Penyedia Internet Dipanggil, Penataan Kabel Semrawut di Teluk Kuantan Segera Dilakukan

TELUK KUANTAN — Sejumlah penyedia layanan internet yang beroperasi di Kabupaten Kuantan Singingi, khususnya di kawasan Kota Teluk Kuantan, sepakat melakukan penataan kabel jaringan yang semrawut di sejumlah titik.

Kesepakatan tersebut mencuat dalam pertemuan antara Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfoss) Kuansing bersama para penyedia layanan internet, Kamis (1/10/2026) pagi.

Plt Kepala Dinas Kominfoss Kuansing, Hevi Heri Antoni, S.Sos., M.Si., mengatakan pertemuan tersebut digelar untuk mencari solusi atas kondisi kabel internet yang dinilai mengganggu kerapian dan estetika kota.

“Memang kita telah memanggil sejumlah penyedia layanan internet untuk berdiskusi dan mencari solusi terhadap kabel jaringan yang semrawut di beberapa titik wilayah Kota Teluk Kuantan,” ujar Hevi.

Menurutnya, melalui Bidang Informatika, pihaknya juga telah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi yang menjadi perhatian masyarakat, salah satunya kawasan Simpang Depan Astaka Purna MTQ Teluk Kuantan.

“Kita sudah turun meninjau beberapa lokasi yang dikeluhkan masyarakat. Salah satunya di kawasan Simpang Depan Astaka Purna MTQ,” katanya.

Hevi menegaskan, penataan kabel akan dilakukan secara bertahap dan melibatkan para penyedia jaringan. Bahkan, mayoritas penyedia layanan internet telah menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama.

“Insyaallah, pekan depan menjelang rangkaian HUT Kuansing ke-27, kita akan mulai melakukan penataan bersama. Mayoritas penyedia jaringan sudah sepakat untuk bekerja sama,” tegasnya.

Persoalan kabel internet semrawut sebelumnya juga telah beberapa kali disuarakan anggota Komisi III DPRD Kuansing. Di antaranya Mairizaldi dari Fraksi Golkar, Nurjamil dari Demokrat, Dicky Susanto selaku Wakil Ketua Komisi III, serta H. Solehudin dari Gerindra.

Aspirasi tersebut disampaikan berulang kali kepada Dinas Kominfoss, seiring dengan keluhan masyarakat terkait keberadaan kabel jaringan yang dinilai tidak tertata di sejumlah ruas jalan perkotaan.

“Menyikapi aspirasi DPRD dan keluhan masyarakat, kita melakukan koordinasi secara terukur. Insyaallah, perbaikan dan penataan akan dilakukan secara bertahap ke depan,” jelas Hevi.

Selain melakukan penataan, Dinas Kominfoss Kuansing juga membuka kemungkinan membentuk layanan pengaduan khusus bagi masyarakat yang menemukan persoalan terkait kabel jaringan internet.

“Dinas Kominfoss siap membuat layanan pos pengaduan masyarakat untuk persoalan ini, sehingga setiap keluhan dapat ditindaklanjuti secara lebih terarah,” tutup Hevi.***




Geger! Polisi Sita 52,72 Gram Sabu di Air Buluh, Bandar Narkoba Ternyata Buronan Lapas

Kuansing — Unit Reskrim Polsek Kuantan Mudik menggerebek sebuah rumah di Dusun I, Desa Air Buluh, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, Selasa (29/9/2026) sore.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial N (42) yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu. Dari tangan tersangka, polisi menyita satu paket besar diduga sabu dengan berat kotor 52,72 gram.

Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa, S.H., M.H., mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran narkotika di Desa Air Buluh.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Unit Reskrim melakukan penyelidikan, observasi dan surveillance sebelum akhirnya mendatangi rumah yang diduga menjadi lokasi transaksi narkotika.

Sekitar pukul 16.50 WIB, petugas melakukan penggerebekan dan mengamankan N. Penggeledahan dilakukan dengan disaksikan Kepala Desa Air Buluh.

