Lantik 57 Pj Kepala Desa, Bupati Muklisin Tegaskan Pengelolaan Dana Desa Harus Transparan dan Akuntabel

TELUK KUANTAN – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi, H. Muklisin, menegaskan 57 Penjabat (Pj) Kepala Desa yang baru dilantik agar mengawal dan mengelola Dana Desa secara transparan, akuntabel, serta tepat sasaran. Setiap rupiah anggaran harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak boleh disalahgunakan.

Pesan tersebut disampaikan melalui Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kuansing, Drs. Muradi, M.Si., saat melantik 57 Pj Kepala Desa se-Kabupaten Kuantan Singingi di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Sabtu (24/10/2026).

Pelantikan itu dihadiri Asisten III Setda Kuansing, sejumlah kepala OPD, para camat, serta unsur Forkopimda.

Dalam sambutannya, Muradi menyampaikan ucapan selamat kepada para ASN yang menerima amanah untuk memimpin pemerintahan desa, terutama dalam menjaga stabilitas pemerintahan hingga terpilihnya kepala desa definitif.

“Kepercayaan ini diberikan karena saudara-saudara dinilai memiliki kapasitas, integritas, dan loyalitas untuk menjalankan pemerintahan desa dengan baik,” ujarnya.

Muradi kemudian menekankan pesan Bupati Muklisin agar para Pj Kepala Desa bekerja sungguh-sungguh, bertanggung jawab, serta membangun koordinasi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, alim ulama, pemerintah kecamatan, dan pemerintah kabupaten.

Pengelolaan Dana Desa menjadi perhatian utama. Para Pj Kepala Desa diminta memastikan penggunaan anggaran dilakukan sesuai ketentuan, terbuka, dapat dipertanggungjawabkan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Kelola Dana Desa dengan baik, transparan, dan akuntabel. Pastikan setiap rupiah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat untuk pembangunan dan kesejahteraan. Jangan sampai ada penyimpangan,” tegas Muradi menyampaikan pesan Bupati.

Ia berharap seluruh Pj Kepala Desa segera beradaptasi dan langsung bekerja agar roda pemerintahan desa tetap berjalan lancar, pengelolaan anggaran berlangsung tertib, serta pelayanan publik kepada masyarakat tidak terganggu.***




Muklisin Gerak Cepat Atasi Kekeringan Sawah, 44 Daerah Irigasi Jadi Perhatian

TELUK KUANTAN – Menyikapi kekeringan yang mengancam lahan persawahan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Plt Bupati H. Muklisin langsung menginstruksikan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Ketahanan Pangan (TPHKP) mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.

Langkah ini dilakukan setelah Muklisin menerima laporan Camat Pangean, Aswandi, terkait kondisi persawahan yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau panjang. Padahal, masyarakat sudah memasuki masa tanam.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Jumat (23/10/2026), Dinas TPHKP menggelar rapat koordinasi teknis bersama Bappedalitbang, PUPR, BPBD, tim kerja terkait, serta koordinator penyuluh pertanian lapangan (PPL) kecamatan.

Kepala Dinas TPHKP Kuansing, Deflides Gusni, mengatakan salah satu langkah yang segera diupayakan adalah menyurati BPBD Provinsi Riau untuk meminta pelaksanaan modifikasi cuaca, terutama di wilayah persawahan yang padinya sedang dalam masa pertumbuhan dan kecamatan yang akan memulai pengolahan lahan.

“Upaya lainnya adalah memfungsikan delapan unit rumah pompa air milik PUPR yang tersebar di kecamatan, mengoptimalkan jaringan irigasi air tanah (JIAT), serta berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan kementerian terkait untuk memperbaiki 44 daerah irigasi (DI) yang sebagian besar mengalami kerusakan atau tidak berfungsi,” jelas Deflides.

Menurutnya, koordinasi lintas sektor diperlukan agar penanganan kekeringan dapat dilakukan secara terpadu, terutama untuk menjaga keberlangsungan pertumbuhan tanaman padi dan mendukung persiapan musim tanam.

