HUT Kuansing ke-27, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

TELUK KUANTAN — DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-27 Kabupaten Kuansing di ruang rapat DPRD, Senin (12/10/2026). Mengusung tema “Harmoni untuk Kuansing Hebat”, peringatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pemerintah provinsi, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Kuansing, H. Juprizal, beliau menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada Plt. Gubernur Riau, Plt. Bupati Kuansing, serta seluruh undangan yang hadir. Ia menegaskan bahwa capaian pembangunan daerah merupakan hasil perjuangan bersama seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat. Di tengah keterbatasan fiskal, pembangunan harus direncanakan secara cermat, berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, serta mengutamakan pemerataan. DPRD, lanjutnya, berkomitmen mengawal pembangunan melalui fungsi pengawasan agar setiap kebijakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Juprizal juga menyoroti kesepakatan perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 pada rapat paripurna sebelumnya sebagai bukti pentingnya komunikasi dan sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah. Ia menyebut Kuansing memiliki potensi besar melalui kekayaan alam dan budaya, termasuk tradisi Pacu Jalur yang mengandung filosofi gotong royong, kebersamaan, dan semangat saling bahu-membahu. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi landasan dalam menyatukan langkah untuk mewujudkan Kuansing yang lebih maju dan sejahtera.

Sementara itu, Plt. Bupati Kuansing menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi ke-27 bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum evaluasi terhadap capaian pembangunan sekaligus penghormatan kepada para tokoh dan pendiri daerah. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperluas akses pendidikan, memperkuat layanan kesehatan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Dari sisi ekonomi, pertumbuhan Kuansing meningkat dari 3,12 persen pada 2024 menjadi 5,31 persen pada 2025, sedangkan angka kemiskinan turun dari 7,89 persen menjadi 6,99 persen pada periode yang sama.

Di bidang pendidikan dan kesehatan, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp54,7 miliar untuk pembangunan dan rehabilitasi sekolah. Upaya peningkatan akses pendidikan juga dilakukan melalui rencana pengembangan Sekolah Rakyat guna menjamin hak pendidikan anak-anak yang berisiko putus sekolah, serta memperjuangkan kehadiran Sekolah Garuda dan Sekolah Nasional Terintegrasi. Sementara itu, penguatan fasilitas kesehatan terus didorong hingga tingkat desa melalui Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Puskesmas, disertai usulan pembangunan rumah sakit tipe D. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kuansing juga meningkat dari 74,00 menjadi 74,62.

Plt. Bupati menegaskan bahwa tema “Harmoni untuk Kuansing Hebat” mencerminkan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan, terutama di tengah keterbatasan fiskal dan semakin kompleksnya tantangan pembangunan. Menurutnya, keberhasilan yang telah dicapai patut disyukuri, sementara kekurangan yang masih ada harus menjadi bahan evaluasi dan perbaikan bersama. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah.

Dalam sambutan Plt. Gubernur Riau yang diwakili Kepala Satpol PP Provinsi Riau, drg. Sri Sadono Mulyanto, M.Han., disampaikan bahwa keterbatasan keuangan daerah menuntut pemerintah untuk menyusun prioritas pembangunan secara tepat karena tidak seluruh kebutuhan dapat dibiayai melalui APBD. Ia turut menyoroti rencana penataan kawasan Tepian Narosa dengan nilai anggaran sekitar Rp122 miliar yang perlu dikawal bersama, termasuk pemenuhan persyaratan pelaksanaannya. Selain itu, optimalisasi pendapatan daerah, termasuk penerimaan dari sektor pajak kendaraan bermotor, dinilai penting untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah.

Pemerintah Provinsi Riau, lanjutnya, akan terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kuansing untuk mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Peringatan Hari Jadi ke-27 Kuansing pun menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, merata, dan berkelanjutan. Melalui semangat “Harmoni untuk Kuansing Hebat”, seluruh elemen diharapkan dapat menyatukan langkah, menjaga kebersamaan, dan melanjutkan perjuangan menuju Kuansing yang semakin maju dan sejahtera.***




Upacara Peringatan Hari Jadi Kuansing ke-27, Plt Bupati Muklisin : Momentum Perkuat Persatuan Dan Menjaga Warisan Adat

TELUK KUANTAN – Nuansa adat dan budaya Melayu mewarnai upacara peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Senin (12/10/2026) pagi. Berbalut busana Melayu lengkap dengan tanjak, jajaran pimpinan daerah bersama seluruh peserta upacara memenuhi Lapangan Limuno, Teluk Kuantan, dalam suasana khidmat dan penuh kebanggaan terhadap identitas budaya daerah.