Hasilnya, petugas menemukan satu plastik klip bening berukuran besar berisi kristal yang diduga sabu dengan berat kotor 52,72 gram.

Tak hanya sabu, polisi juga menyita uang tunai Rp14.430.000, satu timbangan digital, tiga sendok pipet, empat unit telepon genggam, dua korek api, plastik klip, serta sejumlah barang lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika.

“Barang bukti telah diamankan untuk kepentingan proses penyidikan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan urine terhadap tersangka juga menunjukkan positif amphetamine,” ujar AKP Anra Nosa.

Bukan hanya kasus narkoba, identitas N juga menyimpan catatan hukum. Polisi mencatat pria tersebut merupakan narapidana yang pernah melarikan diri dari Lapas Sialang Bungkuk, Pekanbaru, pada 2017.

Riwayat tersebut kini turut didalami penyidik dalam proses penanganan perkara.

Atas dugaan perbuatannya, N disangkakan Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (2) huruf a UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Khusus Pasal 114 ayat (2) UU Narkotika, tersangka terancam pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta denda sesuai ketentuan yang berlaku.

Saat ini, N bersama seluruh barang bukti telah diamankan di Polsek Kuantan Mudik. Penyidik masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman untuk mengungkap jaringan serta asal-usul barang haram tersebut.***




DPRD Kuansing Ketok Perubahan APBD 2026 Rp1,659 Triliun

TELUK KUANTAN — DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menyetujui Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna penyampaian pendapat akhir, Rabu (30/9/2026).

Rapat dipimpin Ketua DPRD Kuansing H. Juprizal, SE., M.Si., didampingi Wakil Ketua I Satria Mandala Putra dan dihadiri 29 anggota DPRD. Jumlah tersebut telah memenuhi kuorum.

Juru Bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kuansing, Ustadz Syafril, ST., menyebutkan APBD 2026 yang sebelumnya Rp1,633 triliun meningkat menjadi sekitar Rp1,659 triliun, bertambah Rp25,991 miliar.

Sementara pendapatan daerah naik dari sekitar Rp1,553 triliun menjadi Rp1,651 triliun, atau bertambah Rp97,447 miliar.

Banggar meminta pemerintah daerah memprioritaskan penyelesaian kewajiban pembayaran yang masih tertunda, khususnya tunda bayar tahun anggaran 2024 dan 2025. Pemkab juga diminta mengoptimalkan sumber pendapatan serta memastikan penggunaan anggaran sesuai kesepakatan bersama DPRD.

Pendapat akhir Banggar tersebut disetujui seluruh anggota DPRD yang hadir. Dengan demikian, Ranperda Perubahan APBD 2026 dinyatakan layak untuk diproses ke tahapan berikutnya.

Plt Bupati Kuansing menyampaikan apresiasi kepada DPRD atas pembahasan dan masukan yang diberikan. Menurutnya, perubahan APBD menjadi instrumen penting untuk memperkuat pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Sejumlah agenda strategis turut menjadi perhatian Pemkab Kuansing, mulai dari program Sekolah Garuda dan sekolah terintegrasi, pembangunan rumah sakit tipe D, hingga peningkatan infrastruktur jalan nasional dan provinsi.

Pemkab juga terus memperjuangkan pembangunan jalan tol yang dinilai penting untuk memperkuat konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Persetujuan Ranperda ini selanjutnya memasuki tahapan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pemerintah daerah berharap anggaran perubahan tersebut dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan Kuansing.***




Penuh Khidmat, Keluarga MTs Babussalam Laksanakan Doa Bersama Mengenang Korban G30S

BENAI – Bertepatan dengan tanggal 30 September 2026, keluarga besar Madrasah Tsanawiyah (MTs) Babussalam melaksanakan doa bersama untuk mengenang para perwira TNI Angkatan Darat yang menjadi korban dalam rangkaian peristiwa Gerakan 30 September (G30S) tahun 1965.

