Muklisin Gerak Cepat Atasi Kekeringan Sawah, 44 Daerah Irigasi Jadi Perhatian

TELUK KUANTAN – Menyikapi kekeringan yang mengancam lahan persawahan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Plt Bupati H. Muklisin langsung menginstruksikan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Ketahanan Pangan (TPHKP) mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.

Langkah ini dilakukan setelah Muklisin menerima laporan Camat Pangean, Aswandi, terkait kondisi persawahan yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau panjang. Padahal, masyarakat sudah memasuki masa tanam.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Jumat (23/10/2026), Dinas TPHKP menggelar rapat koordinasi teknis bersama Bappedalitbang, PUPR, BPBD, tim kerja terkait, serta koordinator penyuluh pertanian lapangan (PPL) kecamatan.

Kepala Dinas TPHKP Kuansing, Deflides Gusni, mengatakan salah satu langkah yang segera diupayakan adalah menyurati BPBD Provinsi Riau untuk meminta pelaksanaan modifikasi cuaca, terutama di wilayah persawahan yang padinya sedang dalam masa pertumbuhan dan kecamatan yang akan memulai pengolahan lahan.

“Upaya lainnya adalah memfungsikan delapan unit rumah pompa air milik PUPR yang tersebar di kecamatan, mengoptimalkan jaringan irigasi air tanah (JIAT), serta berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan kementerian terkait untuk memperbaiki 44 daerah irigasi (DI) yang sebagian besar mengalami kerusakan atau tidak berfungsi,” jelas Deflides.

Menurutnya, koordinasi lintas sektor diperlukan agar penanganan kekeringan dapat dilakukan secara terpadu, terutama untuk menjaga keberlangsungan pertumbuhan tanaman padi dan mendukung persiapan musim tanam.

Deflides menambahkan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan langsung Plt Bupati Muklisin yang meminta jajarannya segera merespons laporan kekeringan di lapangan.

Pemerintah Kabupaten Kuansing berharap berbagai upaya tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan air bagi lahan persawahan, mengurangi risiko gagal panen, serta menjaga produktivitas pertanian masyarakat di tengah musim kemarau panjang.***

image_pdfimage_print

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *