Dalam Rangka Menjaring Pemain Muda Berbakat, Askab PSSI KUANSING Akan Menggelar Liga Kuansing U-18 Championship 2025



Kuansing, – Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait masih adanya aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI), jajaran Polsek Kuantan Mudik Polres Kuantan Singingi melaksanakan patroli serta pengecekan langsung ke lokasi yang diduga menjadi tempat kegiatan PETI, pada Selasa (21/10/2025) sekira pukul 10.00 WIB.
Kegiatan patroli tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kuantan Mudik IPTU Riduan Butar Butar, S.H., M.H., bersama personel Polsek Kuantan Mudik yaitu Aiptu Roni Pasla, S.H., Aipda Egi Yandra, Bripka Riki, Bripka Wildan, dan Bripda Rafki.
Lokasi yang menjadi sasaran patroli yakni Sungai Danalo, areal kebun PT KTBM, Desa Pantai, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, berdasarkan laporan masyarakat yang menyebut masih terdapat aktivitas PETI di kawasan tersebut.
Dari hasil pengecekan di lapangan, petugas menemukan tiga unit rakit tambang PETI yang masih berada di aliran sungai. Petugas kemudian melakukan tindakan preventif dan persuasif dengan memberikan imbauan langsung kepada para pemilik dan pekerja PETI agar menghentikan aktivitas ilegal tersebut dan membongkar sendiri rakit tambang yang digunakan.
Kapolsek Kuantan Mudik IPTU Riduan Butar Butar menjelaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan patroli di wilayah rawan PETI untuk mencegah kerusakan lingkungan yang semakin meluas.
“Kami melakukan imbauan dan pendekatan humanis agar para pelaku menghentikan kegiatan PETI dan berjanji untuk membongkar rakit tambang mereka. Tidak ada pelaku yang diamankan karena mereka bersikap kooperatif dan bersedia menghentikan aktivitasnya,” ujar Kapolsek.

Ia juga menambahkan, selain memberikan imbauan kepada pelaku, pihaknya turut menyampaikan pesan kepada masyarakat sekitar agar tidak melakukan kegiatan serupa yang dapat merusak alam dan mencemari aliran sungai.
Sementara itu, Kapolres Kuantan Singingi AKBP R. Ricky Pratidiningrat, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Kuantan Mudik IPTU Riduan Butar Butar, S.H., M.H. menegaskan komitmen Polres Kuansing dalam memberantas aktivitas PETI di wilayah hukum Polres Kuantan Singingi.
“Polres Kuantan Singingi akan terus melakukan langkah-langkah penegakan hukum, patroli, dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam kegiatan PETI. Penambangan tanpa izin tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak negatif terhadap lingkungan, merusak ekosistem sungai, serta mengancam keselamatan masyarakat,” tegas Kapolres melalui Kapolsek.
Lebih lanjut, Kapolres mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak memberikan dukungan terhadap kegiatan PETI, serta melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas penambangan ilegal di wilayah masing-masing.
“Kami berharap dukungan masyarakat sangat penting dalam menjaga kelestarian alam dan menekan kegiatan ilegal yang merusak lingkungan. Polres Kuansing akan terus hadir di tengah masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban,” tutup Kapolres melalui Kapolsek Kuantan Mudik.***
Sumber: Humas Polres Kuatan Singingi

Kuansing – Santri Pondok Pesantren As-Salam Geringging Baru, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi tampil memukau saat membawakan Dramatisasi Puisi pada Acara Ponpes Expo Hari Santri Nasional di Lapangan Taman Jalur Teluk Kuantan, Selasa (21/10/2025).
Acara tersebut dibuka langsung Bupati Kuansing, Dr.H.Suhardiman Amby, MM,. Turut hadir Ketua DPRD Kuansing, Forkopimda, Pimpinan Pondok Pesantren se Provinsi Riau.
Pimpinan Ponpes As-Salam, Ustadz Gus Ahmad Umar Sholeh mengatakan As-Salam berhasil terpilih dari ratusan Pondok Pesantren SE Riau untuk menampilkan persembahan membawakan Puisi yang berjudul “Santri dan Sorban” di acara Peringatan Hari Santri Nasional 2025 tersebut.
Bupati Kuansing dan Camat Sentajo Raya sangat mengapresiasi penampilan Ponpes As-Salam dalam menyukseskan Hari Santri Nasional, dalam hal ini Kabupaten Kuantan Singingi yang menjadi Tuan Rumah Hari Santri Nasional se Provinsi Riau.
Bersamaan dengan itu, Ponpes As-Salam juga menjual pernak pernik serta menjual hasil karya santri mereka seperti jajanan, oleh-oleh dan sabun yg di produksi langsung dari Ponpes tersebut.
Ustadz Gus Ahmad Umar Sholeh juga berharap Ponpes As-Salam akan mampu melahirkan generasi yang berakhlak mulia, serta bisa memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk Ponpes As-Salam kedepannya. (GTTS)