Kegiatan yang diikuti oleh kepala madrasah, dewan guru, tenaga kependidikan, dan para siswa tersebut berlangsung dengan penuh khidmat.

Doa bersama menjadi momentum bagi keluarga besar MTs Babussalam untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa sekaligus mendoakan para korban agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga diajak untuk mengambil hikmah dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

Generasi muda diharapkan tidak hanya mengetahui peristiwa sejarah, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai pembelajaran untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta menghargai jasa dan pengorbanan para pendahulu bangsa.

Pihak madrasah menyampaikan bahwa kegiatan doa bersama merupakan bagian dari pembinaan karakter dan penanaman nilai-nilai kebangsaan kepada peserta didik. Nilai religius dan kecintaan terhadap bangsa diharapkan dapat tumbuh secara seimbang dalam diri para siswa.

“Melalui doa bersama ini, kita mengajak para siswa untuk mengenang para korban dan belajar dari sejarah bangsa. Semoga generasi muda dapat menjaga persatuan dan kesatuan serta mengisi kemerdekaan dengan kegiatan-kegiatan yang positif,” ujar Hardenis, S.Pd.I., Kepala MTs Babussalam.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan shalat zuhur berjama’ah dan doa bersama. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh penghormatan.

Melalui kegiatan tersebut, keluarga besar MTs Babussalam berharap para siswa semakin memahami pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadikan sejarah sebagai pelajaran untuk membangun masa depan bangsa yang damai dan berkemajuan.***

(Hasbi).




Pacu Jalur Mini Kebun Nopi Siap Meriahkan HUT ke-27 Kuansing

TELUK KUANTAN — Kegiatan Pacu Jalur Mini di Kebun Nopi, Kecamatan Kuantan Mudik, menjadi salah satu agenda utama yang dipersiapkan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Tahun 2026.

Koordinator Panitia, Andi Cahyadi, mengatakan persiapan pelaksanaan Pacu Jalur Mini terus dimatangkan, baik dari sisi teknis perlombaan maupun kesiapan lokasi di Kebun Nopi.

Menurutnya, Pacu Jalur Mini diharapkan menjadi salah satu hiburan masyarakat sekaligus bagian dari upaya melestarikan tradisi dan budaya pacu jalur yang menjadi identitas Kabupaten Kuantan Singingi.

“Pacu Jalur Mini akan kita pusatkan di Kebun Nopi, Kecamatan Kuantan Mudik. Saat ini berbagai persiapan terus kita matangkan agar pelaksanaannya berjalan lancar dan meriah,” ujar Andi Cahyadi.

Pacu Jalur Mini tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-27 Kuansing.

Andi menjelaskan, panitia juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan seluruh kebutuhan pelaksanaan, mulai dari kesiapan arena, teknis perlombaan, hingga pengamanan dan kenyamanan masyarakat yang hadir.

Kegiatan ini diharapkan mampu menarik antusiasme masyarakat, khususnya warga di wilayah Kuantan Mudik dan sekitarnya, untuk menyaksikan langsung perlombaan jalur.

Selain Pacu Jalur Mini, rangkaian HUT ke-27 Kuansing juga diisi berbagai kegiatan lainnya, seperti jalan santai dan lomba tradisional, Batik Carnival, Festival Karaoke Bintang Radio, serta Kuansing Mengaji.

Sementara itu, Asisten II Setda Kuansing, Drs. Napisman, dalam rapat koordinasi panitia menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak agar setiap rangkaian kegiatan HUT Kuansing dapat terlaksana dengan tertib, aman, dan lancar.

Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan, Pacu Jalur Mini di Kebun Nopi diharapkan menjadi salah satu magnet masyarakat dalam memeriahkan HUT ke-27 Kabupaten Kuantan Singingi.***




Bintang Radio Meriahkan HUT ke-27 Kuansing, Kolaborasi Diskominfoss dan PAPPRI

TELUK KUANTAN — Festival Bintang Radio menjadi salah satu kegiatan yang dipersiapkan untuk memeriahkan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Tahun 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfoss) Kuansing bersama Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) serta mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi.