Upacara tersebut bukan sekadar seremoni memperingati bertambahnya usia Kabupaten Kuansing. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga warisan adat, memperkuat persatuan, serta menyatukan langkah untuk mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di tengah semarak peringatan hari jadi bertema semangat kebersamaan itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kuansing, H. Muklisin, menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan pembangunan daerah, termasuk konektivitas infrastruktur strategis yang diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Salah satu yang menjadi perhatian ialah perjuangan mendorong pembangunan jalan tol yang menghubungkan Rengat, Kuansing hingga Sumatera Barat.

Busana Melayu, Simbol Jati Diri Kuansing

Upacara peringatan HUT ke-27 Kuansing semakin semarak dengan penampilan para pejabat yang mengenakan busana Melayu bernuansa nude cream dan tan, lengkap dengan tanjak. Sementara itu, seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengenakan pakaian Melayu bermotif takuluak barembai yang merepresentasikan kekayaan tradisi dan budaya Melayu Kuansing.

Sejumlah tokoh dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir, di antaranya Anggota DPD RI daerah pemilihan Riau, KH Muhammad Mursyid, M.Pd.I.; Ketua DPRD Kuansing, H. Juprizal; Plt. Bupati Kuansing, H. Muklisin, didampingi Plt. Ketua TP PKK, Hj. Nurhidayah Muniroh; serta Pj. Sekretaris Daerah Kuansing, Drs. Muradi, M.Si., bersama Ketua Dharma Wanita, Iza Marlina, S.Pd.

Hadir pula Kepala Kejaksaan Negeri Kuansing, Andre, S.H., M.H.; Dandim, Letkol Arh. Bangun Bara Kurniawan Prabowo, S.E., M.I.P.; Ketua Pengadilan Negeri Teluk Kuantan, Subiar Teguh Wijaya, S.H.; serta sejumlah pejabat dan undangan lainnya.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam mendukung keberlanjutan pembangunan Kabupaten Kuansing.

Muklisin: Hari Jadi Harus Melahirkan Perubahan Nyata

Usai upacara, Plt. Bupati H. Muklisin menegaskan bahwa peringatan HUT ke-27 harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

Semangat Harmoni untuk Kuansing Hebat, menurutnya, harus diwujudkan melalui kerja nyata, peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan infrastruktur yang merata, serta penguatan ekonomi masyarakat hingga ke pelosok desa.

Pembangunan, lanjutnya, tidak cukup hanya diukur dari berdirinya bangunan atau panjangnya jalan yang telah dibangun. Lebih dari itu, hasil pembangunan harus dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari kemudahan memperoleh pelayanan pemerintah, terbukanya lapangan usaha, meningkatnya kualitas sumber daya manusia, hingga tumbuhnya kesejahteraan keluarga.

Karena itu, kebersamaan seluruh unsur pemerintahan, dunia usaha, tokoh masyarakat, dan warga menjadi modal penting untuk mewujudkan Kuansing yang semakin maju dan berdaya saing.

Perjuangkan Tol Rengat–Kuansing–Sumbar

Dalam upaya mempercepat pembangunan daerah, Muklisin juga menyampaikan bahwa dirinya telah melakukan komunikasi dan kunjungan ke pemerintah pusat, termasuk menjalin koordinasi dengan anggota DPD RI, untuk memperjuangkan sejumlah kebutuhan strategis Kabupaten Kuansing.

Salah satu aspirasi yang didorong ialah rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Rengat, Kuansing hingga Sumatera Barat.

Menurutnya, peningkatan konektivitas antarwilayah sangat penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta membuka peluang investasi baru di Kabupaten Kuansing.

Jika dapat direalisasikan, jalur strategis tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Kuansing sebagai penghubung antardaerah di Provinsi Riau dengan wilayah Sumatera Barat. Dampaknya juga diharapkan menjangkau sektor perdagangan, pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengembangan berbagai potensi unggulan daerah.

Bagi Kuansing, konektivitas yang lebih baik juga berpotensi mendukung pengembangan pariwisata, termasuk tradisi Pacu Jalur yang telah menjadi identitas kebanggaan daerah dan daya tarik bagi wisatawan.

Meski demikian, perjuangan mewujudkan pembangunan jalan tol tersebut membutuhkan proses perencanaan, koordinasi, dan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga pemangku kepentingan terkait.

Muklisin berharap komunikasi dan koordinasi yang terus dibangun dapat membuka ruang bagi aspirasi masyarakat Kuansing agar mendapat perhatian dalam agenda pembangunan infrastruktur nasional.

Usia 27 Tahun, Saatnya Memperkuat Langkah

Memasuki usia ke-27, Kabupaten Kuansing memiliki tantangan sekaligus peluang untuk terus berkembang. Pelestarian adat dan budaya harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi, dan pemerataan kesejahteraan.

Peringatan HUT ke-27 ini pun menjadi momentum untuk mempererat persatuan serta memperkuat tekad seluruh elemen daerah dalam membangun Kuansing.