Teluk Kuantan – Sedikitnya 20 Pondok Pesantren dan 10 UMKM ikut memeriahkan Pesantren Ekspo yang digelar sempena Hari Santri di Lapangan Taman Jalur Kota Teluk Kuantan, Selasa (21/10/25).
Pesantren Ekspo dan Pentas Seni tersebut dibuka Bupati Kuansing Dr Suhardiman Amby. Turut hadir Ketua DPRD Kuansing Juprizal, Forkopimda dan pimpinan Ponpes se Provinsi Riau.
Bupati Kuansing Dr Suhardiman Amby dalam sambutannya mengatakan peran santri sangat vital dalam meraih kemerdekaan serta menegakkan jati diri bangsa.

“Pesantren adalah tempat penanaman ilmu dan akhlak untuk menuntun umat,” kata Bupati.
Menurut Bupati, melalui Pentas Seni sempena Hari Santri Nasional tingkat Provinsi Riau ini membuktikan bahwa dakwah tidak hanya lewat mimbar tetapi juga lewat seni yang indah dan penuh makna nilai-nilai Islam.
“Dakwah bisa disampaikan lewat lagu, drama, puisi dan seni-seni yang lain,” katanya.
Ia berharap Hari Santri tahun ini sebagai momentum kebangsaan pesantren dan pemerintah untuk terus bergandengan tangan membangun umat yang berilmu berakhlak dan berbudaya.
“Saya yakin di Riau khususnya Kuansing akan lahir santri-santri yang unggul mampu menjadi ulama pemimpin dan pembangunan negeri pada masanya,” paparnya.

Sementara Ketua Panitia Hari Santri Nasional Tingkat Provinsi Riau Drs Azhar mengatakan pesantren ekspo dan pentas seni digelar untuk mengenang kontribusi santri untuk kemerdekaan Indonesia.
Dijelaskan Azhar, ada beberapa kegiatan yang digelar sempena Hari Santri Nasional diantaranya, Pesantren Ekspo, Pentas Seni, dan Seminal Nasional Kepesantrenan.
“Pesantren ekspo di lapangan Taman Jalur, sementara upacara Hari Santri Nasional digelar di lapangan Limuno besok (Rabu, red),” ungkapnya.
Sementara Kecamatan Sentajo Raya, diwakili Pesantren As Salam dari Desa Geringging Baru. Pesantren dengan siswa mencapai 500 orang ini, menampilkan puluhan judul buku karya siswa dan guru As Salam. Selain itu, aneka kuliner, produk unggulan dan lainnya juga ditampilkan, kata Camat Sentajo Raya Hevi H Antoni didampingi Satri, guru Pembimbing Pondok As Salam.
“Kita mendukung digelar nya event ini, untuk kemajuan Kuantan Singingi”, tutup Camat Hevi.***

