Berandariaunews.com, BENAI – Kapolsek Benai Ipda M Ali Sodiq, SH bersama beberapa personel Polsek sudah berada di lokasi Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) sesuai yang diinformasikan dari media liputanonline.com yang ‘mengudara’ pada Senin 12/01/2026.
Oleh karena itu, Kapolsek Benai yang baru dinas dua hari di Mapolsek Benai itu, langsung “cek and ricek” lokasi diduga ada aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin PETI di wilayah hukumnya. Pada 12/01/2026 pagi Jelang Siang WIB.
Namun, diduga karena informasi lebih cepat sampai ke panca indera para pelaku PETI itu, pada akhirnya Kapolsek bersama Personilnya tidak menemui kejadian seperti pada foto pemberitaan media online tersebut (red).
Kapolres Kabupaten Kuantan Singingi AKBP Raden Ricky Pratidiningrat, SIK MH melalui Kapolsek Benai Ipda M Ali Sodiq SH., MH., mengatakan “Terimakasih Informasinya, tadi kami telah ke lokasi PETI sesuai akurasi Informasi, maka kami tadi berencana melakukan penindakan, tetapi di lokasi tidak ditemukan seperti informasi yang kami dapatkan! namun segera akan kami dalami,”Pungkas Kapolsek yang pernah jadi Personil Polsek Benai beberapa tahun silam, sewaktu Kapolsek Benai pimpinan Kompol Hendra Setiawan, SH.

Bukan “Kaleng-kaleng”, seorang Polisi pada saat ini jadi Kapolsek Benai itu, memang dikenal ramah dengan masyarakat Benai sejak dahulu kala, ia berpesan dalam himbauannya mengatakan,”Mari sama-sama kita menjaga kelestarian lingkungan, selain tidak boleh warga melakukan aktivitas PETI, kami dari Kepolisian Sektor Benai juga menekankan larangan menangkap ikan menggunakan bahan peledak atau potasium di Sungai kita yang jernih ini”, Ucap dan ajak Kapolsek Benai yang melihat air Sungai di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Benai masih terjaga utuh seperti sejak dahulu kala.
Tak hanya itu, masih kata Kapolsek, Kegiatan patroli dan sambang warga dimana pun berada akan terus dilakukan Polsek Benai, karena kata Kapolsek, kegiatan patroli dan sambangi warga merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, guna mempererat kemitraan serta mendorong partisipasi aktif warga dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Keamanan bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tutup Kapolsek Benai Ipda M Ali Sodiq, SH., MH.

Seperti kita ketahui dibeberapa plafon informasi Kuansing, maraknya kegiatan PETI di kabupaten Kuansing, diduga dipicu karena semakin menurunnya kondisi perekonomian masyarakat, dampak dari penurunan harga – harga komoditi lokal yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat di Kuansing, yakni sawit dan karet . Hal ini berbanding terbalik dengan naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di daerah.
Sementara itu, harga emas saat ini memang cukup menggiurkan karena menyentuh angka Rp2,2 juta sampai dengan Rp2,3 juta per gram. ***
Sumber : Karta Atmaja