Bintang Radio dirancang sebagai ajang bagi pelajar hingga masyarakat umum untuk menyalurkan dan mengembangkan bakat seni tarik suara. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di kawasan Astaka dan menjadi salah satu hiburan masyarakat dalam rangkaian perayaan Hari Jadi ke-27 Kuansing.

Peserta terbaik dalam ajang Bintang Radio nantinya akan mendapatkan kesempatan tampil pada malam puncak Hari Jadi ke-27 Kabupaten Kuansing. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk memberikan ruang dan apresiasi kepada talenta-talenta lokal.

 

Persiapan Bintang Radio turut dibahas dalam Rapat Koordinasi dan Pemantapan Panitia Hari Jadi ke-27 Kuansing yang dipimpin Asisten II Setda Kuansing, Drs. Napisman, di Ruang Abdul Ja’far Kantor Bupati Kuansing, Selasa (29/9/2026).

Dalam rapat tersebut, Pemkab Kuansing memastikan seluruh rangkaian kegiatan terus dimatangkan. Secara keseluruhan, persiapan peringatan Hari Jadi ke-27 Kuansing telah mencapai sekitar 98,5 persen, dengan fokus saat ini pada pemantapan teknis dan kesiapan pelaksanaan di lapangan.

Selain Bintang Radio, sejumlah agenda lainnya juga telah disiapkan, seperti jalan santai dan lomba tradisional pada 8 Oktober, Pacu Jalur di Kebun Nopi, Kecamatan Kuantan Mudik, pada 9–11 Oktober, Kuansing Mengaji pada 10 Oktober malam, serta Batik Carnival pada 12 Oktober malam.

Batik Carnival nantinya melibatkan organisasi perangkat daerah, kecamatan, serta perwakilan kabupaten/kota untuk menampilkan keberagaman dan kekayaan batik daerah. Persiapan panggung, geladi, penampilan budaya dan hiburan masyarakat juga terus dikoordinasikan.

Asisten II Setda Kuansing, Drs. Napisman, menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi seluruh panitia serta perangkat daerah agar setiap agenda dapat terlaksana dengan baik.

“Seluruh kegiatan harus dipersiapkan secara matang, sehingga rangkaian Hari Jadi ke-27 Kuansing dapat berjalan tertib, lancar dan memberikan hiburan serta manfaat bagi masyarakat,” demikian penekanan dalam rapat pemantapan tersebut.

Rapat tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan unsur terkait, di antaranya Kepala Dinas Pariwisata Emerson, Kepala Inspektorat Rustam, Kepala Dinas Perkebunan Andri Yama, Kepala Dinas KB Mardansyah, Ketua Umum KONI, Andri Cahyadi, Kabag Umum, Deswan Antoni, Kabag Protokol, Zaenal, Kabag Pemerintahan, Sigit Purnomo, staf ahli Bupati Ahmad Heri, Plt. Kepala Diskominfoss Hevi Heri Antoni, serta Kasatpol PP Rio Kasyter Wandra.

Melalui dukungan Pemkab Kuansing dan kolaborasi Diskominfoss bersama PAPPRI, Bintang Radio diharapkan menjadi bagian dari semangat perayaan Hari Jadi ke-27 Kuansing sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas dan potensi seni yang dimiliki.***




Kejari Kuansing Gaungkan Gerakan Antikorupsi, Aparatur Diminta Berani Tolak Penyimpangan

TELUK KUANTAN — Semangat membangun pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas kembali digaungkan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuansing menggelar kampanye antikorupsi di kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Kuansing, Selasa (29/9/2026) pagi.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kuansing, Andre, SH., MH, sebagai bagian dari upaya memperkuat pencegahan tindak pidana korupsi sekaligus menanamkan budaya integritas di lingkungan pemerintahan.