Jakarta – Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKB, Mafirion, menilai langkah pemerintah memisahkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KEMENKUMHAM) menjadi kementerian tersendiri merupakan sinyal positif dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat komitmen terhadap penegakan HAM di Indonesia.
“Pemisahan itu menunjukkan bahwa pemerintah ingin memberi ruang lebih besar bagi isu-isu HAM agar tidak tenggelam dalam urusan hukum dan administrasi negara,” kata Mafirion di Jakarta, Senin (20/10/2025)
Menurutnya, perhatian terhadap HAM juga tercermin dalam program Asta Cita, di mana demokrasi dan hak asasi manusia ditempatkan pada urutan pertama dari delapan cita pembangunan nasional.
“Ini menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo ingin menempatkan HAM sebagai fondasi utama dalam membangun negara,” lanjut Mafirion.
Penunjukan Natalius Pigai sebagai Menteri HAM pun disebutnya sebagai langkah simbolik sekaligus substantif yang penting. Pigai dinilai sebagai sosok aktivis HAM yang diharapkan dapat membawa komitmen baru dalam penegakan HAM.
“Publik tentu menaruh harapan besar bahwa penunjukkan Menteri HAM bukan hanya simbol, tapi harus menjadi motor perubahan dalam praktik penegakan HAM di lapangan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mafirion mengutip pernyataan Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra yang menegaskan bahwa pemerintah menyadari masih banyak tugas yang belum terselesaikan, namun tetap berkomitmen untuk menghormati dan menegakkan hak asasi manusia.
“Pernyataan itu harus diterjemahkan dalam kebijakan konkret, bukan sekadar wacana politik,” tegas Mafirion.
Meski begitu, Mafirion menilai masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan dalam satu tahun pemerintahan ini. Sejumlah lembaga masyarakat sipil seperti KontraS, YLBHI, dan berbagai organisasi advokasi HAM masih mencatat adanya keterlambatan dan kekurangan dalam penuntasan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu.
“Pemerintah perlu membuka ruang dialog yang lebih luas dan transparan dengan kelompok masyarakat sipil. Penegakan HAM tidak boleh berhenti pada simbol atau seremonial, tapi harus diwujudkan dalam langkah nyata yang berpihak pada korban,” ujarnya.
Selain itu, Mafirion menyoroti pengetatan anggaran yang berdampak pada tersendatnya bantuan sosial bagi korban pelanggaran HAM berat masa lalu. Ia menilai bahwa program pemulihan hak korban harus menjadi prioritas utama.
“Negara tidak boleh abai terhadap tanggung jawab moral dan konstitusionalnya. Bantuan sosial untuk korban pelanggaran HAM berat bukan belas kasihan, tetapi bentuk pemulihan yang dijamin oleh konstitusi,” katanya.
Tak hanya itu, ia juga mencatat masih adanya potensi pelanggaran HAM dalam sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN), seperti di kawasan Rempang-Galang dan beberapa proyek lainnya.
“Proyek strategis tidak boleh mengorbankan hak rakyat atas tanah, lingkungan, dan tempat tinggal. Pemerintah harus memastikan pendekatan pembangunan yang humanis dan berkeadilan,” tegas Mafirion.
Ia menegaskan bahwa arah kebijakan pemerintah di bidang HAM harus terus dijaga agar sejalan dengan semangat Pasal 33 UUD 1945 yakni pembangunan yang berkeadilan, berpihak pada kemanusiaan, dan menempatkan rakyat sebagai subjek utama pembangunan.
“Penegakan HAM yang sejati adalah yang berpihak pada rakyat dan selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan dalam Pasal 33 UUD 1945,” pungkasnya.***

BENAI – Salam olahraga,…💪⚽⚽
Telah hadir di Kecamatan Benai !!📢📢
Sekolah Sepak Bola “Benai United Absolute” (SSB BENUA) untuk menjawab tantangan generasi emas 2045.
SSB BENUA dibawah asuhan Pelatih Kepala dr. Sabwan Yulio (lisensi D PSSI) tidak hanya menawarkan sehat jasmani dan rohani bagi anak didik, tetapi juga akan menanamkan prilaku kedisiplinan, adab dan akhlak yg baik bagi generasi masa depan.
dr. Sabwan Yulio melalui Asisten Pelatih SSB BENUA, Jaka Ria Susanto menyampaikan, SSB BENUA secara resmi menerima siswa baru. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 20 S/D 30 Oktober 2025. Biaya pendaftaran Rp. 150.000,- (adm. Rp.20.000 + Jersey Rp.130.000,-). Untuk persyaratan pendaftaran diantaranya: Mengisi formulir, Fotocopy KK, Mengisi surat pernyataan,dan membayar biaya pendaftaran.
Jaka menambahkan, SSB BENUA menerima siswa baru untuk usia 9 – 17 tahun. SSB BENUA juga akan dibantu dalam pelatihan untuk siswa baru ini oleh Delpri Agusta dan Delta Faizen yang juga mantan pemain handal Top Benai FC pada masanya.
“Yaa, ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap generasi muda yang ingin mengembangkan bakatnya dalam sepakbola”, ujar Jaka mantan pemain Persik Kuansing itu.
Jaka juga berharap dukungan dari segala pihak, baik dari pemerintah kecamatan maupun kabupaten, agar SSB BENUA terlaksana dengan baik kedepannya dan mampu melahirkan generasi emas yang akan berlaga dikancah sepakbola Indonesia maupun dunia.
“Jika ingin melihat anak-anak kita jago bermain bola dimasa depan, Ayo segera daftar ke SSB BENUA”, pungkasnya.
Senadah dengan itu, Bripka Hasri Yendi, SH selaku Ketua Pemuda Kelurahan Benai menuturkan bahwa kegiatan ini murni sosial dari Pemuda Kelurahan Benai agar anak-anak di Kecamatan Benai pada umumnya bisa menyalurkan hobi dan mengurangi dampak negatif dikalangan masyarakat.
“Anak-anak sekarang lebih banyak main handphone sampai berjam-jam, untuk itu ada baiknya kepada orang tua kita masukkan ke SSB BENUA ini. Disini nanti akan dilatih oleh pelatih yang sudah berpengalaman dalam sepakbola dan berlisensi PSSI”, tandasnya. (GTTS)