Dengan semangat kebersamaan dan kerja nyata, harapan menuju Kuansing yang maju, sejahtera, dan berdaya saing diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi benar-benar terwujud dalam kehidupan masyarakat hingga ke pelosok desa.***




MUKLISIN APRESIASI PENGABDIAN HERRY HERYAWAN: KEBAIKANNYA MEMBEKAS DI KUANSING

Pekanbaru – “Senjata utama kita adalah kepercayaan masyarakat.” Pesan tegas Komjen Pol. Dr. Herry Heryawan dalam Kenal Pamit Kapolda Riau menjadi penegasan bahwa kepercayaan publik merupakan modal utama Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Herry Heryawan dalam acara Kenal Pamit Kapolda Riau di GOR Polda Riau, Minggu (11/10/2026) siang, setelah 19 bulan mengabdi di Bumi Lancang Kuning. Selanjutnya, ia mengemban amanah baru sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.

Pengabdian Herry Heryawan selama bertugas di Riau mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kuansing, H. Muklisin, secara khusus menyampaikan penghargaan atas kebaikan dan kontribusi yang telah diberikan Herry Heryawan kepada masyarakat Riau, terutama Kuansing.

“Kebaikan yang beliau taburkan di Riau begitu berkesan bagi kami, terutama di Kuansing,” ungkap Muklisin.

Pernyataan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas hubungan dan sinergi yang terjalin selama Herry Heryawan memimpin Polda Riau. Bagi Pemkab Kuansing, pengabdian seorang pejabat tidak hanya dikenang melalui pelaksanaan tugas dan penegakan hukum, tetapi juga dari kepedulian, kontribusi, serta manfaat yang dirasakan masyarakat.

Muklisin juga menyampaikan selamat bertugas kepada Herry Heryawan di jabatan barunya sebagai Kabaharkam Polri. Ia berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan lancar dan membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta institusi Polri.

Kapolres Kuansing Apresiasi Pengabdian dan Green Policing

Apresiasi terhadap kepemimpinan Herry Heryawan juga mengemuka seiring berbagai program yang telah dijalankan selama bertugas di Riau, salah satunya Green Policing, yang mendorong kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Program tersebut menjadi salah satu warisan pengabdian yang mendapat perhatian karena menegaskan bahwa tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat.

Kapolda Riau yang baru, Irjen Pol. Arman Achdiat, S.I.K., M.Si., turut menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan program-program yang telah dirintis pendahulunya. Ia menegaskan bahwa gerakan Green Policing harus dipertahankan dan dilanjutkan.

“Beliau memberikan energi bagi kita semua. Jika kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita. Program ini harus kita pertahankan dan teruskan,” ungkap Arman.

Bagi Kabupaten Kuansing, kesinambungan program tersebut penting untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, sejalan dengan upaya menjaga keamanan, ketertiban, serta kelestarian alam.

Apresiasi dari unsur pemerintah daerah dan kepolisian ini menjadi penanda bahwa pengabdian Herry Heryawan meninggalkan kesan positif selama bertugas di Riau. Namun, pergantian kepemimpinan juga membawa harapan agar sinergi antara Polda Riau dan pemerintah kabupaten/kota terus diperkuat.

Muklisin Sambut Kapolda Baru, Harapkan Sinergi Makin Kuat

Kepada Kapolda Riau yang baru, Irjen Pol. Arman Achdiat, Muklisin menyampaikan selamat datang dan berharap koordinasi antara Polda Riau dan Pemkab Kuansing semakin solid.

Ia berharap kepemimpinan Arman dapat meneruskan berbagai program positif, memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta mendukung pembangunan daerah yang aman, kondusif, dan berkelanjutan.

Pergantian pucuk pimpinan Polda Riau ini bukan sekadar seremoni kenal pamit. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan menjaga keamanan membutuhkan kerja sama yang kuat antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat.

Sebagaimana pesan Herry Heryawan, kepercayaan masyarakat harus tetap menjadi kekuatan utama Polri. Kepercayaan itu tumbuh melalui kehadiran polisi yang responsif, penegakan hukum yang konsisten, kepedulian terhadap persoalan masyarakat, serta komitmen menjaga lingkungan dan kehidupan sosial.

Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Dr. H. Syahrial Abdi, AP., M.Si., yang mewakili Plt. Gubernur Riau SF Haryanto, para kepala daerah se-Riau, pejabat tinggi TNI, para Kapolres, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.

Dengan kepemimpinan baru di Polda Riau, harapan masyarakat tetap sama: keamanan terjaga, pelayanan semakin baik, sinergi antarlembaga semakin kuat, dan kepercayaan publik terus tumbuh.***




Pj Sekda Kuansing Lepas Kontingen Porseni IGTKI, Beri Motivasi untuk Tampil Terbaik

TELUK KUANTAN — Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Drs. Muradi, M.Si., melepas kontingen Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Kuantan Singingi di Lapangan Astaka, Teluk Kuantan, Jumat (9/10/2026).