Kampanye ini turut dihadiri Asisten III Setda Kuansing Azhar, MM, Kepala BPKAD H. Jafrinaldi, AP., M.IP, Kepala Bappeda Litbang Hendra Roza, S.Si, Inspektur Drs. Rustam, Kepala Bapenda Dr. H. Masrul Hakim, S.Ag., M.Pd.I, Plt. Kadis Kominfo Hevi H. Antoni, M.Si, Kasi Intel Sunardi Efendi, SH, Kasi Datun Raden Muhammad Shandy Meita, SH., MH, Kasi Pidsus, serta jajaran staf BPKAD, BKPP dan Inspektorat.

Dalam kesempatan itu, Kajari Kuansing Andre,SH,MH menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan penindakan. Menurutnya, langkah paling penting justru dimulai dari pencegahan dan kesadaran setiap aparatur dalam menjalankan tugas.

“Kampanye antikorupsi ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Kita ingin membangun kesadaran bersama bahwa pencegahan korupsi harus dimulai dari diri sendiri, dari lingkungan kerja, dan dari setiap proses pelayanan pemerintahan,” tegas Andre.

Ia mengingatkan seluruh aparatur agar menjadikan integritas sebagai landasan dalam menjalankan tugas dan menggunakan kewenangan yang diberikan negara.

Andre juga meminta aparatur tidak memberikan ruang bagi praktik penyimpangan, terutama dalam pengelolaan kewenangan dan anggaran pemerintah.

“Jangan sampai ada ruang untuk praktik-praktik korupsi. Gunakan kewenangan sesuai aturan, kelola anggaran secara transparan dan bertanggung jawab, serta berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk penyimpangan,” ujarnya.

 

Senada dengan itu, Inspektur Kuansing Drs. Rustam mengatakan, penguatan integritas membutuhkan komitmen seluruh perangkat daerah. Pencegahan korupsi, kata dia, tidak dapat dibebankan kepada satu lembaga atau satu pihak saja.

“Pencegahan korupsi tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Ini membutuhkan komitmen bersama, mulai dari pimpinan sampai seluruh aparatur. Kita ingin membangun budaya kerja yang bersih, transparan dan bertanggung jawab,” kata Rustam.

Ia menambahkan, pengawasan internal akan terus diperkuat untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan sesuai ketentuan serta meminimalkan potensi terjadinya penyimpangan.

Kampanye antikorupsi tersebut menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh aparatur bahwa membangun pemerintahan yang bersih tidak semata-mata dilakukan setelah pelanggaran terjadi. Upaya tersebut harus dimulai sejak awal melalui kepatuhan terhadap aturan, transparansi, pengawasan, dan keberanian menolak setiap bentuk penyimpangan.

Dengan penguatan budaya integritas di lingkungan pemerintahan, semangat pencegahan diharapkan tidak berhenti pada kampanye, tetapi menjadi bagian dari perilaku dan budaya kerja aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.***




Digitalisasi Pajak Kuansing Didorong Makin Maksimal, Pembayaran PBB Kini Bisa Lewat QRIS

TELUK KUANTAN – Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) melalui digitalisasi mendapat sorotan dalam Rapat Paripurna DPRD Kuansing, Senin (28/9/2026).

Dalam rapat dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Kabupaten Kuansing Tahun Anggaran 2026 itu, Fraksi NasDem-PKS mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat digitalisasi dalam meningkatkan capaian PAD.

Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kuansing tersebut dipimpin Ketua DPRD Kuansing H. Juprizal, didampingi Wakil Ketua II Romi Alfisah Putra, SE., M.Si. Sebanyak 19 anggota DPRD Kuansing turut hadir.

Menanggapi pandangan fraksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuansing melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfoss) menegaskan bahwa digitalisasi pelayanan dan pembayaran pajak daerah sebenarnya telah berjalan dan terus dikembangkan.

