Ungkap Kasus Pencurian dengan Pemberatan, Dua Pelaku diamankan Polsek Benai

KUANSING – Jajaran Kepolisian Sektor Benai di bawah naungan Polres Kuantan Singingi berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di wilayah Kelurahan Benai, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi, Selasa (08/07/2025).

Kasus ini mencuat setelah adanya laporan dari seorang warga bernama Ibahati, pensiunan asal Pekanbaru, yang mengalami kehilangan berbagai barang berharga dari rumah miliknya.

Kapolres Kuantan Singingi, AKBP Angga F. Herlambang, S.I.K., S.H., melalui Kapolsek Benai IPDA Hainur Rasid, S.H., menyampaikan bahwa kejadian tersebut pertama kali diketahui pada Kamis, 3 Juli 2025. Korban mendapat informasi dari saksi bernama EF, yang mengabarkan bahwa rumah milik Ibahati yang berada di Dusun Tiga RT 007 RW 008 Kelurahan Benai telah dibobol oleh pelaku pencurian.

Menindaklanjuti informasi tersebut, korban segera menghubungi keluarganya yang tinggal di Benai untuk memeriksa kondisi rumah. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui bahwa sejumlah besar barang telah hilang, termasuk satu unit AC, televisi, kulkas, mesin cuci, kompor gas, lemari plastik, kursi panjang, kipas angin, mesin air, alat-alat pecah belah, serta tikar rotan. Total kerugian ditaksir mencapai lebih dari empat belas juta rupiah.

Korban kemudian segera kembali ke Benai dari Pekanbaru dan melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Benai pada Jumat, 4 Juli 2025. Menyikapi laporan tersebut, jajaran Polsek Benai langsung melakukan penyelidikan dan pendalaman kasus.

Dari hasil penyelidikan intensif, diketahui bahwa pencurian dilakukan oleh tiga orang pelaku yang masing-masing dikenal dengan nama inisial (D), R(27), dan P(22). Pada Senin, 7 Juli 2025, tim berhasil mengamankan tersangka R(27) di rumahnya yang berlokasi di Desa Benai Kecil. Dalam pemeriksaan, R(27) mengakui keterlibatannya dalam pencurian tersebut dan menyebut dua rekannya.

Selanjutnya, tim melanjutkan penangkapan terhadap P(22) yang juga berhasil diamankan di hari yang sama. P(22) mengakui bahwa dirinya bersama R(27) dan (D) telah melakukan pencurian di rumah milik Ibahati pada malam hari tanggal 24 Juni 2025. Sementara itu, tersangka (D) tidak berada di rumah saat hendak diamankan dan kini berstatus sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang). Kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap yang bersangkutan.

Beberapa barang bukti berhasil ditemukan dan diamankan, antara lain satu unit televisi, satu unit kulkas, satu unit mesin cuci, dan satu unit mesin air. Sejumlah barang lainnya masih dalam proses pencarian dan pelacakan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Kapolres Kuantan Singingi, AKBP Angga F. Herlambang, S.I.K., S.H., menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan komitmen jajaran Polres dalam menjaga keamanan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. Ia juga mengapresiasi langkah cepat dan kerja keras anggota Polsek Benai yang berhasil mengungkap kasus dalam waktu singkat.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan di wilayah hukum kami. Polres Kuansing akan terus berupaya maksimal memberikan pelayanan terbaik dan penegakan hukum yang tegas. Kepada masyarakat, kami mengimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan, menjaga lingkungan, serta segera melaporkan jika mengetahui adanya tindak kriminal,” tegas AKBP Angga dalam pernyataannya melalui Kapolsek Benai.

Saat ini kedua tersangka tengah menjalani proses penyidikan lebih lanjut di Polsek Benai. Mereka dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke-3e, 4e, 5e juncto pasal 480 ke-1e Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman pidana penjara maksimal tujuh tahun.

Polres Kuantan Singingi melalui Polsek Benai memastikan bahwa proses hukum terhadap para pelaku akan dilakukan sesuai prosedur dan tetap mengedepankan prinsip keadilan. Pengembangan kasus juga terus dilakukan guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku lainnya serta upaya untuk mengembalikan sisa barang milik korban.” Pungkas Kapolsek.