Deflides menambahkan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan langsung Plt Bupati Muklisin yang meminta jajarannya segera merespons laporan kekeringan di lapangan.

Pemerintah Kabupaten Kuansing berharap berbagai upaya tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan air bagi lahan persawahan, mengurangi risiko gagal panen, serta menjaga produktivitas pertanian masyarakat di tengah musim kemarau panjang.***




400 Petugas Turun Tangan Atasi Banjir Rohil, Ini yang Dilakukan Pemkab

BAGANSIAPIAPI – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, mengerahkan sekitar 400 petugas gabungan untuk menangani genangan banjir di Bagansiapiapi dan sekitarnya, Rabu (21/10/2026), melalui pembersihan drainase, parit, dan gorong-gorong guna memperlancar aliran air setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir.

Penanganan tersebut melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Rohil. Personel dari masing-masing instansi dikerahkan untuk membersihkan saluran air di sejumlah titik yang dinilai memerlukan penanganan segera.

Kepala DLH Rohil, Suwandi, S.Sos., menjelaskan bahwa kegiatan pembersihan difokuskan pada jalur aliran air yang berperan penting dalam mendukung sistem drainase kawasan perkotaan. Upaya tersebut diawali sejak pagi dengan membersihkan aliran Sungai Suhub hingga Kampung Pasir, mengingat kawasan itu menjadi salah satu jalur aliran air dari sejumlah wilayah di sekitarnya.

“Sejak pagi kami membersihkan aliran Sungai Suhub hingga Kampung Pasir. Karena aliran air dari wilayah ini umumnya menuju Sungai Suhub, pembersihan dilakukan untuk memperlancar aliran air,” kata Suwandi.

Ia menjelaskan, penanganan dilanjutkan pada sore hari dengan melibatkan BPBD dan Damkar Rohil. Petugas diarahkan membersihkan drainase di sepanjang jalan kecamatan guna mengurangi hambatan aliran air yang berpotensi memperparah genangan. Pembersihan tersebut juga ditujukan untuk memperlancar aliran air menuju Sungai Pabrik hingga bermuara ke laut.

Selain kawasan Sungai Suhub dan Kampung Pasir, penanganan dilakukan di sejumlah titik lain, antara lain Bagan Timur dan Jalan Pelabuhan Baru. Petugas yang bertugas di masing-masing wilayah telah diarahkan untuk memastikan saluran air tetap berfungsi dengan baik sehingga genangan dapat dikurangi dan aliran air tidak semakin terhambat.

Dari total personel yang dikerahkan, DLH Rohil menurunkan sekitar 300 petugas parit, sementara 80 personel satuan tugas penanggulangan banjir turut membantu penanganan di Bagansiapiapi. Pengerahan personel dalam jumlah besar tersebut mencerminkan upaya lintas instansi untuk menangani persoalan genangan melalui langkah operasional yang terkoordinasi.

Menurut Suwandi, penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan pengerahan petugas pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Saluran air yang tersumbat oleh sampah maupun material lain dapat menghambat aliran air, sehingga pemeliharaan drainase perlu dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya ketika genangan terjadi.

Karena itu, ia mengajak masyarakat menghidupkan kembali semangat gotong royong melalui koordinasi di tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW). Partisipasi warga dalam membersihkan parit dan menjaga lingkungan dinilai penting untuk mendukung efektivitas penanganan genangan sekaligus memperkuat upaya pencegahan banjir di kawasan permukiman.

“Kami mengajak masyarakat menghidupkan kembali budaya gotong royong melalui RT dan RW agar pembersihan parit dapat dilakukan bersama-sama,” ujar Suwandi.