Pelepasan tersebut menjadi bagian dari persiapan kontingen IGTKI Kuansing yang akan mengikuti Porseni pada 13 Oktober 2026. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan sekaligus mendorong para peserta untuk memberikan penampilan terbaik dalam setiap cabang perlombaan.

Ketua IGTKI Kuansing, Zulmaswan, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pj Sekda Kuansing yang telah berkesempatan hadir dan membersamai kegiatan pelepasan kontingen tersebut.
Ia menjelaskan, persiapan Porseni telah dimulai sejak 27 Agustus 2026. Selama kurang lebih satu bulan, seluruh panitia yang telah ditunjuk bekerja keras untuk mempersiapkan dan menyukseskan kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, persiapan sudah mencapai sekitar 96 persen. Sejak awal September, kami juga telah melaksanakan latihan-latihan bersama para pelatih. Mudah-mudahan seluruh persiapan ini dapat membawa hasil terbaik bagi Kabupaten Kuantan Singingi,” ujarnya.

Pada Porseni tahun ini, kontingen Kuansing akan mengikuti delapan cabang perlombaan dengan jumlah peserta sebanyak 39 orang. Selain itu, kegiatan parade diperkirakan melibatkan sekitar 300 peserta.

Sementara itu, Pj Sekda Kuansing, Drs. Muradi, M.Si., dalam arahannya memberikan motivasi kepada seluruh kontingen agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, percaya diri, dan berusaha menampilkan kemampuan terbaik.

Ia menegaskan bahwa guru TK memiliki peran penting sebagai pendidik pada tahap awal pembentukan karakter dan perkembangan generasi penerus Kabupaten Kuantan Singingi.

“Guru-guru TK merupakan pihak yang memberikan pendidikan awal bagi generasi penerus Kuantan Singingi. Karena itu, peran dan pengabdian ibu-ibu guru sangat penting dalam mempersiapkan generasi masa depan daerah ini,” ungkap Muradi.

Muradi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia IGTKI yang tetap bekerja keras mempersiapkan kegiatan tersebut di tengah kesibukan berbagai agenda peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kuantan Singingi.

Menurutnya, dalam beberapa hari ke depan, Kuansing akan menerima kedatangan para guru TK dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Riau. Oleh sebab itu, seluruh pihak diharapkan dapat bersama-sama memberikan sambutan dan pelayanan terbaik sehingga kegiatan Porseni berlangsung sukses.

“Kesuksesan kegiatan ini bukan hanya menjadi tanggung jawab panitia. Kepanitiaan memang sebuah struktur, tetapi keberhasilan sangat ditentukan oleh dukungan dan kerja sama kita semua,” tegasnya.

Kepada para peserta, Muradi berpesan agar tetap fokus pada cabang perlombaan yang diikuti serta menjaga kekompakan selama kegiatan berlangsung. Sebagai tuan rumah, kontingen Kuansing diharapkan memiliki motivasi lebih untuk memberikan hasil yang membanggakan.

Ia juga berharap para peserta yang telah ditunjuk mewakili setiap cabang perlombaan dapat bertanding secara maksimal, menjunjung tinggi sportivitas, dan mampu mengharumkan nama Kabupaten Kuantan Singingi pada Porseni IGTKI 2026.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan serta dukungan seluruh pihak, Porseni IGTKI 2026 diharapkan dapat berlangsung sukses, mempererat silaturahmi antarguru TK se-Provinsi Riau, serta menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas, bakat, dan potensi para pendidik anak usia dini.***




Kabut Asap Ancam Kesehatan, BPBD dan Dinkes Rohil Perkuat Langkah Antisipasi

BAGANSIAPIAPI – Ancaman kabut asap menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir
(Rohil), terutama dalam mengantisipasi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Kesehatan Rohil mengintensifkan
upaya pencegahan dan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap
paparan asap.
Langkah tersebut dilakukan menyusul laporan kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah
Rohil. Dalam informasi yang disampaikan pada 8 Oktober 2026, kondisi tersebut diduga
berkaitan dengan asap kiriman dari wilayah lain di Sumatra.
Saat itu, BPBD Rohil menyebut wilayah setempat berada dalam kondisi nihil titik panas atau
zero hotspot. Meski demikian, kondisi tersebut tidak serta-merta menghilangkan risiko
paparan asap, terutama apabila terdapat kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitar.
Pergerakan asap lintas wilayah dapat memengaruhi kualitas udara, sehingga pemantauan
kondisi lingkungan dan kesiapsiagaan pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dalam
mengantisipasi dampaknya.


Masyarakat Diimbau Gunakan Masker
BPBD Rohil mengingatkan masyarakat untuk mengurangi risiko paparan kabut asap,
khususnya ketika beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker, pembatasan aktivitas di
luar rumah saat asap pekat, serta menjaga kondisi kesehatan menjadi langkah perlindungan
yang perlu diperhatikan.
Dalam keterangan sebelumnya, perwakilan BPBD Rohil mengimbau masyarakat menggunakan
masker saat beraktivitas di luar rumah guna meminimalkan risiko gangguan pernapasan akibat
paparan asap.
Selain itu, masyarakat diharapkan memperhatikan kondisi anggota keluarga yang lebih rentan
terhadap pencemaran udara, termasuk anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan
pernapasan.
Apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan yang memburuk, masyarakat
disarankan segera mencari pertolongan medis di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Kolaborasi BPBD dan Dinas Kesehatan diharapkan dapat membantu meningkatkan
kesiapsiagaan menghadapi dampak kabut asap, baik melalui edukasi maupun langkah
perlindungan kesehatan sesuai kebutuhan di lapangan.
Pencegahan Karhutla Menjadi Perhatian
Selain mengantisipasi dampak kesehatan, pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
tetap menjadi perhatian penting di Kabupaten Rokan Hilir.

Karakteristik lahan gambut di sejumlah wilayah Rohil membuat kebakaran berpotensi sulit
dikendalikan apabila api telah meluas. Karena itu, masyarakat dan pemilik lahan diimbau tidak
membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Pembakaran yang tidak terkendali dapat memicu kebakaran lebih luas, menghasilkan asap
yang mengganggu aktivitas masyarakat, serta menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan
kesehatan.
BPBD juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan indikasi
titik api atau aktivitas pembakaran lahan kepada aparat setempat, kepolisian, maupun posko
penanggulangan bencana terdekat.
Pelaporan sejak dini diperlukan agar potensi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti oleh
petugas yang berwenang.
Kewaspadaan dan Pemantauan Perlu Ditingkatkan
Upaya antisipasi kabut asap memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah
daerah, petugas kesehatan, aparat penanggulangan bencana hingga masyarakat.
Pemantauan titik panas, kondisi cuaca, dan kualitas udara menjadi aspek penting dalam
menentukan langkah penanganan yang sesuai. Di sisi lain, edukasi kesehatan dan pencegahan
pembakaran lahan perlu terus dilakukan untuk mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan oleh
karhutla.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat Rohil agar tetap waspada, mengikuti informasi
resmi mengenai kualitas udara, serta menerapkan langkah perlindungan kesehatan apabila
kondisi kabut asap kembali memburuk.
Dengan kewaspadaan bersama dan respons yang tepat, risiko gangguan kesehatan serta
dampak kebakaran hutan dan lahan diharapkan dapat diminimalkan. (Infotorial Diskominfotiks Rokan Hilir)




Ajang Pencarian Bakat Bintang Radio Kuansing 2026, 42 Peserta Berebut Tiket Final

TELUK KUANTAN – Ajang pencarian bakat Bintang Radio Kuantan Singingi (Kuansing) 2026 mulai menggeliat. Sebanyak 42 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kuansing ambil bagian dalam audisi yang digelar di Gedung Narosa Teluk Kuantan, Rabu (7/10/2026) pagi.

Kegiatan ini merupakan persembahan Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu Republik Indonesia (PAPPRI) Kuansing bekerja sama dengan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfoss) Kuansing, dalam rangka memeriahkan HUT Kabupaten Kuansing ke-27.

Antusiasme peserta terlihat sejak audisi dimulai. Puluhan talenta muda tampil menunjukkan kemampuan vokal terbaik mereka untuk memperebutkan tiket menuju babak final.

Ketua PAPPRI Kuansing, Seprialis, melalui Koordinator Bidang Audisi dan Peserta, Nga Irus, mengatakan tingginya jumlah peserta menjadi bukti bahwa ajang Bintang Radio mendapat sambutan positif dari masyarakat.

“Antusias masyarakat cukup tinggi. Ini dibuktikan dengan banyaknya peserta yang ikut berpartisipasi,” ujar Nga Irus kepada Kuansing FM.

Dari 42 peserta yang mengikuti audisi, nantinya akan dipilih 10 peserta terbaik untuk melaju ke malam final.

Babak final dijadwalkan berlangsung pada 8 dan 9 Oktober 2026 di pentas utama Astaka Teluk Kuantan.

Nga Irus menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berani tampil dan menunjukkan bakatnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai ajang perlombaan semata, tetapi menjadi wadah bagi masyarakat Kuansing yang memiliki hobi dan bakat di bidang tarik suara.

“Semoga kegiatan ini terus berlanjut dari tahun ke tahun dan melahirkan wajah-wajah baru di dunia musik dan lagu Kuantan Singingi,” harapnya.