Sumber: Humas Polres Kuatan Singingi




DPD Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kuansing Peringati Tahun Baru 1447 Hijriyah

KUANSING – Teluk Kuantan DPD IKM (Ikatan Keluarga Minang) Kuantan Singingi mengadakan acara menyambut Tahun baru Islam 1 Muharam 1447 H di Sekretariat IKM di Simpang Tiga, Teluk Kuantan, pada hari Jum’at 27 Juni 2025. Acara tersebut berisikan tema ” Semangat Baru Untuk Memperbaiki Diri Dan Meningkatkan Silaturrahmi di antara Kita (Dek Basamo Mangko Manjadi)”.

IKM merupakan wadah silaturahmi warga Kuantan Singingi yang berasal dari Minangkabau. Berdiri pada Oktober 2024, organisasi kemasyarakatan ini diketuai oleh Yanuardi, S.H.,M.H, Subhan Shabri, S.Pd., M.Pd sebagai sekretaris dan Karnedi, S.H sebagai bendahara beserta segenap tokoh-tokoh Kuansing asal Minang.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah masyarakat perantau Minang yang tinggal di Kuansing.

Ketua IKM Kuansing Yanuardi, yang merupakan purnawirawan polisi ini, berharap acara ini dapat mempererat ukhuwah Islamiyah dan tali persaudaraan di antara perantau Minang yang ada di Kuansing.

“Mari kita jadikan momentum 1 Muharam Tahun Baru Islam ini untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. InsyaAllah, Allah memberikan berkah-Nya kepada kita semua. Semoga kita semua mendapat syafaat dari Rasulullah SAW,” ujarnya.

Yanuardi mengingatkan bahwa peringatan 1 Muharam Tahun Baru Islam bukanlah hanya sebuah seremonial belaka, tetapi juga merupakan kesempatan untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW.

“Melalui peringatan ini, mari kita refleksikan dan amalkan ajaran-ajaran Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, agar kita menjadi umat yang lebih baik,” ujarnya.

Acara tersebut diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya ceramah agama Oleh Ustad Sakirin Jakfar yang mengangkat tema tentang hikmah dan makna dari 1 Muharam Tahun Baru Islam, yang diharapkan dapat memberikan wawasan dan kekuatan spiritual bagi seluruh umat Islam yang hadir Di sekretariat IKM Kuansing

Kegiatan ditutup dengan do’a dan foto bersama pengurus dan masyarakat IKM Kuansing.***




Musorkab KONI Rohil Digelar, Ajang Regenerasi Kepengurusan

berandariaunews.com – Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONi) Rokan Hilir (Rohil) 2025 digelar di Bagansiapiapi, Kamis (19/6/2025). Pembukaan Musorkab diadakan di Gedung Pertemuan H Misran Rais.

Ajang Musorkab sebagai kegiatan untuk regenerasi kepengurusan yang telah berjalan selama ini. Hadir pada pembukaan Plt Kadisparpora Rohil Rahmatul Zamri, Ketum KONI Rohil Samsuri, Wakil Ketua I KONI Riau Khairul Fahmi, perwakilan Forkopimda Rohil serta pengurus KONI dan jajaran pengurus Cabor.

Wakil Ketua I KONI Riau Khairul Fahmi menyampaikan dengan ajang itu menjadi kesempatan untuk pergantian pengurus sehingga diperoleh kepengurusan yang lebih baik ke depan.

“Semoga Musorkab berjalan dengan aman lancar dan sukses, menghasilkan penyusunan kepengurusan yang diperlukan. Berkolaborasi bersama untuk menyusun kepengurusan,” katanya.

Ia mengharapkan jika telah selesai Musorkab dan terbentuk pengurus agar segera dismapaikn ke KONI Propinsi untuk segera dikeluarkan SK pengurusnya.

“Sesegera mungkin, dimana biasanya tak lebih dari satu pekan bisa asalkan semua persyaratan, dokumentasi lengkap,” katanya.

Ia menambahkan, regenerasi menjadi hal yang penting dalam suatu kepengurusan sehingga melahirkan pengurus yang akan melahirkan terobosan, inovasi baru sehingga diharapkan hal itu bisa memicu lahirnya prestasi.

Plt Kadisparpora Rohil Rahmatul Zamri mengharapkan Musorkab sebagai wadah bersama keluarga besar pengurus KONI untuk bermusyawarah sehingga melahirkan keputusan yang terbaik.