Benai – Bupati Kuansing, Dr.H.Suhardiman Amby, MM, sambangi markas pelatihan Cabor Petanque Kuansing, pada Kamis (16/10/2025) sore. Kunjungan Bupati Suhardiman Amby sebagai penyemangat bagi atlit-atlit muda yang nantinya akan mengharumkan Kabupaten Kuansing kedepan.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Andi Cahyadi selaku Ketua KONI Kuansing, Kepala OPD, Camat Benai.
Disamping itu, Bupati Suhardiman Amby mengapresiasi akan adanya “Usaha Mandi Uap” milik Cabor Petanque Kuansing yang terletak di Kelurahan Benai.
“Kita sangat apresiasi ini, satu-satunya Cabang Olahraga yang memiliki Usaha, ini patut jadi contoh”, ucap Bupati.

Depi Noprizal, S.Pd, MM, selaku Ketua Cabor Petanque Kuansing terharu atas kesediaan Bupati Suhardiman Amby yang telah meluangkan waktu untuk melihat langsung tempat pelatihan tersebut. Depi menambahkan bahwa Cabor Petanque ini tak terlepas dari binaan KONI Kuansing.
“Terimakasih Pak Bupati dan rombongan, semoga dengan kehadiran Bapak ini mampu menambah motivasi untuk semua atlit kita “, ujar Depi.
Untuk seluruh masyarakat yang ingin terapi Mandi Uap ini, telah dibuka setiap hari pada pukul 15.00 Wib – 22.00 Wib. (GTTS)


Teluk Kuantan – Upacara memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Kuantan Singingi ke-26, upacara tersebut digelar di Lapangan Limuno Teluk Kuantan pada Minggu (12/10/2025) pagi. Upacara tersebut ditandai dengan Bupati Kuantan Singingi Dr. H. Suhardiman Amby, MM bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara, dan Kalaksa BPBD Kuansing H. Yulizar bertugas sebagai Komandan Upacara.
Upacara yang berlangsung khidmat itu dihadiri oleh Tokoh Pendiri Kabupaten Kuansing, Forkopimda, anggota DPRD Riau, anggota DPRD Kuansing, kepala OPD, camat, ormas, dan pelajar, upacara juga diisi dengan pembacaan visi Kabupaten Kuansing oleh Ketua DPRD Kuansing H. Juprizal, SE, M.Si, serta pembacaan misi oleh lima pejabat eselon II Pemkab Kuansing.
Bupati Suhardiman Amby menegaskan dalam amanatnya bahwa peringatan HUT ke-26 bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk merenung dan memperkuat tekad membangun negeri yang beradat, bermarwah, dan berdaya saing.
“Dua puluh enam tahun lalu, para pendiri daerah ini berjuang tanpa kenal lelah memperjuangkan lahirnya Kabupaten Kuantan Singingi. Tugas kita saat ini dan kedepannya adalah sebagai generasi penerus melanjutkan perjuangan itu dengan kerja nyata dan inovasi,” ungkapnya.

Bupati Suhardiman Amby menambahkan, Kita harus menatap masa depan dengan semangat baru, Dimanapun bumi dipijak, di situ langit dijunjung”, imbuhnya.
Bupati Suhardiman Amby menegaskan bahwa Pemerintahan, Adat, dan Agama harus sejiwa dalam setiap langkah pembangunan. Masyarakat Kuansing harus menjadi pelaku utama dalam memajukan negeri ini.
“Untuk seluruh elemen masyarakat, mari kita jaga persatuan dan memperkuat rasa memiliki terhadap daerah ini, agar Kuantan Singingi semakin maju dan bermarwah,” pungkasnya.***

