Kabut Asap Ancam Kesehatan, BPBD dan Dinkes Rohil Perkuat Langkah Antisipasi

BAGANSIAPIAPI – Ancaman kabut asap menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir
(Rohil), terutama dalam mengantisipasi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Kesehatan Rohil mengintensifkan
upaya pencegahan dan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap
paparan asap.
Langkah tersebut dilakukan menyusul laporan kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah
Rohil. Dalam informasi yang disampaikan pada 8 Oktober 2026, kondisi tersebut diduga
berkaitan dengan asap kiriman dari wilayah lain di Sumatra.
Saat itu, BPBD Rohil menyebut wilayah setempat berada dalam kondisi nihil titik panas atau
zero hotspot. Meski demikian, kondisi tersebut tidak serta-merta menghilangkan risiko
paparan asap, terutama apabila terdapat kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitar.
Pergerakan asap lintas wilayah dapat memengaruhi kualitas udara, sehingga pemantauan
kondisi lingkungan dan kesiapsiagaan pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dalam
mengantisipasi dampaknya.

Masyarakat Diimbau Gunakan Masker
BPBD Rohil mengingatkan masyarakat untuk mengurangi risiko paparan kabut asap,
khususnya ketika beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker, pembatasan aktivitas di
luar rumah saat asap pekat, serta menjaga kondisi kesehatan menjadi langkah perlindungan
yang perlu diperhatikan.
Dalam keterangan sebelumnya, perwakilan BPBD Rohil mengimbau masyarakat menggunakan
masker saat beraktivitas di luar rumah guna meminimalkan risiko gangguan pernapasan akibat
paparan asap.
Selain itu, masyarakat diharapkan memperhatikan kondisi anggota keluarga yang lebih rentan
terhadap pencemaran udara, termasuk anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan
pernapasan.
Apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan yang memburuk, masyarakat
disarankan segera mencari pertolongan medis di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Kolaborasi BPBD dan Dinas Kesehatan diharapkan dapat membantu meningkatkan
kesiapsiagaan menghadapi dampak kabut asap, baik melalui edukasi maupun langkah
perlindungan kesehatan sesuai kebutuhan di lapangan.
Pencegahan Karhutla Menjadi Perhatian
Selain mengantisipasi dampak kesehatan, pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
tetap menjadi perhatian penting di Kabupaten Rokan Hilir.

Karakteristik lahan gambut di sejumlah wilayah Rohil membuat kebakaran berpotensi sulit
dikendalikan apabila api telah meluas. Karena itu, masyarakat dan pemilik lahan diimbau tidak
membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Pembakaran yang tidak terkendali dapat memicu kebakaran lebih luas, menghasilkan asap
yang mengganggu aktivitas masyarakat, serta menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan
kesehatan.
BPBD juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan indikasi
titik api atau aktivitas pembakaran lahan kepada aparat setempat, kepolisian, maupun posko
penanggulangan bencana terdekat.
Pelaporan sejak dini diperlukan agar potensi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti oleh
petugas yang berwenang.
Kewaspadaan dan Pemantauan Perlu Ditingkatkan
Upaya antisipasi kabut asap memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah
daerah, petugas kesehatan, aparat penanggulangan bencana hingga masyarakat.
Pemantauan titik panas, kondisi cuaca, dan kualitas udara menjadi aspek penting dalam
menentukan langkah penanganan yang sesuai. Di sisi lain, edukasi kesehatan dan pencegahan
pembakaran lahan perlu terus dilakukan untuk mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan oleh
karhutla.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat Rohil agar tetap waspada, mengikuti informasi
resmi mengenai kualitas udara, serta menerapkan langkah perlindungan kesehatan apabila
kondisi kabut asap kembali memburuk.
Dengan kewaspadaan bersama dan respons yang tepat, risiko gangguan kesehatan serta
dampak kebakaran hutan dan lahan diharapkan dapat diminimalkan. (Infotorial Diskominfotiks Rokan Hilir)