Plt Kepala Dinas Kominfoss Kuansing, Hevi H. Antoni, S.Sos., M.Si., mengatakan digitalisasi pendapatan daerah merupakan hasil kolaborasi antara Diskominfoss dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

“Program digitalisasi terkait pendapatan daerah dan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sudah mulai dilaksanakan sejak 2021–2022 dan terus kita kembangkan sampai saat ini,” ujar Hevi usai mengikuti rapat paripurna.

Menurutnya, masyarakat kini semakin dimudahkan dalam melakukan pembayaran berbagai jenis pajak daerah secara digital. Tidak hanya PBB, pembayaran pajak pendapatan, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta sembilan jenis pajak daerah lainnya juga telah tersedia secara online.

Sistem tersebut telah terintegrasi dengan Bank Riau Kepri. Masyarakat dapat melakukan pembayaran melalui QRIS, teller Bank Riau Kepri, merchant Indomaret dan Alfamart, hingga Kantor Pos.

Hevi menilai kemudahan akses pembayaran menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong kepatuhan masyarakat dan wajib pajak.

“Harapannya, dengan mekanisme pembayaran pajak yang semakin mudah, keinginan dan kepatuhan masyarakat sebagai wajib pajak juga semakin meningkat,” katanya.

Meski demikian, Hevi mengakui masih terdapat ruang untuk melakukan pembenahan dan penyempurnaan.

“Kita akan terus melakukan pembaruan sesuai rekomendasi dan saran Fraksi NasDem-PKS DPRD Kuansing. Masukan itu sangat baik, dan tugas kita sebagai OPD yang membidangi adalah menindaklanjutinya apabila masih ada hal-hal yang belum maksimal,” tegasnya.

Bapenda: Digitalisasi Sudah Berjalan, Tetap Akan Dievaluasi.

Hal senada disampaikan Kepala Bapenda Kuansing, H. Masrul Hakim. Ia membenarkan bahwa digitalisasi layanan pajak daerah telah diterapkan selama beberapa tahun.

“Digitalisasi sudah kita lakukan sejak lama. Namun mungkin masih ada hal-hal yang belum maksimal,” ujar Masrul Hakim.

Ia menegaskan, masukan yang disampaikan sejumlah fraksi terkait peningkatan PAD akan menjadi bahan evaluasi bagi Bapenda ke depan.

“Apa yang disampaikan sejumlah fraksi terkait PAD akan menjadi catatan kita untuk diperbaiki di masa yang akan datang, baik dari sisi layanan maupun optimalisasinya,” katanya.

Dengan sistem pembayaran yang semakin terdigitalisasi, Pemkab Kuansing berharap pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, mudah dan transparan, sekaligus dapat mendukung optimalisasi penerimaan daerah.

Sementara itu, Rapat Paripurna DPRD Kuansing akan dilanjutkan dengan agenda pembahasan serta penyampaian tanggapan pemerintah daerah terhadap pandangan umum fraksi-fraksi DPRD atas Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Jadwal agenda lanjutan tersebut masih menunggu penetapan dari Sekretariat DPRD (Setwan) Kuansing.***




Tingkatkan Kedisiplinan, MTs Babussalam Simandolak Laksanakan Upacara Bendera Merah Putih

BENAI – Tingkatkan Kedisiplinan, Madrasah Tsanawiyah Babussalam Simandolak
Kecamatan Benai, Kabupeten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, melaksanakan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih pada Hari Senin,28 September 2026.

Upacara pengibaran bendera setiap hari Senin merupakan momentum krusial untuk membina karakter, kedisiplinan, dan rasa nasionalisme para siswa. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas mingguan, melainkan sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini.

Pentingnya Pelaksanaan Upacara:

Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme dan Patriotisme: Mengheningkan cipta dan menghormati bendera Merah Putih mengingatkan siswa akan perjuangan para pahlawan serta memperkuat rasa cinta tanah air.
Melatih Kedisiplinan dan Tanggung Jawab: Berdiri tegap, menjaga kerapian, dan mengikuti aturan baris-berbaris melatih ketertiban, kesabaran, serta kepatuhan pada aturan.