Pemkab Rohil melalui instansi terkait terus melakukan penanganan di sejumlah titik yang mengalami genangan. Di samping langkah teknis yang dilakukan petugas, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke saluran air dan menjaga kebersihan drainase menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran aliran air, terutama ketika curah hujan meningkat. (Infotorial Diskominfotiks Rokan Hilir)




Polres Kuansing Ungkap Dua Kasus, Sita 2.400 Liter Pertalite dan 18 Kg Ganja

Kuansing – Polres Kuantan Singingi (Kuansing), Polda Riau, mengungkap dua kasus tindak pidana, yakni dugaan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi jenis Pertalite dan peredaran narkotika jenis ganja kering. Dalam pengungkapan ini, polisi menangani empat tersangka serta menyita sekitar 2.400 liter Pertalite dan 18,07 kilogram ganja kering.

Pengungkapan tersebut disampaikan Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., dalam konferensi pers di Lobby Mapolres Kuansing, Kamis (22/10/2026), sekitar pukul 14.00 WIB. Konferensi pers turut dihadiri Wakapolres Kompol Nardy Masry, S.H., serta jajaran Satreskrim, Satresnarkoba, dan Humas.

Kapolres menegaskan, penindakan ini merupakan komitmen kepolisian dalam memberantas tindak pidana yang merugikan masyarakat dan mengganggu keamanan serta ketertiban.

Dalam kasus dugaan penyalahgunaan distribusi Pertalite, Satreskrim Polres Kuansing mengamankan dua tersangka berinisial DR dan HD pada Selasa (20/10/2026).

Kasat Reskrim AKP Gerry Agnar Timur, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menjelaskan, pengungkapan bermula dari informasi masyarakat yang ditindaklanjuti petugas. Sekitar pukul 17.30 WIB, polisi menghentikan minibus bernomor polisi BA 13XX KH di Jalan S. Abrus.

Dari pemeriksaan, petugas menemukan 75 jerigen berisi Pertalite dengan total volume sekitar 2.400 liter. Berdasarkan keterangan awal tersangka, BBM tersebut berasal dari Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, dan rencananya akan diedarkan ke sejumlah warung di Kuansing.

Penyidik masih mendalami asal-usul BBM, jalur distribusi, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Sementara itu, dalam kasus narkotika, Satresnarkoba Polres Kuansing mengungkap dugaan peredaran ganja kering di Desa Jalur Patah, Kecamatan Sentajo Raya. Dalam perkara ini, polisi menangani dua tersangka berinisial M dan FA serta menyita ganja kering seberat sekitar 18,07 kilogram.

Kasat Narkoba AKP Hasan Basri, S.H., M.H., menyebutkan, perkara tersebut tercatat dalam laporan polisi tertanggal 20 Oktober 2026. Kedua tersangka kini menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kapolres menegaskan, pemberantasan narkotika menjadi prioritas karena peredarannya mengancam masyarakat, terutama generasi muda.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas melanggar hukum dan segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui adanya tindak pidana.

“Polres Kuantan Singingi akan terus melaksanakan penegakan hukum secara profesional dan berkeadilan demi melindungi masyarakat serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” tegas AKBP Hidayat Perdana.***




Gerak Cepat, Bupati Rokan Hilir Perintahkan Kadis PUPR Intensifkan Normalisasi Drainase