Hevi: Kuansing Jangan Kehilangan Talenta

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kominfoss Kuansing, Hevi H. Antoni, mengatakan pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.

Menurutnya, Bintang Radio menjadi salah satu wadah penting untuk menemukan dan mengembangkan talenta penyanyi berbakat dari Kuansing.

“Kita suport perjuangan rekan-rekan PAPPRI untuk menghasilkan talenta dan penyanyi berbakat dari Kuansing. Sehingga nantinya akan lahir bibit-bibit artis dari Kuansing,” ujar Hevi.

Ia mencontohkan sejumlah talenta asal Kuansing yang kini mulai berkiprah di panggung nasional, termasuk Diva yang tengah berjuang di ajang pencarian bakat Indosiar.

“Sehingga Kuansing tidak kehilangan bibit dan talenta berbakat,” tegasnya.

Hevi menambahkan, dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Plt Bupati Kuansing H. Muklisin bersama Ketua TP PKK Kuansing Hj. Nurhidayah Muniroh.

“Pak Plt Bupati H. Muklisin dan Ibu Ketua TP PKK Hj. Nurhidayah secara khusus juga memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini,” jelasnya.

Menurut Hevi, tingginya antusiasme peserta dan masyarakat menjadi tanda bahwa kegiatan tersebut mendapat tempat di hati masyarakat Kuansing.

“Yang jelas, ini merupakan persembahan PAPPRI dan Pemkab Kuansing melalui Dinas Kominfoss untuk memeriahkan HUT Kuansing ke-27,” tutup Hevi.***




Wabup Jhony Charles Apresiasi Peran PNM, Hampir 48 Ribu Nasabah di Rohil Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan

ROKAN HILIR – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir terus mendorong penguatan ekonomi
kerakyatan melalui pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dukungan akses permodalan, pendampingan usaha, serta sinergi antara pemerintah dan
dunia usaha dinilai menjadi kunci dalam membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi
masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles, saat menghadiri
kegiatan Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Pekanbaru di Gedung Misran Rais,
Bagansiapiapi, Rabu (7/10/2026).
Dalam kegiatan itu, Jhony Charles menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi PNM yang
selama ini berperan dalam menyediakan akses pembiayaan sekaligus program pemberdayaan
bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro yang membutuhkan dukungan untuk
mengembangkan usahanya.
Menurutnya, keberadaan lembaga pembiayaan yang berorientasi pada pemberdayaan
masyarakat memiliki arti penting dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah. Tidak hanya
membantu pelaku usaha memperoleh modal, upaya tersebut juga membuka kesempatan bagi
masyarakat untuk meningkatkan kapasitas usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi
keluarga.
“Alhamdulillah, hari ini saya menghadiri kegiatan PNM Cabang Pekanbaru. PNM memiliki
peran penting dalam mendukung masyarakat melalui akses permodalan dan pemberdayaan,
khususnya bagi para pelaku UMKM,” ujar Jhony Charles.
Besarnya potensi ekonomi masyarakat Rokan Hilir turut tercermin dari jumlah nasabah aktif
PNM yang mencapai 47.986 nasabah. Angka tersebut menunjukkan luasnya jangkauan
pembiayaan mikro sekaligus menggambarkan peluang pengembangan usaha masyarakat di
berbagai sektor ekonomi.
Potensi ini, menurut Jhony Charles, perlu dioptimalkan melalui kerja sama yang berkelanjutan.
Pemerintah daerah, pelaku usaha, lembaga pembiayaan, dan masyarakat harus bergerak
bersama agar dukungan terhadap UMKM tidak berhenti pada akses modal, tetapi juga
mendorong peningkatan produktivitas, pengembangan pasar, serta keberlangsungan usaha.
“Potensi ini harus terus kita dukung dan kembangkan bersama melalui sinergi yang kuat antara
pemerintah, dunia usaha, dan elemen masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada PNM atas kontribusi dan komitmen nyata mereka dalam
mendukung pelaku usaha di Rokan Hilir,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir berharap program pembiayaan dan pemberdayaan seperti
yang dijalankan PNM dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat
memperoleh kesempatan untuk merintis maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Penguatan UMKM diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga
membuka peluang kerja, memperluas aktivitas ekonomi masyarakat, dan memperkuat daya
tahan perekonomian daerah.
Dengan kolaborasi yang konsisten antara pemerintah, lembaga pembiayaan, dan masyarakat,
potensi ekonomi mikro di Rokan Hilir diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu
penopang pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Infotorial Pemkab Rokan Hilir)




Muklisin Temui Anggota DPD RI, Minta Dukungan Trase Tol Pekanbaru–Teluk Kuantan

JAKARTA – Perjuangan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) untuk mewujudkan pembangunan trase Jalan Tol Pekanbaru–Teluk Kuantan terus digenjot. Plt Bupati Kuansing, H. Muklisin, secara langsung menemui sejumlah Anggota DPD RI asal daerah pemilihan Riau di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Muklisin menyampaikan sejumlah aspirasi pembangunan Kuansing, dengan pembangunan trase Jalan Tol Pekanbaru–Teluk Kuantan menjadi salah satu usulan utama.