“Sehingga melahirkan keputusan yang baik, dapat diterima semua pihak demi kemajuan KONI Rohil kedepannya,” kata Rahmatul Zamri.

Momentum ini terangnya juga sebagai evaluasi bersama terkait apa yang telah dilaksanakan selama ini. Sementara jika ada kendala diharapkan dapat dikomunikasikan sehingga tidak terjadi masalah yang menghambat tuntasnya agenda itu.

“Kami mengharapkan agar nantinya dengan pengurusan yang baru dapat melakukan pembinaan olahraga lebih baik lagi, mari bersama pemkab saling bersinergi, berkolaborasi menjadi Rohil berprestasi dibidang olahraga,” katanya. **




Riwansyah Nahkodai KONI Rohil Masa Bhakti 2025 – 2029, Ini Visi & Misinya…

BAGANSIAPIAPI – Riwansyah, S.STP, M.Si, resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) periode 2025 – 2029.

Terpilihnya Riwansyah sebagai Ketua Umum KONI Rohil berdasarkan pada Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Rohil digedung misran rais, Kamis (19/06/2025) dibagansiapiapi.

Riwansyah mengungkapkan, ia maju sebagai Ketua Umum KONI untuk mengabdi dan Membesarkan olahraga di Negeri Seribukubah. Sedangkan saat ini, Riwansyah menjabat sebagai Camat Bangko Pusako.

“Saya siap bekerja keras. Mengingat ada target khusus, masuk peringkat 10 besar di Porprov 2026 yang akan diselenggarakan di Kota Dumai dan Kabupaten Siak,” kata riwansyah.

Dalam kesempatan pemaparan visi misi sebagai Ketum KONI Rohil, ia mengatakan, dirinya siap bekerja sama dengan seluruh insan olahraga.

Adapun visi misinya sebagai Ketua Umum KONI Rohil masa bhakti 2025- 2029 sebagai berikut :

TEMA : Olahraga Rohil Maju dan Jaya

VISI : Mewujudkan organisasi yang solid dan sistem pembinaan yang tangguh untuk meraih prestasi olahraga Rokan Hilir gemilang di tingkat provinsi, nasional dan internasional.

MISI
1. Membangun soliditas organisasi KONI dan pengurus cabang olahraga;
2. Menyusun dan menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai;
3. Merancang dan Melaksanakan program pembinaan atlet secara berkesinambungan, efektif dan efisien;
4. Mendukung atlet berbakat dan berprestasi;
5. Membangun kultur pembinaan dan pelatihan berjenjang;
6. Meningkatkan prestasi olahraga di tingkat daerah, nasional maupun internasional;
7. Menciptakan tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel;
8. Menjalin Kerjasama dengan Pemerintah, BUMN, BUMD, Swasta dan masyarakat dalam membina olahraga.




Serius Majukan Olahraga, Riwansyah Calon Tunggal Ketua KONI Rohil

Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) telah selesai memverifikasi berkas bakal calon yang masuk.

Riwansyah, S.STP, M.Si dinyatakan oleh TPP sebagai calon tunggal ketua KONI Rohil untuk dipilih pada Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) yang akan datang.

“Yang mengambil dan mengembalikan formulir hanya 1 orang yaitu saudara Riwansyah,”kata Ketua TPP, Syahwarman, S.Sos didampingi Anggota TPP, Suherman dan Taufik Hidayat, Kamis Sore.

Sambung Syahwarman, Riwansyah didukung oleh 24 Pengurus Kabupaten (Pengkab) Cabang Olahraga (Cabor) dari 29 yang aktif. “Berkas Riwansyah dinyatakan lengkap tanpa kurang satu pun,”ujarnya.

Diwartakan sebelumnya, Riwansyah, sosok pemuda yang aktif berorganisasi dan mantan atlit itu mengambil formulir pendaftaran bakal calon ketua KONI Rohil.

Belum lama ini, Riwansyah yang saat ini menjabat Camat Bangko Pusako juga sudah mengembalikan formulir pendaftaran didampingi para pengkab cabor bukti keseriusannya membangkitkan olahraga Rohil.




Kembalikan Formulir Bakal Calon Ketua KONI Rohil, Riwansyah didampingi sejumlah Cabor

ROHIL- Tokoh muda Rokan Hilir (Rohil) Riwansyah, S.STP, M.Si mengembalikan formulir sebagai bakal calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Rohil, yang diserahkan langsung ke Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI di Bagansiapiapi, Selasa (10/6/2025) sekira pukul 14.00 wib.

Riwansyah, mengembalikan formulir yang diserahkan kepada Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Syahwarman S.Sos didampingi Ketua Panitia Musyawarah Cabang Olahraga Kabupaten (Musorkab) Siswandi SH, turut disaksikan sejumlah pengurus serta dari sejumlah cabor.

Diketahui hingga hari ini Riwansyah adalah satu -satunya orang yang mengambil formulir pencalonan sebagai bakal ketua KONI Rohil.

Usai mengembalikan formulir pencalonan, Riwansyah mengungkapkan dirinya mencalonkan diri karena merasa terpanggil untuk dapat memberikan bakti bagi negeri, secara khusus berupa prestasi dan pembinaan di bidang olahraga.

“Dengan harapan prestasi olahraga yang ada semakin lebih baik lagi, untuk itu tidak terlepas dari peran serta semua pihak,” katanya.

Mengetahui bahwa prestasi olahraga di Rohil kurang mengembirakan dimana selalu berada di luar 10 besar se-Riau, dirinya menargetkan jika dipercaya sebagai Ketua KONI, kedepan capaian prestasi harus lebih baik lagi. “pungkasnya.**




dr. Maharani, M.M : Anggota Komisi IX DPR RI Sosialisasikan Program Bangga Kencana ke Warga Bagansiapiapi

ROKAN HILIR -Anggota Komisi IX DPR RI dr. Maharani, M.M berkerjasama dengan Mitra Kerja Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional mensosialisasikan pelaksanaan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir.

Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Bulan, RT. 011,Kelurahan Bagan Hulu, Kecamatan Bangko, Senin (09/06/2025).

Ratusan masyarakat tampak begitu antusias untuk menghadiri kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh anggota Komisi IX DPR RI dr. Maharani, M.M tersebut.

” Hari ini kami turun ke daerah dalam rangka mensosialisasikan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) kepada masyarakat Rokan Hilir. Sosialisasi ini guna menyampaikan pemahaman dan pengertian kepada masyarakat apa itu program Bangga Kencana ini, dan berharap masyarakat kita memiliki anak-anak yang berkualitas, berpendidikan yang baik, ” kata dr. Maharani.
Dikatakan dr. Maharani, sebagai wakil rakyat dirinya sudah berkeliling di 7 kabupaten/kota di Riau.

” Saya sudah berkeliling di 7 kabupaten/kota yang ada di Riau, yang paling banyak titiknya itu di Kabupaten Rokan Hilir membawa program-program pemerintah dari pusat ke daerah, ” ungkap Maharani.

Diketahui kasus stunting di Rokan Hilir kembali meningkat, menanggapi hal tersebut dr. Maharani menuturkan bahwa Rokan Hilir sudah punya program penanganan stunting dari rumah ke rumah.

“Kita berharap ada sinergitas anatara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, kami DPR RI mendorong peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat agar kasus stunting didaerah ini bisa menurun dan berkurang, ” pungkasnya.




Mengenal Lebih Dekat Karmila Sari, Politisi Tangguh dan Pejuang Perempuan dari Riau

Pekanbaru,- Sosok perempuan tangguh asal Rokan Hilir, Dr Hj Karmila Sari, SKom, MM, telah mengukir jejak cemerlang dalam kancah perpolitikan. Terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Daerah Pemilihan Riau 1 pada Pemilu 2024, Karmila Sari bukan hanya sekadar politisi, melainkan seorang pejuang yang gigih mendedikasikan dirinya untuk kemajuan daerah kelahirannya dan Provinsi Riau secara umum.

Perjalanan karier politik Karmila Sari dimulai dengan menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir pada periode 2009-2014. Dedikasinya di tingkat lokal kemudian mengantarkannya ke panggung yang lebih besar, yaitu DPRD Provinsi Riau, di mana ia mengabdi selama dua periode berturut-turut, dari tahun 2014 hingga 2024. Puncak kariernya saat ini adalah keberhasilannya melenggang ke Senayan sebagai legislator dari Partai Golkar, dengan perolehan suara yang fantastis, mencapai 89.835 suara.

Dalam sebuah perbincangan santai di sela-sela kesibukannya, Karmila Sari membagikan motivasi awalnya terjun ke dunia politik. “Awalnya memang motivasi saya itu ya pasti ingin bagaimana kampung saya, daerah saya itu berkembang maju,” ujarnya kepada host CNN Indonesia, Angun Oktarini pada acara Perempuan Parlemen.

Saat ini, Karmila Sari mengemban amanah di Komisi X DPR RI, yang membidangi masalah pendidikan, olahraga, dan pariwisata. Konsistensinya dalam memperjuangkan pendidikan bukan hal baru baginya, mengingat ia juga lama berkecimpung di komisi yang sama saat menjabat di Komisi V DPRD Riau.
Menekankan pentingnya peran ibu dalam membangun fondasi karakter anak. “Kalau perempuannya bagus, tentu secara tidak langsung mendidik anaknya pasti jadi lebih hebat,” tegasnya,

Menurut Karmila Sari, perempuan adalah “sekolah pertama” bagi anak-anak, ia meyakini bahwa pendidikan di Indonesia akan membaik secara signifikan jika dimulai dari perempuan yang cerdas dan berdaya.

“Ibunya harus lebih pintar karena memang waktu lebih banyak, tanggung jawab memang agak sedikit lebih tinggi ya beda kalau seorang ibu,” imbuhnya.

Perjalanan Karmila Sari dalam memperjuangkan isu perempuan tidak hanya berhenti pada pendidikan formal. Ia juga sangat gencar mengampanyekan ‘women empowerment’ atau pemberdayaan perempuan. Baginya, perempuan yang berdaya akan menjadi pilar utama dalam kemajuan bangsa.

Ketika ditanya mengenai sosok yang menjadi acuannya dalam berpolitik, Karmila Sari tanpa ragu menyebut kedua orang tuanya, terutama sang ayah. “Kalau untuk politik pasti saya penyemangatnya orang tua sendiri karena memang beliau ini, ayah ya terutama, memang terus bergelut di bidang politik walaupun di belakang layar tapi itu sangat-sangat apa ya namanya kalau saya bilang tuh, sangat menggait dan sangat menyemangati dan memberi contoh,” ungkapnya.

Terkait isu pemberdayaan perempuan, Karmila Sari melihat banyak perempuan hebat di era sekarang yang telah diberikan kesempatan dan tanggung jawab. “Perempuan itu diberikan kesempatan, ada tanggung jawab dan dia kasih performance-nya kepada orang banyak bahwa saya mampu, saya tanggung jawab,” jelasnya. Ia juga percaya bahwa perempuan yang berhasil cenderung akan memberdayakan perempuan lain, menciptakan efek domino positif yang luas.

Dukungan pemerintah terhadap perjuangan perempuan juga menjadi perhatian Karmila Sari. Ia melihat adanya progres positif dari tahun ke tahun. Saat menjabat sebagai Ketua Pansus Gender di DPRD Riau, ia berhasil menggolkan pasal-pasal yang mewajibkan persentase minimal 30 persen program pemberdayaan gender di setiap dinas.

“Kalau kita lihat secara keseluruhan, tapi kalau secara program aplikasi kita lihat mungkin sudah mulai perempuan dikasih jabatan, sudah mulai perempuan dikasih tanggung jawab, sudah mulai perempuan banyak diberdayakan untuk pimpinan dan hal-hal lain itu sudah semakin lebih baik,” paparnya.

Di luar hiruk pikuk parlemen, Karmila Sari juga aktif dalam pengembangan bakat anak-anak muda melalui jalur olahraga. Ia bahkan membentuk tim futsal putri yang diberi nama KS Putra-Putri. Aktivitas ini, meskipun menyita waktu, dilatarbelakangi oleh pengalamannya di Komisi V DPRD Riau yang membidangi kepemudaan dan olahraga.

“Kita lihat perkembangan banyak tidak hanya di beberapa provinsi hampir semua ya apalagi mungkin timnas dan lain-lain banyak perkembangan daripada atlet ini begitu masa depannya ya produktif. Sebagai seorang ibu, ia terpanggil untuk memperbanyak perempuan-perempuan yang mandiri, inovatif, dan mampu menjaga diri serta memanfaatkan potensi mereka, terutama di bidang olahraga,” katanya.

