

​”Kami sangat menyayangkan tindakan premanisme korporasi yang dilakukan PT. Wanasari. Mereka masuk ke area kami, merusak tanaman kami, dan seolah tidak tersentuh hukum karena membawa kekuatan aparat dalam jumlah besar. Ini adalah bentuk intimidasi nyata terhadap kami,” ujar Afli Hendri dengan nada tegas.

​Kegaduhan yang ditimbulkan oleh PT. Wanasari bukanlah hal baru. Reputasi buruk perusahaan ini dalam menjaga kondusivitas wilayah telah menjadi catatan merah bagi pemerintah daerah. Akibat rentetan konflik dan penilaian negatif atas operasionalnya, Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Ambi sebelumnya telah mengeluarkan rekomendasi resmi untuk TIDAK MEMPERPANJANG Hak Guna Usaha (HGU) PT. Wanasari sebagai mana tertuang di dalam surat rekomendasi Bupati Nomor 500.8.1/DISBUNNAK/II/2026/291 tertanggal 27 Februari 2026.

​Hadirnya ratusan aparat TNI dan Polri di lokasi kejadian juga menjadi sorotan tajam. Publik mempertanyakan netralitas aparat negara yang seharusnya menjadi pengayom, bukan justru menjadi tameng bagi perusahaan yang sedang bersengketa, apalagi membantu aktivitas pengrusakan lahan yang diklaim pihak lain.

​PT. Citra Riau Sarana mendesak pihak berwenang dan pemangku kebijakan untuk segera turun tangan menghentikan aktivitas ilegal PT. Wanasari. Perusahaan menegaskan tidak akan tinggal diam dan akan menempuh jalur hukum atas pengrusakan aset serta intimidasi yang terjadi.***

Sumber : AH




Upaya Meningkatkan PAD, Pemkab Kuansing Gagas Strategi Untuk Datangkan Investor

Teluk Kuantan – Upaya Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mulai menunjukkan hasil.

Strategi mendatangkan investor yang digagas Bupati Kuansing, Dr. H. Suhardiman Amby, MM bersama Wakil Bupati H. Muklisin, mulai mendapat respons positif dari pihak swasta.

Sejumlah investor dilaporkan tertarik untuk mengelola beberapa aset milik daerah, di antaranya Hotel Kuansing, Wisma Jalur, serta Rumah Susun (Rusun) di Teluk Kuantan.

Ketertarikan tersebut disampaikan Kepala Bagian Umum Setda Kuansing, Deswan Antoni, bersama Kabag Ekonomi, Dr. Trian Zulhadi, di sela-sela peninjauan lokasi pada Kamis (2/4/2026) petang.

“Alhamdulillah, ada investor yang menunjukkan minat untuk mengelola aset-aset daerah kita, termasuk Hotel Kuansing yang selama ini terbengkalai,” ujar Deswan Antoni saat mendampingi calon investor.

Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset yang selama ini belum memberikan kontribusi maksimal terhadap PAD.

Dengan menggandeng investor, diharapkan aset-aset tersebut dapat dikelola secara profesional dan produktif.

Hal senada juga disampaikan Kabag Ekonomi Setda Kuansing, Dr. Trian Zulhadi. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap kerja sama investasi, selama memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat.

“Ini peluang besar untuk meningkatkan PAD sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kita berharap proses ini dapat segera terealisasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Sementara itu, Hotel Kuansing yang sebelumnya terbengkalai menjadi salah satu fokus utama dalam penjajakan kerja sama tersebut.

Dengan pengelolaan yang baik, hotel ini diharapkan dapat kembali beroperasi dan menjadi salah satu sumber pendapatan baru bagi daerah.

Langkah strategis yang diambil Bupati dan Wakil Bupati Kuansing ini dinilai sebagai terobosan dalam mengatasi keterbatasan fiskal daerah, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.

Pemkab Kuansing pun berkomitmen untuk terus membuka peluang investasi serta memastikan setiap kerja sama dilakukan secara transparan dan sesuai regulasi, demi mendorong kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.***