BAGANSIAPIAPI – Genangan air yang sebelumnya terjadi di sejumlah titik di Kecamatan
Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, mulai berangsur surut. Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir
melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mengintensifkan
penanganan dengan mengerahkan dua unit alat berat jenis excavator untuk menormalisasi
saluran drainase.
Langkah ini dilakukan guna memperlancar aliran air, terutama pada saluran yang mengalami
pendangkalan dan penyumbatan. Normalisasi drainase diharapkan dapat mempercepat
surutnya genangan sekaligus mengurangi potensi air bertahan lebih lama di jalan dan kawasan
permukiman ketika hujan deras kembali terjadi.
Dua unit excavator saat ini dioperasikan untuk melakukan pengerukan dan pembenahan
saluran drainase di wilayah Kecamatan Bangko. Pekerjaan tersebut difokuskan pada titik-titik
yang membutuhkan penanganan agar kapasitas saluran dapat berfungsi lebih optimal dalam
menampung dan mengalirkan limpasan air hujan.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Rokan Hilir, Khoirul Fahmi, ST, mengatakan bahwa penanganan
tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Bupati Rokan Hilir, H. Haji Bistamam, agar
jajaran terkait terus melakukan upaya penanganan genangan, khususnya saat intensitas hujan
meningkat.
Menurutnya, normalisasi drainase menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi
hambatan aliran air akibat pendangkalan maupun penyumbatan saluran.
Melalui pengerjaan secara bertahap, PUPR Rohil berupaya meningkatkan fungsi jaringan
drainase sehingga aliran air dapat bergerak lebih lancar dan genangan tidak berlangsung
terlalu lama.
Penanganan ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dalam
membenahi infrastruktur perkotaan, khususnya sistem drainase yang berperan penting dalam
mengendalikan limpasan air hujan.
Pemerintah daerah berharap pekerjaan normalisasi yang terus dilakukan dapat membantu
menjaga kelancaran mobilitas masyarakat serta mengurangi risiko genangan berulang di
sejumlah kawasan Bagansiapiapi.
Upaya tersebut memerlukan penanganan yang berkelanjutan, disertai pemeliharaan saluran
drainase agar fungsi pengaliran air tetap terjaga, terutama ketika curah hujan tinggi. (Infotorial Diskominfotiks Kabupaten Rokan Hilir)




Hadiri Rakornas TPAKD 2026 Bersama Presiden Prabowo, Bupati H. Bistamam Siap Dorong Akses Keuangan dan UMKM di Rokan Hilir

Bupati Rokan Hilir (Rohil), H. Bistamam, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026 yang digelar di Grand Ballroom Convention, JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Kamis (22/10/2026).

Acara yang dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ini mengusung tema “Percepatan Akses Keuangan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia”. Forum strategis ini mempertemukan pemerintah pusat, daerah, regulator, serta lembaga jasa keuangan untuk memperkuat sinergi dalam memperluas akses layanan keuangan formal bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi tinggi atas terbentuknya 552 TPAKD di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia. Presiden menilai capaian kelembagaan ini sebagai sebuah kebanggaan yang berkontribusi nyata pada pemerataan ekonomi.

“Ini suatu pencapaian kelembagaan yang perlu kita hargai dan kita banggakan. Saya menyampaikan penghargaan kepada OJK, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan semua pihak yang telah bekerja membangun kelembagaan ini,” ujar Presiden Prabowo.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, dalam laporannya menyebutkan bahwa tingkat literasi keuangan Indonesia pada tahun 2026 telah mencapai 69 persen, sementara tingkat inklusi keuangan melampaui 93 persen. Capaian inklusi ini berhasil melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang semula ditargetkan sebesar 93 persen pada tahun 2029.

Usai mengikuti jalannya Rakornas, Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohil untuk menyelaraskan program daerah dengan visi pusat. Penguatan TPAKD di Rokan Hilir akan difokuskan pada perluasan layanan pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta peningkatan literasi keuangan masyarakat.

“Penguatan peran TPAKD di Rokan Hilir kami harapkan dapat mendorong pemanfaatan layanan keuangan yang aman, legal, dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat. Pemkab Rohil berkomitmen penuh untuk mempermudah akses pembiayaan, khususnya bagi para pelaku usaha produktif,” kata H. Bistamam.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa kemudahan akses keuangan ini harus menyentuh sektor-sektor unggulan daerah agar berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Akses keuangan berkelanjutan ini harus kita arahkan untuk mendukung penuh para petani, nelayan, pedagang, dan sektor ekonomi kerakyatan lainnya di Kabupaten Rokan Hilir. Jika akses modal dan pembiayaan mereka lancar, maka pertumbuhan ekonomi daerah akan bergerak lebih cepat dan mandiri,” tambah Bupati Rohil.