Bagi Karmila Sari, pembinaan atlet ini adalah bagian tak terpisahkan dari misi pemberdayaan perempuan. Ia percaya bahwa dengan membina dan mengarahkan potensi, perempuan akan memiliki harga diri dan pengakuan. “Secara tidak langsung menempatkan bahwa perempuan itu dia punya harga diri, orang yang bisa pengakuannya itu diakui sehingga secara tidak langsung dalam kehidupan sehari-hari seperti pelecehan, KDRT itu bisa berkurang,” tegasnya.

Karmila Sari menegaskan bahwa tujuannya adalah menyetarakan peran perempuan di mata masyarakat, bukan untuk menggeser dominasi laki-laki. “Bukan hanya untuk menggeser seolah-olah wanita ini lebih dominan tapi justru menyetarakan bahwa kita punya peran yang sama,” pungkasnya.

Kisah inspiratif Karmila Sari memberikan harapan bahwa dengan kegigihan dan dedikasi, perempuan dapat mengambil peran sentral dalam pembangunan bangsa, baik melalui jalur politik, pendidikan, maupun olahraga.




Polsek Benai Gelar Sosialisasi Cegah Tindakan Kriminal dan Bullying di Pondok Pesantren Syafa’aturrasul 2 Putra

KUANSING — Dalam rangka menumbuhkan kesadaran hukum serta membangun karakter pelajar yang berakhlak dan bermoral tinggi, Polsek Benai melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Bahaya Tindakan Kriminal dan Pencegahan Bullying” di Pondok Pesantren Syafa’aturrasul 2 Putra yang terletak di Desa Jalur Patah, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi, Senin (9/6/2025).

Kegiatan yang berlangsung pada Senin pagi ini dimulai pukul 09.45 WIB dan dipimpin langsung oleh Kapolsek Benai, IPDA Hainur Rasyid, SH. Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan pimpinan pondok pesantren, yakni Ustad Septian Kusuma Wijaya, beserta para guru dan staf pengajar. Sekitar 150 orang santri tampak antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung penuh kekeluargaan dan edukatif ini.

Acara dibuka dengan pembacaan doa, kemudian dilanjutkan sambutan dari pihak pondok pesantren yang disampaikan oleh Ustad Septian Kusuma Wijaya. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kehadiran pihak kepolisian yang telah bersedia hadir dan memberikan penyuluhan penting kepada para santri. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih luas kepada santri mengenai pentingnya etika dan hukum dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pesantren maupun di masyarakat.

Kapolres kuantan Singingi AKBP Angga F. Herlambang, S.I.K., S.H., melalui Kapolsek Benai IPDA Hainur Rasyid, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mencegah munculnya tindak kriminal di kalangan remaja serta menekan angka bullying di lingkungan pendidikan, khususnya di pondok pesantren. Ia menyampaikan bahwa saat ini masih sering ditemukan tindakan-tindakan yang tergolong sebagai bullying, seperti mempermalukan teman yang melakukan kesalahan, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Hal ini sangat merugikan dan berpotensi menimbulkan dampak psikologis yang serius terhadap korban.

Kapolsek juga mengajak para santri untuk senantiasa menjaga sikap, bertutur kata baik, dan tidak terpengaruh oleh ajakan negatif dari lingkungan sekitar. Ia menegaskan bahwa tindakan kriminal seperti pencurian, kekerasan, penyalahgunaan narkoba, hingga perundungan tidak hanya merusak masa depan pelakunya, tetapi juga mencoreng nama baik keluarga dan lembaga pendidikan tempat mereka menuntut ilmu.

“Melalui penyuluhan ini, kami ingin membekali para santri dengan pemahaman hukum dan moralitas yang kuat agar mereka bisa menjadi generasi penerus yang bukan hanya cerdas secara intelektual dan religius, tetapi juga sadar hukum dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” ujar IPDA Hainur Rasyid.

Sebagai bentuk dukungan moral dan spiritual, Kapolsek Benai menyerahkan lima buah Al-Qur’an kepada pihak Pondok Pesantren Syafa’aturrasul 2 Putra. Penyerahan ini dilakukan secara simbolis kepada Ustad Septian Kusuma Wijaya dan disambut hangat oleh para peserta kegiatan.