Teluk Kuantan – H. Abdul Wahid (Gubernur Riau) mengukuhkan Dubalang Batang Kuantan Singingi di Taman Jalur Teluk Kuantan, pada Minggu (12/10/2025) siang. Dalam sambutannya, Gubernur Riau menyerukan agar para Dubalang menjadi penjaga negeri yang turut menjaga kelestarian alam di setiap sudut kampung.
“Yaa, Dubalang itu fungsinya memang menjaga kampung dan lingkungan. Sudah ada dari dulu, tapi hari ini kita formalitaskan supaya menggema di setiap sudut bahwa anak negeri peduli terhadap kampung halamannya,” ucap Gubernur.
H. Abdul Wahid menambahkan, beliau tidak ingin Negeri Melayu luluh lantak hancur karena tidak terjaganya kelestarian alam. Untuk itu, beliau mengajak seluruh masyarakat untuk mengawal negeri untuk tetap berdiri kokoh.
“Pengukuhan hari ini adalah simbol kepedulian kita untuk membimbing anak-anak muda sebagai pengawal negeri,” imbuhnya.
Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh para pejabat tinggi, di antaranya Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum, Pangdam XIX/TT Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP, Danrem 031/WB Brigjen TNI Jarot Suprihanto, Bupati Kuantan Singingi Dr. Suhardiman Amby, A.K., M.M., Wakil Bupati Kuansing H. Mukhlisin, Ketua DPRD Kuansing H. Juprizal, Kapolres Kuansing AKBP R. Ricky Pratidiningrat, S.I.K., M.H. bersama jajaran Forkopimda dan tokoh adat Kabupaten Kuansing.

Daner Palpa, Pemuda Benai salahseorang yang dilantik pada acara tersebut, mengapresiasi Gubernur Riau yang peduli terhadap pelestarian lingkungan dan mengajak anak-anak muda berperan penting dalam hal ini.
“Yaa, sebagai anak muda,kita harus bangga ditunjuk sebagai Dubalang untuk menjaga kampung dan kelestarian lingkungan”,tegas Daner.
Daner menambahkan, ia akan menggerakkan anak-anak muda dikampung untuk ikut dalam pelestarian lingkungan ini.
“Yaa, tengoklah sebagian dari lingkungan kita saat ini sudah hancur akibat ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab. Oleh sebab itu, kita sebagai Dubalang yang harus berperan penting dalam hal tersebut”, pungkasnya.***

Teluk Kuantan – Malam penutupan Festival Pacu Jalur HUT Kuansing ke 26, panitia serahkan langsung hadiah untuk 10 Jalur yang keluar sebagai juara. Sempat diragukan publik, akhirnya Panitia HUT Kuansing tak main-main dalam Gelaran Pacu Jalur Sempena HUT Kuansing ke 26 tahun 2025 ini.
Ketua Panitia, Andi Cahyadi usai Penyerahan Hadiah Minggu, 12/10/25 malam menegaskan, pihaknya sudah menyiapkan uang tunai senilai Rp. 370 juta.
Kita ingin menjawab keraguan banyak kalangan akan kredibilitas panitia. Maka kita siapkan hadian uang tunai, sesuai besaran yang telah di sampaikan dalam berbagai kesempatan, ucap Andi Cahyadi.
Andi Cahyadi yang akrab disapa Aheng itu, mengucapkan terimakasih atas dukungan penuh dan arahan Bupati Kuansing, Dr H Suhardiman Amby, Wabup H Mukhlisin dan semua Forkopimda Kuansing, yang senantiasa memberikan masukan kepada Panitia, ujarnya.
Pihaknya juga berterimakasih kepada seluruh jalur yang sudah berpartisipasi, dan tentunya semua panitia yang sudah berjibaku tanpa kenal lelah, tambah Aheng.

Keluar sebagai pemenang utama Jalur Alam Cahayo dari Cerenti, dan berhak atas Piala, Uang Tunai Rp 100 juta dan Tonggol . Di posisi runner-up ditempati jalur, Tuah Keramat Bukit Embun Inhu dan berhak atas Piala, Uang Tunai Rp 75 juta dan Tonggol. Disusul Jalur Sarijadi Gemetar Alam dari Kuantan Hilir Seberang, yang berhak atas uang Tunai Rp 50 juta. Dan juara 4 ditempati Jalur Singa Ngarai dari Kecamatan Benai, dan berhak atas uang Tunai Rp. 25 juta. Sementara posisi 5 hingga 10 juga mendapatkan uang tunai masing masing Rp 15 juta. Demikian juga Jalur peserta Eksebisi, yang menjadi juara, terang Andi Cahyadi.
Bupati Kuansing, Dr H Suhardiman Amby mengapresiasi suksesnya gelaran Pacu Jalur Dalam Rangka HUT Kuansing ke 26 tahun 2025.
“Kami sangat mengapresiasi semua pihak yang telah bertungkuslumus dalam suksesnya acara ini, Semoga di tahun mendatang, kita bisa lebih baik lagi,” tegas yang akrab disapa Datuak Panglimo Dalam itu.***