Dalam kunjungan kerja ke Jakarta ini, Bupati H. Bistamam turut didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Rohil Sarman Syahroni dan Plt. Inspektur Daerah Huban. Rakornas TPAKD 2026 ini juga dihadiri oleh sejumlah pimpinan lembaga negara, anggota DPR dan DPD RI, para menteri Kabinet Merah Putih, serta gubernur, bupati, dan wali kota dari seluruh Indonesia.

 




Terobosan Perdana di Riau, Kajari Kuansing Gandeng OPD Penuhi Hak Dasar Anak Panti

TELUK KUANTAN – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kuantan Singingi, Andre, S.H., M.H., menggagas terobosan pemenuhan hak dasar anak-anak panti asuhan melalui kolaborasi lintas sektor bersama Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi. Inisiatif yang disebut sebagai terobosan perdana di Provinsi Riau ini menyasar pemenuhan dokumen administrasi kependudukan hingga akses jaminan kesehatan bagi anak-anak panti asuhan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan Kajari Kuansing bersama jajaran dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) ke Panti Asuhan Putri Aisyiyah Kuantan Singingi, Rabu (21/10/2026) pagi.

Kunjungan ini turut dihadiri Kepala Dinas Sosial PMD Delis Martoni, S.E., M.M., Kepala DP2KBP3A Mardansyah, M.M., Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Maviyen Trikon Putra, S.E., serta Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfoss) Kuansing, Hevi Heri Antoni, M.Si.

Kajari Andre menegaskan, setiap anak berhak memiliki identitas kependudukan yang jelas dan memperoleh akses terhadap pelayanan dasar. Karena itu, pemenuhan hak anak, khususnya yang tinggal di panti asuhan, perlu menjadi perhatian bersama melalui langkah konkret dan terkoordinasi.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) serta Intelijen Kejari Kuansing. Kita ingin memastikan anak-anak di panti asuhan mendapatkan hak-hak dasarnya,” ujar Andre.

Ia menjelaskan, Kejari Kuansing akan mendorong pemenuhan dokumen kependudukan bagi anak-anak panti, termasuk Kartu Identitas Anak (KIA) dan KTP sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, pihaknya juga akan menjajaki pemenuhan hak anak untuk memperoleh layanan jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan.

“Pemenuhan hak dasar anak ini menjadi perhatian kita bersama. Kita akan mendorong agar anak-anak di panti asuhan memiliki dokumen kependudukan yang diperlukan. Ke depan, kita juga akan menjajaki pemenuhan hak mereka untuk mendapatkan layanan BPJS Kesehatan,” ungkapnya.

Menurut Andre, upaya tersebut membutuhkan sinergi antara kejaksaan dan pemerintah daerah, terutama OPD yang memiliki kewenangan di bidang administrasi kependudukan, sosial, serta perlindungan perempuan dan anak.

Melalui kolaborasi tersebut, proses pemenuhan hak anak diharapkan dapat berjalan lebih efektif, sehingga mereka memperoleh perlindungan dan kesempatan yang setara dalam mengakses pelayanan publik.

Ketua Panti Asuhan Putri Aisyiyah Kuantan Singingi, Ir. Hj. Lis Darti Roza, M.Si., menyambut baik kunjungan sekaligus gagasan yang diinisiasi Kajari Kuansing tersebut.

Ia menyampaikan, Panti Asuhan Putri Aisyiyah saat ini menampung 24 anak, terdiri atas delapan anak laki-laki dan 16 anak perempuan.

Menurutnya, kelengkapan dokumen kependudukan dan akses pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan penting bagi anak-anak panti. Dukungan Kejari Kuansing bersama OPD terkait diharapkan dapat membantu memastikan setiap anak memperoleh haknya secara layak.

Apresiasi juga disampaikan pendiri Panti Asuhan Putri Aisyiyah Kuantan Singingi, H. Fahmi Ombak. Ia mengucapkan terima kasih kepada Kejari Kuansing atas perhatian dan kepedulian terhadap pemenuhan hak dasar anak-anak yang tinggal di panti asuhan.