Kegiatan sosialisasi ini berakhir sekitar pukul 11.00 WIB dalam suasana tertib dan aman. Baik pihak pondok pesantren maupun para santri menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkala, guna membina karakter pelajar yang lebih disiplin, toleran, dan beradab.” Pungkas Kapolsek.

Sumber: Humas Polres Kuatan Singingi




Untuk Mengokohkan Marwah Adat dan Kearifan Lokal, Pengurus LAN dan LAMR KUANSING Resmi dikukuhkan.

KUANSING – Dalam suasana khidmat dan penuh nilai budaya, telah dilaksanakan Pengukuhan Pengurus Limbago Adat Nagori (LAN) Kabupaten Kuantan Singingi serta Pengukuhan Pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kuantan Singingi pada hari Minggu 08/06/2025, bertempat di Balai Datuk Panglimo Dalam Desa Pulau Panjang Hulu, Kecamatan Inuman.

Acara Pengukuhan yang di lakukan serentak ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kelembagaan adat di Kabupaten Kuantan Singingi, sebagai bagian dari pelestarian nilai-nilai luhur dan identitas budaya Melayu di Riau. Pengukuhan Limbago Adat Nagori ( LAN ) dilakukan langsung oleh Bupati Kuantan Singingi yang juga merupakan ketua Umum, sementara Lembaga Adat Melayu Riau ( LAMR ) Kabupaten Kuantan Singingi di lakukan oleh ketua DPH LAMR Provinsi Riau Datuk Seri Taufik Ikram Jamil.

Hadir dalam kesempatan ini sejumlah tokoh penting daerah dan nasional, antara lain Anggota DPR RI Dr. Syahrul Aidi Ma’azad, Lc., MA, Anggota DPRD Provinsi Riau H. Zul Hendri, S.E., Bupati Kuantan Singingi Dr. H. Suhardiman Amby, Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi Juprizal, SE beserta anggota, serta beberapa perwakilan Pengurus Harian (DPH) LAMR Provinsi Riau dan Pemangku adat, ninik mamak, alim ulama, cerdik pandai, serta tokoh masyarakat lainnya.

Saat di wawancarai usai acara, Ketua DPH LAMR Kabupaten Kuantan Singingi Datuk Seri Drs. Masnur Judin, MM yang baru dikukuhkan menyatakan komitmennya menjadikan LAMR sebagai lembaga adat yang aktif menjaga, mengayomi, dan memperkuat peran adat dalam kehidupan sosial masyarakat. Ia menegaskan bahwa adat adalah tiang kokoh dalam membangun karakter dan peradaban Melayu yang tangguh.

Selain itu Datuk Seri Masnur Judin juga menegaskan pentingnya sinergi antara adat dan pemerintahan dalam membina masyarakat.

“Adat bukan sekadar warisan, tapi pedoman hidup yang membentuk jati diri kita sebagai anak negeri,” ujarnya.

Anggota DPR RI Syahrul Aidi Ma’azad dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya pengukuhan ini dan menyatakan dukungannya terhadap eksistensi lembaga adat dalam pembangunan bangsa. Ia menyampaikan bahwa adat Melayu harus menjadi benteng dalam menghadapi perubahan zaman.

” Pemerintah membangun Infrastruktur dan Pemangku adat Membangun Mental Anak Cucu Kemenakan ini akan menjadi kombinasi yang kuat”. Harap nya

Senada dengan itu, Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby Dt. Panglimo Dalam juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga adat untuk menjaga nilai-nilai luhur serta membangun masyarakat yang beradab, bermartabat, dan berbudaya.

” Kolaborasi antara Limbago Adat Nagori dan Lembaga Adat Melayu Riau ( LAMR ) Kuantan Singingi bersama Pemerintah Daerah di harapkan dapat berjalan dengan baik, Tigo Tungku sajorangan adalah simbol kolaborasi yang kuat dalam mencapai apa yang kita cita citakan bersama. Mari Bersama sama membangun Kuantan Singingi”. Pinta nya

Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah sebagai wujud silaturahmi dan kekompakan masyarakat adat Kuantan Singingi.

Pengukuhan ini menjadi momentum strategis untuk menghidupkan kembali peran adat dalam tatanan sosial kemasyarakatan, serta mempertegas identitas budaya Melayu sebagai pilar utama pembangunan yang berlandaskan kearifan lokal.***