“Bersamaan dengan itu, sejumlah aspirasi pembangunan lainnya juga kami usulkan kepada legislator kita di Jakarta,” ujar Muklisin.

Menurutnya, Pemkab Kuansing telah melakukan berbagai langkah dan koordinasi untuk mendorong terealisasinya pembangunan trase jalan tol tersebut. Koordinasi telah dilakukan bersama Plt Gubernur Riau H. SF Haryanto, Menteri Pekerjaan Umum (PU), hingga Deputi Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

“Kita sangat optimis ini bisa terwujud jika kita serius memperjuangkannya. Jalan tol ini sangat penting untuk memperlancar lalu lintas dan menggerakkan perekonomian masyarakat,” kata Muklisin.

Selain mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi, pembangunan trase tol Pekanbaru–Teluk Kuantan juga dinilai strategis dalam menunjang sektor pariwisata Kuansing, khususnya saat pelaksanaan tradisi Pacu Jalur yang setiap tahun menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah.

“Ini juga sekaligus menunjang arus kunjungan wisatawan pada ajang Pacu Jalur,” ucapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Muklisin didampingi Kepala Bappeda Kuansing Hendra Roza, S.Si., Kepala BPKAD H. Jafrinaldi, AP., M.Si., Kepala Dispenda Dr. H. Masrul Hakim, Kadisbun Andri Yama Putra, S.Hut., M.Si., serta Kabag Umum Deswan Antoni.

Rombongan Pemkab Kuansing diterima langsung Anggota DPD RI, H. Abdul Hamid, KH. Muhammad Mursyid, M.Pd.I., dan Arif Eka Putra.

H. Abdul Hamid menegaskan pihaknya tetap terbuka dan siap memperjuangkan aspirasi masyarakat Riau, termasuk aspirasi dari Kabupaten Kuansing.

“Meski baru saja menuntaskan Sidang Bersama DPD RI di Senayan, kita tetap welcome dan siap memperjuangkan aspirasi masyarakat Riau, khususnya Kuansing yang hari ini hadir dipimpin langsung Pak Plt Bupati,” ujar Abdul Hamid.

Ia mengatakan berbagai aspirasi yang disampaikan Muklisin akan diperjuangkan melalui jalur dan forum yang lebih tinggi.

“Apa yang sudah disampaikan Pak Bupati akan kita perjuangkan untuk dibangun pada waktu yang akan datang. Mudah-mudahan aspirasi kita didengar pemerintah dan harapan masyarakat Kuansing, khususnya terkait pembangunan trase Jalan Tol Pekanbaru–Teluk Kuantan, bisa terwujud,” katanya.

Abdul Hamid juga mengapresiasi langkah Muklisin dan jajaran Pemkab Kuansing yang terus aktif memperjuangkan pembangunan daerah.

“Kita apresiasi perjuangan Pak Plt Bupati dan jajaran. Berbagai usulan ini akan kita tindaklanjuti pada forum yang lebih tinggi,” tegasnya.***




Perkuat Benteng Digital Pemerintahan, Kuansing Dikukuhkan dalam Tim Tanggap Insiden Siber

DEPOK – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) memperkuat benteng keamanan digital pemerintahan. Kuansing resmi menjadi bagian dari pengukuhan bersama Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) Sektor Pemerintahan dan Pembangunan Bersama yang digelar di Auditorium Roetono Kertopati, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia, Depok, Selasa (6/10/2026).

Pengukuhan tersebut mengusung tagline “Pondasi Transformasi Digital Nasional” dan diikuti sejumlah pemerintah daerah dari berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan pemerintah dalam menghadapi ancaman dan insiden siber seiring pesatnya transformasi digital pemerintahan.

Dari Provinsi Riau, sebanyak tujuh kabupaten/kota mengikuti pengukuhan tersebut, yakni Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Pelalawan, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, Kota Dumai dan Kepulauan Meranti.

Kabupaten Kuansing hadir langsung dalam agenda tersebut. Plt Bupati Kuansing H. Muklisin didampingi Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfoss) Kuansing, Hevi H. Antoni, S.Sos., M.Si.

Pengukuhan TTIS menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dan respons pemerintah daerah dalam menghadapi gangguan keamanan informasi maupun insiden siber.