Ia berharap, gagasan yang dibangun melalui kolaborasi kejaksaan dan pemerintah daerah tersebut tidak berhenti pada kunjungan semata, tetapi berlanjut menjadi program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi anak-anak panti.

Melalui inisiatif ini, Kejari Kuansing bersama Pemkab Kuansing berupaya memperkuat perlindungan anak melalui pemenuhan identitas kependudukan dan akses pelayanan dasar. Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan setiap anak memperoleh haknya demi masa depan yang lebih baik.***




Bawa Pulang Predikat Sangat Baik dari Kementerian Investasi, DPMPTSP Rohil Bertekad Jaga Mutu dan Dukung Visi Daerah

Rokan Hilir – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Rokan Hilir berhasil menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Kabupaten Rokan Hilir sukses meraih penghargaan bergengsi dengan predikat SANGAT BAIK dalam Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPPB) Pemerintah Daerah Tahun 2026.

Penghargaan prestisius ini diberikan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi / Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia.

Kepala DPMPTSP Rokan Hilir, Asuar, menyampaikan rasa bangga dan syukurnya atas pencapaian luar biasa ini pada Selasa (20/10/2026). Ia berharap apresiasi ini mampu menjadi motor penggerak bagi seluruh jajaran untuk terus berinovasi dalam mempermudah layanan publik.

“DPMPTSP Kabupaten Rokan Hilir dengan bangga mempersembahkan penghargaan dengan predikat SANGAT BAIK ini untuk seluruh masyarakat Rokan Hilir. Semoga prestasi skala nasional ini terus memotivasi kita semua untuk memberikan pelayanan terbaik, prima, dan transparan,” ujar Asuar.

Lebih lanjut, Asuar menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, serta Wakil Bupati, Jhony Charles. Menurutnya, raihan ini tidak lepas dari komitmen kuat, arahan bimbingan, serta dukungan penuh dari pimpinan daerah terhadap program-program strategis kedinasan.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati H. Bistamam dan Bapak Wabup Jhony Charles yang senantiasa mendukung penuh program-program kerja di DPMPTSP. Dukungan beliau berdua menjadi kunci utama bagi kami untuk mereformasi birokrasi, membenahi sistem, dan mempermudah ekosistem investasi di daerah,” tambahnya.

Menyikapi pencapaian ini, pihak DPMPTSP menegaskan tidak akan terlena. Penghargaan tersebut dipandang sebagai amanah besar yang harus dipertahankan, sekaligus menjadi tolok ukur untuk mendongkrak performa instansi ke depan.

“Kami berkomitmen penuh untuk menjaga penghargaan ini dengan baik. Ke depan, kami akan terus berbenah, meningkatkan kinerja pelayanan secara berkelanjutan, dan menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif,” tegas Asuar.

Seluruh upaya peningkatan kinerja dan mutu pelayanan terpadu ini dijalankan demi satu tujuan utama, yakni mendukung penuh visi dan misi pembangunan Pemkab Rokan Hilir di bawah kepemimpinan Bupati H. Bistamam dan Wakil Bupati Jhony Charles, yaitu “Mewujudkan Kabupaten Rokan Hilir yang Bermarwah, Maju, Sejahtera, Beriman, dan Berbudaya”.

Melalui penyederhanaan perizinan dan kemudahan berusaha, DPMPTSP optimis dapat berkontribusi nyata dalam memperkuat ekonomi kerakyatan serta menggerakkan roda pembangunan di Negeri Seribu Kubah.

 




Dukung Visi Muklisin Percepat Digitalisasi Desa, Kominfoss Kuansing Ikuti Bimtek Komdigi

TELUK KUANTAN – Komitmen Plt. Bupati Kuantan Singingi, H. Muklisin, dalam mempercepat transformasi digital hingga ke tingkat desa terus diwujudkan. Sejalan dengan visi tersebut, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfoss) Kuansing mengikuti sosialisasi dan bimbingan teknis (Bimtek) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI untuk memperkuat pengelolaan website desa dan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Kegiatan yang berlangsung secara daring pada Selasa–Rabu (20–21 Oktober 2026) itu diikuti Plt. Kepala Dinas Kominfoss Kuansing, Hevi H. Antoni, S.Sos., M.Si., bersama sejumlah staf Bidang Informatika.