Membentuk Jiwa Kepemimpinan: Menjadi petugas upacara memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar memimpin, tampil di depan umum, dan bertanggung jawab atas tugas yang diberikan.
Mempererat Kebersamaan dan Persatuan: Berkumpul bersama seluruh warga sekolah memupuk rasa kekeluargaan, kesetaraan, dan solidaritas antar sesama siswa dan guru.

Peserta upacara adalah seluruh murid Madrasah. Adapun petugas upacara diisi oleh kelas yang telah dijadwalkan dan telah melakukan latihan sebanyak tiga kali. Pembina upacara dipimpin oleh Wali kelas, atau oleh Kepala Madrasah pada momen-momen tertentu.

(Hasbi).




PETI MENGGILA DI BELAKANG KANTOR BPKAD KUANSING, POLISI SERGAP LOKASI, PELAKU KABUR TINGGALKAN RAKIT DAN MESIN

KUANTANSINGINGI – Aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) diduga berlangsung tak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Kuantan Singingi. Berbekal laporan masyarakat melalui Layanan Kepolisian 110, polisi langsung bergerak menyisir lokasi di belakang Kantor BPKAD Kuansing, Komplek Perkantoran Pemerintah Daerah (Pemda) Kuansing, Kecamatan Kuantan Tengah, Minggu (27/9/2026).

Laporan tersebut diterima sekitar pukul 11.07 WIB. Tak ingin informasi itu berlarut, Polres Kuansing bersama Polsek Kuantan Tengah langsung menerjunkan personel ke lokasi yang dilaporkan.

Operasi pengecekan dipimpin Pamapta I Polres Kuansing IPDA Brian Adam Rinaldi, S.H., M.H., bersama Kapolsek Kuantan Tengah AKP Toni, S.H., M.H. Sejumlah personel dari Sat Intelkam, Sat Lantas, Sat Reskrim, Sat Resnarkoba, SPKT Polres Kuansing, Kanit Samapta Polsek Kuantan Tengah IPTU A. Razak serta personel Polsek Kuantan Tengah turut dikerahkan.

Begitu tiba di lokasi, petugas langsung melakukan penyisiran. Hasilnya, polisi menemukan satu unit rakit PETI jenis stingkai dan satu unit mesin Robin yang diduga digunakan untuk aktivitas pertambangan ilegal tersebut.

Namun, kedatangan polisi rupanya membuat pekerja atau pihak yang berada di lokasi panik. Mereka kabur sebelum sempat diamankan, meninggalkan peralatan PETI begitu saja.

Polisi kemudian mengambil tindakan tegas terhadap peralatan yang ditemukan. Rakit PETI dan mesin Robin tersebut dibakar serta dirusak untuk menghentikan aktivitas PETI di lokasi.

Meski operasi berhasil menemukan peralatan yang diduga digunakan untuk aktivitas PETI, tidak ada pelaku yang berhasil diamankan dalam kegiatan tersebut. Polisi juga tidak membawa barang bukti ke kantor karena peralatan yang ditemukan telah dimusnahkan di lokasi.

Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat melalui Layanan Kepolisian 110 akan ditindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan.

“Setiap informasi dari masyarakat terkait gangguan kamtibmas, termasuk dugaan aktivitas PETI, akan segera ditindaklanjuti oleh personel. Hal ini merupakan bagian dari pelayanan kepolisian kepada masyarakat sekaligus upaya menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan,” ujar Kapolres.

Kapolres juga mengajak masyarakat tidak tinggal diam apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan maupun merusak lingkungan.

“Silakan manfaatkan Layanan Kepolisian 110 untuk menyampaikan informasi atau pengaduan kepada kepolisian. Setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur dan situasi di lapangan,” pungkasnya.

Polisi bergerak, lokasi PETI disisir. Pelaku kabur, peralatan ditinggalkan.***