Melalui tim tersebut, pemerintah daerah diharapkan memiliki kemampuan lebih baik dalam melakukan deteksi dini, penanganan cepat hingga pemulihan apabila terjadi serangan atau gangguan terhadap sistem elektronik pemerintahan.

Hal ini penting bagi Kuansing seiring semakin luasnya penggunaan teknologi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Berbagai layanan publik kini semakin bergantung pada sistem informasi, jaringan komunikasi dan infrastruktur digital.

Dalam arahannya, Kepala BSSN Letjen TNI Drs. Nugroho Sulistyo Budi, M.M., M.Han. menekankan bahwa digitalisasi pemerintahan merupakan bagian penting dalam mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

“Digitalisasi pemerintahan mutlak dilakukan untuk memperpendek layanan kepada masyarakat dan memangkas birokrasi,” demikian disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN, Sulistyo, turut menjadi bagian dalam agenda pengukuhan tersebut.

Sejumlah kepala daerah juga hadir, di antaranya Bupati Pandeglang Banten Hj. R. Dewi Setiani, S.Sos., M.A. dan Bupati Karimun Kepulauan Riau Iskandarsyah.

Bagi Pemkab Kuansing, pengukuhan TTIS bukan sekadar seremoni kelembagaan, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kesiapan aparatur dalam menjaga data, sistem elektronik dan informasi pemerintahan dari berbagai potensi ancaman siber.

Dengan semakin masifnya transformasi digital, keamanan siber menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan publik. Pemerintah dituntut tidak hanya cepat memberikan layanan berbasis digital, tetapi juga memastikan layanan tersebut aman, tersedia dan dapat dipercaya masyarakat.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Dr. H. Syahrial Abdi, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh kabupaten/kota di Riau yang mengikuti pengukuhan TTIS, termasuk Kabupaten Kuansing.

Menurut Syahrial Abdi, dengan dikukuhkannya tujuh kabupaten/kota tersebut, seluruh daerah di Provinsi Riau kini telah memiliki Tim Tanggap Insiden Siber.

“Selamat kepada kabupaten/kota di Riau, termasuk Kuansing, yang hari ini dikukuhkan oleh Kepala BSSN. Dengan demikian, sudah seluruh daerah di Riau terbentuk Tim Tanggap Insiden Siber. Maka dengan itu, Riau sudah menuntaskan program Pemerintah Pusat,” kata Syahrial Abdi dengan penuh semangat.

Keikutsertaan Kuansing dalam TTIS bersama BSSN sekaligus memperkuat sinergi pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam membangun pondasi transformasi digital nasional yang aman, tangguh dan berkelanjutan.

Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat perlindungan terhadap data dan sistem pemerintahan, sekaligus memastikan transformasi digital di Kuansing berjalan seiring dengan peningkatan keamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan publik berbasis digital.***




Polsek Benai Tindak Dugaan PETI di Banjar Lopak, Empat Rakit Dimusnahkan

Kuansing – Polsek Benai menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) jenis setingkai di aliran Sungai Kuantan, Desa Banjar Lopak, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi, Senin (5/10/2026).

Penindakan tersebut dipimpin Kapolsek Benai IPTU Parsaulian Simanjuntak, S.H., M.H., bersama personel Unit Reskrim dan Bhabinkamtibmas Polsek Benai.

Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Benai IPTU Parsaulian Simanjuntak, S.H., M.H. mengatakan, penindakan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan masyarakat mengenai dugaan aktivitas PETI di wilayah Desa Banjar Lopak.

“Menindaklanjuti informasi tersebut, kami langsung memerintahkan personel untuk melakukan pengecekan ke lokasi. Setibanya di lokasi, ditemukan empat rakit PETI jenis setingkai,” ujar IPTU Parsaulian.

Dari hasil pengecekan sekitar pukul 16.30 WIB, keempat rakit tersebut ditemukan dalam kondisi tidak beroperasi. Personel kemudian melakukan penertiban dengan cara merusak dan membakar rakit sehingga tidak dapat digunakan kembali untuk aktivitas PETI.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Benai didampingi Kanit Reskrim Polsek Benai IPDA Tri Hari Ismi Z, S.H., M.H., bersama personel Unit Reskrim dan Bhabinkamtibmas.

Kapolsek Benai menyampaikan bahwa pihaknya akan terus menindaklanjuti setiap informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas PETI di wilayah hukumnya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pertambangan tanpa izin karena dapat merusak lingkungan dan menimbulkan dampak bagi masyarakat sekitar. Apabila menemukan dugaan aktivitas PETI, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” pungkas IPTU Parsaulian.

Melindungi Tuah, Menjaga Marwah

IPTU Romlan, S.H.
Kasi Humas Polres Kuansing

Email: humaspolreskuansing1@gmai .com
No. HP: +62 812-3372-6363
IG: @humaspolreskuansing
FB: Humas Polres Kuansing
Layanan Kepolisian: 110