Bimtek membahas pengelolaan domain .desa.id, website desa, serta Jabatan Fungsional Penata Kelola Informatika (Penatik) sebagai bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital.

Plt. Kepala Dinas Kominfoss Kuansing, Hevi H. Antoni, mengatakan peningkatan kapasitas aparatur di bidang teknologi informasi menjadi langkah penting untuk menjawab kebutuhan pelayanan publik yang semakin mengandalkan sistem digital.

“Transformasi digital bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, keterbukaan informasi, dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan,” ujarnya.

Menurutnya, website desa memiliki peran strategis sebagai media informasi resmi yang menyajikan program pembangunan, potensi desa, hingga layanan publik secara cepat, akurat, dan mudah diakses masyarakat , tegasnya.

Hevi berharap pengetahuan yang diperoleh dari Bimtek Komdigi dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan informasi digital sekaligus memperkuat implementasi SPBE di Kabupaten Kuantan Singingi.

Upaya ini selaras dengan arah kebijakan Plt. Bupati H. Muklisin yang terus mendorong percepatan digitalisasi pemerintahan hingga ke desa sebagai ujung tombak pelayanan, guna mewujudkan pelayanan publik yang semakin transparan, efektif, dan akuntabel, tutupnya.***




Lantik Empat Kepala Desa, Bupati Muklisin Tekankan Pelayanan dan Amanah kepada Masyarakat

TELUK KUANTAN – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi melantik empat kepala desa dalam prosesi yang berlangsung di Ruang Asrul Jaafar, Kantor Bupati Kuansing, Senin (19/10/2026) siang.

PLt. Bupati Kuantan Singingi, H. Muklisin, melalui Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Drs. Muradi, M.Si., menegaskan pentingnya komitmen kepala desa dalam menjalankan amanah, meningkatkan pelayanan publik, serta memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Pelantikan dipimpin oleh Pj Sekda Kuansing, Drs. Muradi, M.Si., yang hadir mewakili Plt. Bupati H. Muklisin.

Empat kepala desa yang dilantik yakni Azwar Ali sebagai Kepala Desa Munsalo, Bamba Rianto sebagai Kepala Desa Beringin, Syahlian sebagai Kepala Desa Teratak, dan Ardiman sebagai Kepala Desa Koto Kari.

Dalam sambutannya, Muradi menyampaikan ucapan selamat dari Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi kepada para kepala desa yang baru dilantik. Ia mengingatkan bahwa jabatan kepala desa bukan sekadar kedudukan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Pemerintah daerah mengucapkan selamat kepada kepala desa yang dilantik. Kami berharap saudara dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, serta mengutamakan kepentingan masyarakat dalam setiap kebijakan,” ujar Muradi.

Ia menegaskan, sebagaimana arahan Bupati Muklisin, kepala desa merupakan ujung tombak penyelenggaraan pemerintahan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Karena itu, kepala desa dituntut peka terhadap persoalan warga, mampu menyerap aspirasi, dan menghadirkan solusi nyata atas berbagai kebutuhan masyarakat.

“Kepala desa harus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi, memahami keluhan, dan mencari solusi. Jangan sampai masyarakat merasa tidak diperhatikan. Berikan pelayanan yang baik, adil, dan transparan,” tegasnya.

Selain itu, para kepala desa diharapkan menjalankan pemerintahan desa secara tertib, mengelola anggaran sesuai aturan, serta mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Dengan demikian, program pembangunan desa dapat terlaksana secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,ujarnya.

Pesan tersebut menjadi penegasan komitmen Plt Bupati Kuantan Singingi, H. Muklisin, agar kepala desa yang baru dilantik benar-benar menjalankan amanah dengan penuh integritas, mengutamakan pelayanan publik, dan mendorong kemajuan desa masing-masing, tutupnya.***